logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pendidikan    Sekolah    Siswa

Macam-Macam Majas dalam Dunia Sastra


Ilustrasi macam-macam majas

Tidak hanya bahasa Indonesia yang mempunyai macam-macam majas, bahasa Inggris pun mempunyai beragam majas yang disebut figurative speech. Macam-macam majas baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris tersebut fungsinya sama, yaitu memberikan nilai seni dan keindahan dalam penggunaan kata.

Macam-macam majas ini biasanya banyak terdapat dalam cerita, puisi atau jenis tulisan naratif. Pidato pun terkadang sering dihiasi dengan penggunaan macam-macam majas terutama metafora, personafikasi, dan majas perumpamaan atau majas asosiasi.

Macam-macam Majas dalam Puisi

Kaulah Ratu Malam di hatiku
Kau bagai Bulan yang menari menemani mimpiku
Cahaya terang namun tak benderang yang kau pancarkan
Bagai melingkupi semua batinku
Kehangatan itu membuatku merasa damai
Namun ... Kala kau menghilang, kau bagai angin berlari menyibak kepekatan malam
Hatiku tergoncang, batinku pun rebah tak berdaya

Kalimat-kalimat dalam puisi tersebut menggunakan majas metafora (Ratu Malam), majas perumpamaan dengan menggunakan kata bagai (Kau bagai Bulan, kau bagai angin), dan majas personafikasi (Bulan yang menari, angin berlari). Sebuah puisi memang membutuhkan macam-macam majas yang akan membuat puisi itu semakin indah dan enak didengar.

Bila seseorang membuat puisi tanpa menggunakan macam-macam majas, puisi itu terasa hampa dan tidak menarik. Kata-kata puitis itu adalah kata-kata perumpamaan yang dirangkai indah seolah bertautan seperti rangkaian kelopak mawar yang menyimbolkan mekar cinta yang bersemi. Kalimat keterangan ini pun menggunakan majas personafikasi dengan kata seolah. Kalimat yang menyentuh perasaan itu dapat memberikan gambaran yang lebih menyentuh dan tidak kaku. Lain dengan kalimat-kalimat yang digunakan dalam pembuatan laporan keuangan misalnya.

Kalimat-kalimat yang ada dalam laporan itu harus lugas dan tidak mengandung arti ganda. Begitu pun dengan kalimat-kalimat yang ada dalam laporan penelitian. Penggunaan macam-macam majas hanya akan membuat pembaca bingung. Namun demikian, ketika  melaporkan dua bentuk laporan tersebut dalam bentuk lisan atau presentasi, menggunakan macam-macam majas tidak menjadi masalah. Malahan akan menambah kehangatan suasana pertemuan yang kadang terkesan kelam bagai dalam gua nan dalam di tengah hutan belantara yang belum terjamah tangan manusia.

Puisi-puisi kritik apalagi. Model puisi macam ini akan menggunakan banyak lagi majas. Bisa jadi setiap bait mengandung macam-macam majas yang menghiasi baris-baris perumpamaan yang bermakna dalam.

Bila penguasa menunjuk kambing hitam
Kicau burung pagi hari bagai guruh dalam badai
Daun menari kesetanan, tanah bergoyang menyanyikan lagu tsunami perih
Bumi bernapas hembuskan awan panas
Sesak dada menerima fitnahan dan cacian
Harapkan keadilan bagai pungkuk merindukan Bulan

Puisi di atas menggunakan macam-macam majas yang membuat tema serius menjadi semakin mencekam jiwa. Majas perumpamaan atau majas asosiasiyang menggunakan gejala alam dapat membuat pembaca memahami betapa ketika seorang penguasa dengan kekuasaannya dapat membuat seseorang menderita dan mendekam dalam penjara. Seperti yang terjadi pada Antasari Azhar, mantan Ketua KPK yang difitnah dan harus melalui pengadilan sesat seperti yang dikatakan oleh Jimly Asshiddiqie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi. 

Antasari Azhar mungkin saja bukan satu-satunya orang yang pernah mengalami difitnah dan harus mendekam di balik jeruji besi. Tapi, latar belakang Antasari Azhar yang juga paham hukum membuat cerita kehidupan beliau menjadi suatu pelajaran yang patut disimak dan dipelajari sehingga dikemudian hari tidak ada lagi peristiwa yang memilukan seperti ini. Simpati yang diberikan kepada beliau bukan semata-mata karena bentuk rasa kasihan, tapi ada rasa keadilan yang terkoyak, tersobek, tercerai-berai bagai hati yang disayat sembilu, lalu diberi perasan jeruk nipis. Perih!

Puisi dengan macam-macam majas tersebut penulis dedikasikan khusus untuk Antasari Azhar. Teriring do’a agar beliau tabah dan terus berjuang mendapatkan novum baru dan semoga para saksi yang telah memberatkan dan bersaksi palsu dibukakan hatinya sehingga keadilan bisa didapatkan oleh Antasari Azhar.

Macam-macam Majas dalam Novel dan Buku

Bila dalam sebuah puisi, penggunaan macam-macam majas masih terbatas, tidak dalam sebuah novel. Seorang pengarang bisa menggunakan banyak sekali majas. Misalnya, majas alegori yang memaknai sesuatu dengan perbandingan secara menyeluruh (suami bagai pilot rumah tangga dan istri bagai kopilotnya), majas perumpamaan, majas metafora, majas antilesis yang membandingkan dua hal yang mempunyai arti yang berlawanan (air susu dibalas dengan air tuba), majas ironi (Bagus sekali kau masih tidur kala matahari telah tegak berdiri), majas hiperbola, dan majas-majas lainnya. Perhatikan contoh berikut ini.

Jingga menangis meratapi kepedihan jiwanya. Kekasih hatinya memilih tidak bersamanya. Dia terus berusaha untuk percaya kalau kekasihnya mencintainya bak merpati yang tak ingkar janji. Tapi batinnya sering menjerit manakala kekasih hatinya meninggalkannya dengan berbagai alasan. Dia paham bahwa kekasihnya itu mempunyai istri dan anak. Tapi sebagai istri yang juga berhak atas suaminya, Jingga ingin suaminya tak banyak membual dengan melontarkan kata-kata bagai air terjun Niagara. Ingin rasanya Jingga berlari seperti Singa dan tak kembali seperti waktu yang berlalu. Tapi, cinta suci dan ketulusan serta kewajiban sebagai istri, menghentikan langkahnya. Dia sadar akan keputusan yang diambilnya sehingga keadaan yang dialaminya dirasakan bagai makan sambal pare yang pahit, tapi tetap nikmat di lidah. 

Penggunaan macam-macam majas tersebut bisa juga terdapat dalam sebuah artikel atau sebuah buku dengan tema tertentu. Perhatikan contoh kalimat berikut ini.

Ketika rumah tangga terbatuk-batuk dan tergoncang oleh turbulensi kehidupan, suami yang bertindak bagai pilot dan istri sebagai kopilot harus berjuang bersama sehingga mereka bisa mendarat dengan selamat. Tapi kalau keduanya tidak bisa bekerja sama, pesawat kehidupan mereka akan jatuh dan mungkin saja bila tak sempat mengenakan perasut, keduanya akan terhempas dan mati bersama dengan isi pesawat kehidupan itu.

Sang penulis menggunakan macam-macam majas sehingga membuat keterangan tentang hubungan suami istri itu terlihat cukup dramatis dan menyentuh. Penulis yang hebat memang mampu memainkan beragam majas itu menjadi satu kesatuan utuh sehingga membentuk kalimat-kalimat yang dapat menyentuh kalbu. Sentuhan dari kalimat yang begitu halus itu bisa membuat pembaca terinspirasi atau bahkan mampu melakukan hal-hal yang luar biasa. Itulah salah satu kekuatan pikiran yang dimiliki oleh seorang penulis. 

Pengaruh Macam-macam Majas Terhadap Pembaca

Macam-macam majas yang menggambarkan keadaan alam, keadaan situasi tertentu bisa membuat pembaca berimajinasi dan seolah-olah benar-benar berada di tempat dan dalam situasi tersebut. Tidak jarang pembaca terlarut dalam sebuah cerita sehingga menitikkan air mata dan tergerak hatinya untuk melakukan sesuatu seperti yang digambarkan dan yang diharapkan oleh penulis tersebut.

Kekuatan merangkai kata dengan menggunakan macam-macam majas membutuhkan pengetahuan dan kedalaman berpikir dari seorang penulis. Bila penulis tidak bisa menyelami macam-macam majas tersebut dengan baik, tulisan penulis tersebut akan terasa hambar bagai semur jengkol tanpa garam. Oleh karena itulah, untuk mendapatkan jiwa dan memberikan roh pada macam-macam majas yang dipakainya dalam sebuah tulisan, seorang penulis butuh banyak membaca, banyak mendengar, banyak merenung, dan banyak berpikir agar mendapatkan ilham yang baik. 

Ilham itu seolah menjadi sebuah amanat yang dilimpahkan oleh Yang Maha Pemberi kepada seorang penulis agar menyampaikan kebaikan dan ilmu yang manfaat bagi orang lain. Tentunya, apa yang dilakukan oleh penulis itu tidak hanya akan membuahkan materi, tapi juga pahala tak terputus baginya kelak setelah kematiannya.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Skripsi Prestasi Belajar
  • Sebab dan Akibat Hutan Rusak
  • Memahami Aljabar, Cabang Matematika yang Dikenal Rumit
  • Ihwal Jurnal Pendidikan
  • Mengenal Jenis Tanah di Indonesia
  • Peran Penting PSB dalam Keberlangsungan Kegiatan Belajar dan Pembelajaran
  • Tanah Aluvial - Tanah Muda Mengandung Unsur Hara
  • Jurnal Prestasi Belajar Siswa
  • Aneka Macam Fungsi Hutan
  • Tanah Laterit Kaya Akan Logam
  • Cara Belajar Efektif
  • Rakun - Hewan Khas Amerika Utara
  • Meski Liar, Binatang Musang Bisa Dijinakkan
  • Memahami Lebih Dekat Tentang Grammar
  • Seni Menulis Teks Pidato
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA