Macam-Macam Komik
Ilustrasi macam macam komik
Komik mematahkan anggapan bahwa anak-anak dan remaja tak suka membaca. Komik memang bacaan kegemaran anak-anak dan remaja, walaupun banyak juga orang dewasa yang gemar membaca komik. Orang dewasa membaca komik? Mengapa tidak? Ada macam-macam komik yang dibuat, diterbitkan, dan dijual di toko buku. Tak hanya komik untuk anak, namun juga komik untuk orang dewasa.
Komik dan Minat Baca
Macam-macam komik termasuk komik khusus untuk orang dewasa ini terkadang membuat miris hati para pemerhati pendidikan. Bagaimana tidak, penjualan komik khusus dewasa ini tidak dipisahkan dengan penjaulan komik untuk anak-anak. Komik untuk dewasa ini bukan saja menampilkan gambar-gambar yang tidak senonoh dan tidak pantas dilihat oleh bahkan orang dewasa sekalipun. Melainkan juga menampilkan kisah yang sangat tidak bagus bagi perkembangan dan kondisi otak baik orang dewasa apalagi untuk anak-anak.
Komik sejenis ini terkadang malah tidak dianggap sebagai bagian dari pornografi karena komik dianggap sesuatu yang tidak membahayakan. Padahal gambar yang ada di dalam komik itu akan sangat mempengaruhi kinerja otak. Banyak orang yang menjadi kecanduan membaca komik dewasa ini seperti mereka juga kecanduan melihat gambar porno yang ada di internet.
Sebaiknya memang tidak ada produksi komik dewasa yang hanya membuang waktu dan tidak memberikan pendidikan apa-apa. Kalau komik dewasa tidak menampilkan gambar yang kurang pantas, hanya saja kisah yang disajikan memang cukup serius dan sesuai dengan kondisi otak orang dewasa, hal ini masih bisa diterima. Harga komik yang murah meriah sekira 5000-7000 per eksemplarnya, telah membuat keberadaan komik menjadi salah satu ujung tombak kemajuan atau kemunduran daya pikir anak bangsa.
Seharusnya para pembuat komik tidak hanya berpikir keuntungan secara materi. Mereka juga harus berpikir bahwa begitu banyak penggemar komik. Para penggemar itu harus dicerahkan pikirannya. Orang dewasa pun terkadang terjebak ke dalam rutinitas yang membuatnya tak mampu berpikir jernih. Keberadaan komik sebagai sarana pengusir kepenatan pikiran itu bisa menjadi salah satu aliran air nan jernih yang mencuci kejenuhan tetapi tidak menambah beban dosa.
Tidak hanya membuat kisah yang terlalu agamis. Kisah kehidupan dan masalah sosial bisa juga dibuat dalam versi yang lucu walaupun tetap menampilkan ciri khas sebuah komik yang menghibur. Apabila gambar komik itu telah menyinggung salah satu agama, maka hal ini sangat disayangkan. Komik yang bagus itu akan membuta pembacanya tergerak melakukan sesuatu yang bermanfaat. Seperti salah satu komik yang diterbitkan oleh Lazzuardi Biru. Komik yang dimaksudkan memerangi terorisme ini cukup bagus.
Gambar yang ditampilkan cukup jelas dan pesannya pun tidak tersirat. Pesan-pesan moral dalam komik inilah yang diharapkan akan membawa suatu perubahan dan pencerahan di hati. Kehidupan yang semakin tidak menentu ini terkadang tidak bisa hanya dijalani sendirian. Manusia membutuhkan manusia lainnya demi mendapatkan keseimbangan. Keberadaan komik sendiri bisa menjadi salah satu pemompa persatuan dan kesatuan.
Komik Bukan Bacaan Biasa
Banyak yang beranggapan bahwa membaca komik bukanlah membaca yang sesungguhnya. Hal ini karena komik menyajikan lebih banyak gambar daripada tulisan. Lebih jauh lagi, ada pula yang menganggap bahwa membaca komik adalah kegiatan tak berguna, hanya membuang-buang waktu, bahkan menjadikan seseorang tampak seperti anak-anak.
Dengan demikian, tingginya minat membaca komik tidak otomatis berarti minat baca pun menjadi tinggi. Coba berikan buku dengan banyak tulisan dan minim atau tanpa gambar. Masihkah mau membaca? Pandangan skeptis seperti ini sebenarnya bisa diminimalisir jika mau mengulik ragam komik lebih lanjut. Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Begitu juga dengan komik. Meskipun terlihat kekanak-kanakan, komik sesungguhnya tak hanya untuk anak-anak. Komik untuk anak-anak bukan berarti tak bermanfaat.
Begitu banyak pengaruh komik terhadap orang-orang kreatif. Berapa banyak film box office yang diangkat dari komik populer. Kisah pahlawan super sperti Superman, Batman, dan Spiderman, adalah di antara film sukses yang terinspirasi dari komik. Para pembuat komik juga bukan orang sembarangan. Mereka adalah para pemikir yang memandang satu permasalahn dari sudut yang berbeda sehingga apa yang dipikirkan oleh orang lain mungkin berbeda dengan cara mereka berpikir.
Sudut pandang yang berbeda inilah yang akan menjadi salah satu pemberi pengaruh sehingga masyarakat juga akan mulai berpikir seperti itu. Perubahan itu terkadang sangat drastis. Pengaruh gambar visual yang menggugah imajinasi inilah yang akan lebih cepat mempengaruhi gerakan perubahan itu sendiri. Masyarakat Indonesia memang lebih banyak yang lebih mengerti ketika melihat gambar visual. Tidak mengherankan kalau beberapa kampanye dan ajakan, lebih banyak ditampilkan dalam bentuk gambar.
Kalau hanya dengan kata-kata, terkadang, tidak semua orang mampu menterjemahkan kata-kata dengan baik. Banyak orang yang lebih paham melihat gambar. Komik yang mempunyai banyak gambar itu bisa dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan yang cukup baik. Inilah mengapa ada beberapa komik yang berisi tentang ilmu pengetahuan yang digunakan di sekolah-sekolah. Jenis komik ini ternyata sangat digemarai dan dapat memacu anak menyukai pelajaran yang cukup rumit tersebut.
Komik matematika dan komik pengetahuan alam serta jenis komik yang memuat pelajaran lainnya, telah menjadi salah satu teknik dalam edutainment yang cukup sukses. Melihat potensi yang dimiliki oleh komik inilah, maka tidak bisa dikatakan kalau komik ini hanyalah suatu bacaan yang tidak akan memberikan pengaruh apa-apa selain hanya sebagai satu hiburan. Komik juga bisa menjadi ensiklopedia yang hebat.
Anak-Anak dan Komik
Tak masalah jika anak senang membaca komik. Apalagi anak memang sedang dalam tahap pemahaman visual. Yang penting, jangan lepaskan anak-anak memilih komik sendiri. Pastikan bahwa komik yang dibaca oleh anak-anak sesuai dengan usia anak. Gambar yang tidak sesuai denga usianya malah akan merusak perkembangan otaknya. Anak-anak yang cukup cerdas akan lebih menyenangi belajar dengan gambar seperti yang ada dalam komik.
Ragam dan variasi komik yang tersedia di toko buku membuat pilihan untuk membaca komik menjadi semakin luas. Komik untuk anak-anak sekarang tak hanya bermuatan hiburan dan fantasi belaka, banyak juga komik yang bermuatan positif serta sarat dengan nilai-nilai agama atau ilmu pengetahuan. Misalnya, Asyik Belajar Matematika, 3 Menit Belajar Pengetahuan Umum, Serial Komik Anak Sekolah, Einstein Aja Ingin Tahu, Komik Nabi, Komik 1001 Malam, Seri Komik Petualangan Anak-Anak Desa Pelangi, dan lain-lain
Semakin bervariasi isi komik ini membuat orangtua tak perlu khawatir lagi jika anak-anak meminta untuk dibelikan komik. Komik pun bisa membuat anak-anak menjadi lebih pintar serta mengantar mereka menjadi gemar membaca. Imajinasi mereka juga terangsang sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa anak-anak akan mulai menyukai teknik menggambar. Cara mereka memegang pensil atau alat menulis lainnya pun akan semakin bagus ketika mereka rajin berlatih.
Tidak menjadi masalah kalau pengembangan bakat ini dilakukan sedini mungkin. Dengan mempunyai bakat yang dikembangkan dengan baik sedini mungkin, anak-anak akan semakin percaya diri. Banyak orang yang tidak percaya kalau ia berbakat karena memang ia tidak mempunyai sudut pandang yang baik mengenai bakatnya. Mereka bahkan merasa bahwa mereka terlahir tanpa bakat sehingga tidak harus banyak melakukan hal yang mungkin akan bermanfaat bagi orang lain. Jangan sia-siakan apa yang telah dititipkan oelh Tuhan.
Sesuaikan Dengan Usia
Beberapa penerbit komik mencantumkan usia pembaca yang disasar oleh komik tersebut. Sehingga mempermudah memilih komik yang sesuai di antara macam-macam komik yang ada. Beberapa toko buku pun membedakan penempatan komik untuk anak-anak dan remaja dengan komik untuk orang dewasa.
Akan tetapi lebih banyak lagi penerbit yang tidak mencantumkan klasifikasi usia. Begitu pula dengan toko buku, masih banyak yang mencampurkan komik begitu saja. Asalkan komik, letakkan di satu deretan rak, tak peduli apakah itu komik untuk anak-anak atau untuk orang dewasa.
Klasifikasi atau penggolongan usia tak dapat diremehkan karena dapat membawa dampak yang tak kecil. Macam-macam komik yang menampilkan adegan kekerasan, sadisme, erotisme, dan seks tentu tak pantas dibaca oleh anak-anak. Bahkan sebenarnya komik dengan kategori adegan seperti itu tak pantas dibaca oleh siapa pun.

