logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Psikologi    Jurnal Psikologi

Mengenal Macam-Macam Penyakit Kejiwaan


Ilustrasi macam macam penyakit kejiwaan

Ada beragam macam-macam penyakit kejiwaan. Beberapa di antara penyakit kejiwaan tersebut telah lama dianggap sebagai kelainan mental yang dicari tahu terapi penyembuhannya, sedangkan beberapa penyakit kejiwaan lain masih dianggap kontroversial dan tidak semua pihak menyetujui statusnya sebagai penyakit kejiwaan.

Mengenal Macam-Macam Penyakit Kejiwaan

Secara psikologis, yang dimaksud dengan gangguan jiwa adalah keadaan yang dilengkapi gejala klinis yang signifikan, biasanya berupa sindrom pola psikologis dan pola perilaku, yang ada kaitannya dengan disabilitas (ketidakmampuan mengerjakan tugas sehari-hari), distress (perasaan tak nyaman, tak tenang, rasa nyeri), atau meningkatnya risiko disabilitas, kesakitan, hingga kematian.

Secara umum, gangguan jiwa atau penyakit kejiwaan diklasifikasi ke dalam 3 jenis, yakni psikotik organik, psikotik non-organik, dan non-psikotik. Contoh dari psikotik organik adalah demensia, delirium, dan sebagainya. Contoh dari psikotik non-organik adalah gangguan suasana hati, gangguan waham, dan skizofrenia. Adapun contoh dari penyakit kejiwaan non-psikotik adalah kecemasan, gangguan kepribadian, gangguan psikoseksual, dan sebagainya.

Ada banyak macam penyakit kejiwaan. Semuanya menunjukkan gejala klinis yang khas dan signifikan. Inilah beberapa di antara penyakit-penyakit kejiwaan tersebut:

  1. Cartacoethes, yakni tekanan tak terkendali untuk selalu melihat tempat di mana pun. Secara normal, manusia memiliki kemampuan mengenal wajah di mana pun. Kemampuan ini bisa berubah menjadi aneh jika seseorang mengidap cartacoethes, di mana ia selalu melihat peta di mana saja, misalnya di dalam bentuk suatu makanan.

  2. Gamomania, yakni obsesi untuk selalu mengajak menikah. Ini adalah gangguan jiwa di mana penderita memiliki obsesi untuk mengajak menikah kepada beberapa orang sekaligus dalam waktu bersamaan.

  3. Onomatomania, yakni rangsangan untuk mengucap ulang kata-kata. Obsesi mengulang kata-kata tertentu pada saat berbicara ini terjadi karena kata-kata tersebut dianggap mengganggu pikiran si penderita.

  4. Climomania, keinginan berlebihan untuk terus berada di atas kasur. Memang normal jika manusia merasa nyaman berada di atas kasur ditemani bantal empuk dan selimut hangat. Akan tetapi jika seseorang ingin terus menerus diam di atas kasur dan seolah terobsesi menyukai kasur, bantal, dan selimut, itu adalah gangguan kejiwaan.

  5. Demonomania, keyakinan bahwa dirinya digentayangi roh-roh jahat. Meski sebagian orang meyakini bahwa setan dan roh jahat benar-benar ada, tetapi keyakinan akan perasaan digentayangi roh jahat dianggap sebagai gangguan jiwa.

Macam-Macam Penyakit Kejiwaan yang Kontroversial

Rupanya, tidak semua macam-macam penyakit kejiwaan diyakini dan disepakati keberadaannya oleh para psikolog. Ada beberapa penyakit kejiwaan yang statusnya sebagai gangguan jiwa masih diperdebatkan karena berbagai hal, misalnya kurang terdapatnya penelitian yang mendukung atau karena sudah menjadi kebudayaan kelompok masyarakat tertentu di dunia. Inilah beberapa di antaranya:

1. Gangguan identitas gender

Inilah salah satu gangguan mental yang controversial dan masih diperdebatkan. Gangguan identitas gender terjadi pada orang yang merasa jenis kelaminnya secara lahiriah tidak sesuai dengan jenis kelaminnya secara batiniah. Misalnya, seorang pria merasa terjebak dengan kelelakiannya dan merasa bahwa seharusnya ia adalah seorang wanita.

Kontroversi atas gangguan jiwa ini terletak pada pengobatannya. Timbul pertanyaan mendasar, apakah jika ada anak yang merasa tak cocok dengan jenis kelamin lahiriahnya boleh mendefinisikan dirinya sebagai jenis kelamin lawan ataukah harus didorong agar dapat mengidentifikasi pribadinya sesuai jenis kelamin fisiknya? Di sinilah letak perdebatannya. Beberapa ahli berpendapat bahwa seharusnya anak-anak menerima dan belajar merasa nyaman dengan tubuhnya. Akan tetapi ahli-ahli lain menganggap bahwa anak-anak seharusnya bebas menentukan identitas gender agar di kemudian hari ia tidak dilanda depresi dan cemas karena terperangkap dalam identitas gender yang tidak sesuai.

2. Kecanduan seks

Lembaga Society for the Advancement of Sexual Health, kecanduan seks dianggap sebagai penyakit kejiwaan yang teridentifikasi dengan kurangnya kontrol seseorang atas perilaku seksualnya. Para pecandu seks ini cenderung akan mengikuti keinginan seksualnya walaupun ia tahu itu dapat berakibat buruk. Ia juga tak sanggup membuat batasan dan terus menerus berpikir soal seks. Para pecandu seks ini mengaku mereka tak merasa senang dengan perilakunya, malah mereka merasa malu.

Meski lembaga di atas menganggap kecanduan seks sebagai salah satu penyakit kejiwaan, hal ini rupanya masih menjadi kontroversi. Lembaga-lembaga psikologi lain tidak dan tidak akan memasukkan kecanduan seks ke dalam daftar macam penyakit kejiwaannya. Sementara itu Asosiasi Psikologi Amerika hanya menambahkan gangguan kejiwaan baru yang disebut hiperseksual. Akan tetapi gangguan tersebut sama sekali tak ada hubungannya dengan kecanduan seks.

3. Homoseksualitas

Ini adalah bentuk penyakit kejiwaan yang paling kontroversial keberadaannya. Dahulu, homoseksualitas dianggap sebagai penyakit jiwa oleh banyak lembaga psikologi. Akan tetapi kemudian homoseksualitas dihapus dari daftar penyakit kejiwaan setelah pada tahun 1973 Asosiasi Psikologi Amerika diprotes keras oleh para aktivis homoseksual.

Macam-Macam Penyakit Kejiwaan dalam Konsep Islam

Meninjau macam-macam penyakit kejiwaan dari ilmu Psikologi, akan ditemui beberapa pembagian, yaitu neurosis dan psikosis. Namun, meninjau macam-macam penyakit kejiwaan dalam Islam, penyakit kejiwaan itu berkaitan dengan penyakit hati. Penyakit hati ini sangat berbahaya. Rasulullah mengatakan bahwa di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, baiklah keseluruhan tubuh manusia. Segumpal daging itu adalah hati.

Allah sangat tahu betapa rumitnya menjaga hati. Oleh karena itu, Allah menurunkan Al quran sebagai obat penyakit hati ini. Penyakit hati muncul dalam berbagai bentuk. Secara fisik, mungkin tidak terlihat. Namun, ini menyangkut kejiwaan. Jadi, pengobatannya kadang lebih lama dan harus dari kesadaran yang bersangkutan. Yang lebih parah lagi adalah ketika si penderita tidak menyadari bahwa dia sudah terjangkiti salah satu penyakit hati. Untuk menghindari penyakit hati ini, Imam Al-Ghazali sudah membuat catatan beberapa jenis penyakit hati.

1. Riya'

Riya’ atau pamer adalah salah satu penyakit hati yang sangat sulit untuk dihindari. Punya baju baru saja rasanya ingin seluruh dunia tahu dan memuji betapa indahnya baju baru tersebut. Allah sangat membenci orang yang riya’. Orang riya’ sama dengan orang sombong. Rasanya, kita tak ingin menjadi orang sombong, tetapi sering kali tergelincir dalam dunia riya’ ini. Sulit sekali untuk meluruskan niat tanpa ada rasa ingin diketahui oleh orang lain. Kiranya, usaha keras kita untuk tidak sombong pasti diketahui oleh Allah.

2. Jidl (Suka Debat)

Dunia yang penuh kontroversi dan keterbukaan ini pasti menimbulkan gesekan-gesekan yang menyebabkan kita harus berdebat. Berdebat untuk mencari solusi terbaik sangat dianjurkan. Namun, berdebat tanpa ujung pangkal dan hanya ingin mennag sendiri, itulah yang dimasukkan dalam kategori penyakit kejiwaan. Orang tak mau mengalah dalam segala hal dan selalu menganggap dirinya benar adalah orang sombong. Segala cara akan dilakukannya untuk memenangkan debat kusir.

3. Khusumat (Suka Bermusuhan)

Pernah bertemu dengan seseorang yang memandang orang lain dari sisi negatif terus-menerus? Tukang kritik yang tak melihat situasi dan kondisi? Semua orang tidak ada yang benar di benaknya. Salah sedikit, sudah bertengkar. Mudah sekali tersinggung alias sangat sensitif. Tidak ada satu orang pun yang dianggapnya baik. Dia akan membenci semua orang. Baginya, dunia sepi tanpa permusuhan. Kalau keadaan tenang, dia akan mencari-cari cara agar ada permusuhan dan pertengkaran.

4. Kidzb (Dusta)

Sifat bohong ini bisa menghinggapi siapa pun. Ada yang susah menyembunyikan kebohongan dan ada yang sangat pandai berbohong. Bagi yang menganggap kebohongan adalah suatu kewajiban dan tidak merasa tertekan atau berdosa ketika berbohong, inilah saatnya untuk curiga bahwa penyakit hati sudah hinggap di dada.

Selain penyakit-penyakit hati tersebut, Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa hal-hal berikut ini juga termasuk dalam kategori penyakit hati.

  • Ghibbah (suka cari kesalahan orang).

  • Namimah (adu domba).

  • Ghadhab (pemarah).

  • Hasud (suka menghasut).

  • Hubbud-dunya (materialistis).

  • Bakhil (pelit).

  • Kibr (sombong).

  • Ghurur (lalai urusan akhirat karena urusan dunia).

Itulah informasi seputar macam-macam penyakit kejiwaan dalam lingkup psikologi dan dalam konsep keislaman. Semoga bermanfaat!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Memahami Jurnal Psikologi Sosial
  • Tips Menghilangkan Stress di Tempat Kerja
  • Isu-Isu Menarik dalam Jurnal Psikologi Klinis
  • Jurnal Penelitian Psikologi - Efek Hawthorne, Menguak Sisi Lain Pekerjaan
  • Kumpulan Jurnal Psikologi: Bakat Anak
  • Jurnal Psikologi Perkembangan, Membangun Minat Anak
  • Artikel Psikologi – Daya Ingat sampai Wolby
  • Apakah Depresi Adalah Tanda Ketidakmampuan Menghadapi Hidup?
  • Arti Mimpi dan Hubungannya dengan Kesehatan
  • Saling Ketergantungan dalam Pembelajaran Kooperatif
  • Trauma dan Cara Mengatasinya
  • Hubungan antara Manusia dan Keindahan
  • Konsep Dasar Modifikasi Perilaku dalam Penelitian Subjek Tunggal
  • Adakah yang Lebih Penting Daripada Otak Manusia?
  • Mendekat kepada Nilai Keluhuran dengan Perasaan dan Emosi
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA