logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Macam-Macam Penyakit    Ginjal

Macam Macam Penyakit pada Ginjal


Ilustrasi macam macam penyakit pada ginjal

Ginjal merupakan bagian tubuh yang vital bagi manusia. Ada macam-macam penyakit pada ginjal. Penyakit yang menyerang ginjal ini tak hanya mengganggu kesehatan namun juga dapat mengancam keselamatan jiwa penderitanya. Jika ginjal sama sekali tak dapat berfungsi lagi, maka dalam waktu beberapa jam saja saja penderitanya akan meninggal dunia.

Fungsi dan Bagian Organ Ginjal

Ginjal manusia memiliki jumlah satu pasang. Jika penyakit pada ginjal menyerang salah satu ginjal tersebut, maka bagian lainnya akan tetap berfungsi tapi tidak optimal. Sebaiknya menjaga agar ginjal kita tetap sehat keduanya dilakukan sejak dini agar fungsinya juga optimal di dalam tubuh.

Selain itu, jika fungsi ginjal terganggu/tidak sempurna, maka fungsi organ lain di dalam tubuh juga mengalami gangguan. Fungsi ginjal sebagai bagian dari organ sistem ekskresi, antara lain

  • Dapat mengeluarkan zat-zat yang merugikan bagi tubuh, seperti urea, amoniak, bakteri serta obat-obatan.
  • Dapat mengeluarkan gula kelebihan gula dalam darah.
  • Dapat membantu menjaga persediaan air dalam tubuh seimbang. Hal tersebut mempunyai arti air dapat membantu mempertahankan tekanan osmotik ektraseluler.
  • Ginjal juga dapat mempertahankan pH plasma darah. Hal tersebut bertujuan agar urine yang dihasilkan memiliki sifat asam pada pH sebesar 5 atau basa pada pH sebesar
  • Seperti halnya organ tubuh pada sistem ekskresi manusia lainnya, ginjal juga memiliki bagian-bagian tertentu dalam mendukung fungsinya.

 Berikut ini beberapa bagian dari organ ginjal manusia.

  • Bagian korteks. Di dalam bagian korteks ini meliputi korpus renalis/Malpighi (glomerulus dan kapsul Bowman) dan bagian lainnya.
  • Medula, di dalamnya terdiri atas tubulus rektus, lengkung Henle dan tubukus pengumpul (ductus colligent).
  • Bagian korteks di antara piramid ginjal dinamakan columna renalis.
  • Processus renalis, yaitu bagian pyramid atau medula yang menonjol ke arah korteks.
  • Hilus renalis, yaitu suatu bagian di mana pembuluh darah, serabut saraf atau duktus memasuki/meninggalkan ginjal.
  • Bagian yang dinamakan papilla renalis. Bagian ini menjadi penghubung antara duktus pengumpul dan calix minor.
  • Bagian yang menjadi percabangan dari pelvis renalis yaitu calix major.
  • Bagian piala ginjal atau pelvis renalis.
  • Bagian yang menjadi saluran pembawa urine menuju vesica urinaria.

Ragam Penyakit pada Ginjal

Di bawah ini akan diuraikan macam-macam penyakit pada ginjal. Dengan mengetahui gejala penyakit ini sejak dini, maka akan lebih besar kemungkinan untuk dapat disembuhkan.

1. Ginjal Terapung (Nephroptosis)

Ginjal dapat bergerak. Kadang-kadang salah satu ginjal bergerak sedemikian rupa sehingga dapat diraba melalui dinding rongga perut. Gejalanya dapat berupa:

  • Rasa nyeri akibat terganggunya peredaran darah
  • Tersumbatnya saluran air seni
  • Namun dalam banyak kasus, penyakit ini tidak menampakkan gejala.

2. Gagal Ginjal dan Uremia

Kemampuan kerja ginjal dalam membuang sisa-sisa kotoran dari dalam darah dapat berkurang. Jika kemampuan kerja  ginjal semakin berkurang dan kotoran yang menumpuk dalam darah semakin banyak, maka timbullah gejala-gejala keracunan yang disebut uremia. Pada kondisi ini, darah mengandung air seni dalam kadar tinggi.

Apabila kerusakan ginjal terjadi secara tiba-tiba dan menyakitkan, maka disebut sebagai gagal ginjal akut. Keparahan penyakit tergantung pada kerusakan ginjal tersebut, apakah rusak secara permanen ataukah jaringan ginjal itu masih dapat berfungsi. Gagal ginjal dan uremia sama-sama dapat mengancam jiwa manusia.

3. Radang Ginjal (Nephritis)

Kedua ginjal mengalami radang atau kerusakan. Di dalam air seni terdapat beberapa zat protein dan sel-sel darah. Peradangan pada ginjal mennyebabkan ginjal tidak dapat melakukan penyaringan dengan baik. Akibatnya, sebagian molekul-molekul protein yang besar (terutama zat albumin) dan sebagian sel-sel darah lolos dari penyaringan dan memasuki air seni.

Ada dua jenis radang ginjal, yaitu:

  • Radang Ginjal Akut
    Radang ginjal akut ini dapat ditimbulkan akibat penyakit infeksi akut seperti campak, demam berdarah, tipus, malaria, dan difteri. Penyakit ini ditandai dengan gejala: pembengkakan (termasuk di bagian wajah dan mata), sakit kepala, mual, muntah, demam, dan seluruh tubuh terasa lemah. Hasil pemeriksaan laboratorium juga akan menunjukkan bahwa ada darah, nanah, dan zat albumin dalam air seni.

    Banyak penderita radang ginjal akut yang dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat. Namun jika dibiarkan tanpa diobati, radang ginjal akut dapat menjadi radang ginjal kronis yang menahun dan berakibat fatal.
  • Radang Ginjal Kronis
    Radang ginjal kronis dapat berawal dari radang ginjal akut namun dapat juga terjadi karena sebab lain seperti infeksi konsumsi obat-obtan kimia tertentu dalam jangan waktu panjang. Radang ginjal kronis ditandai dengan meningginya tekanan darah. Gejala-gejala awal tak terlalu terlihat, sehingga sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan urine di laboratorium secara berkala. Radang ginjal kronis dapat berlangsung dalam waktu 2-20 tahun.

4. Batu Ginjal (Neophrolithiasis renal calculi)

Penyakit ini terjadi karena infeksi pada ginjal atau karena adanya penyumbatan saluran air seni sehingga mengibatkan air seni menggenang di dalam ginjal. Penyakit tulang dan encok juga memberikan risiko pada terjadinya pembentukan batu ginjal.

Jika batu itu masih berukuran kecil, seringkali dapat lolos dari saluran ginjal dan keluar dari kandung kemih tanpa disadari si penderita. Namun batu ini dapat tersangkut di ginjal dan terus membesar selama bertahun-tahun tanpa diketahui. Makanan yang tidak seimbang dan kurang minum dapat memperbesar kemungkinan  terjadinya batu ginjal.

  • Penyakit Nefritis

Penyakit ini karena terjadi kerusakan pada bagian glomerulus ginjal karena alergi racun kuman. Penyebab penyakit ini biasanya oleh bakteri Streptococcus.

  • Penyakit Glukosuria

Salah satu penyakit yang ditandai adanya glukosa dalam urine dinamakan penyakit glukosuria. Penyakit tersebut juga sering disebut penyakit gula atau kencing manis (diabetes mellitus). Tanda-tanda penyakit ini yaitu dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah sehingga tubuh mengalami kekurangan hormon insulin.

  • Penyakit Albuminuria

Penyakit ini disebabkan oleh adanya molekul albumin dan protein lain dalam urine sehingga terjadi kerusakan pada alat filtrasi.

  • Penyakit Hematuria

Penyakit yang ditandai adanya sel darah merah dalam urine. Penyakit ini juga karena adanya peradangan pada organ urinaria atau iritasi akibat gesekan batu ginjal.

Gejala Penyakit pada Ginjal

Ragam penyakit pada organ ginjal lebih dari satu. Berikut ini contoh gejala dari macam-macam penyakit pada ginjal di antaranya infeksi pada saluran kencing, hipertensi atau tekanan darah tinggi, kencing manis, batu dalam ginjal, glomerulonephritis, nephrosis dan lainnya.

Hal tersebut dapat diketahui dari tanda-tanda sebelum penyakit tersebut semakin parah. Jika dijumpai tanda-tanda sebagai berikut, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk melakukan tindakan pencegahan. Berikut ini tanda-tanda yang dapat diketahui sejak dini.

  • Terjadi kesulitan ketika buang air kencing.
  • Terutama pada waktu malam hari sering membuang air kencing.
  • Biasanya mengeluarkan kencing berdarah.
  • Biasanya di sekeliling mata, tangan serta kaki terjadi pembengkakan terutama di usia anak-anak.
  • Timbul rasa sakit pada bagian belakang, biasanya sedikit ke bawah dari tulang rusuk. Rasa sakit tersebut tidak disebabkan oleh gerakan.
  • Tekanan darah orang tersebut tinggi atau di atas normal.

Kanker Ginjal

Kanker ginjal atau hipernefroma (Renal cell carcinoma, RCC, hypernephroma) merupakan jenis kanker yang terdapat pada bagian ginjal atau disebut tubulus renal proksimal. Sekitar 80% kasus yang terjadi adalah kanker ginjal pada dewasa. Perawatan awal dari kanker ginjal yaitu melalui nefrektomi radikal atau parsial serta didukung dengan perawatan yang membantu.

Saat kanker ginjal ini terbatas pada parenkimia renal, kemungkinan selamat lima tahun yaitu sekitar 60-70 persen. Namun, hal ini dipandang rendah karena metastase menyebar.

Kanker ginjal tahan terhadap terapi radiasi dan kemoterapi walaupun beberapa kasusnya merespon pada imunoterapi. Beberapa terapi kanker (sunitinib, temsirolimus, bevacizumab, interferon-alpha, dan mungkin sorafenib) sudah membuktikan pencegahan kanker ginjal walaupun buktinya belum diuji coba.

Ada beberapa gejala umum dari kanker ginjal, di antaranya sebagai berikut.

  • Adanya darah dalam urine. Hal ini membuat urine berwarna sedikit kemerahan dan muncul rasa nyeri ketika buang air kecil.
  • Munculnya rasa nyeri pada salah satu sisi ginjal di sekitar perut yang sukar dihilangkan.
  • Adanya gumpalan yang cukup padat pada salah satu sisi perut atau keduanya.
  • Kehilangan berat badan secara cepat dalam beberapa bulan terakhir.
  • Badan terasa demam dan kurang nyaman.
  • Merasakan mudah lelah dan kurang bersemangat beraktivitas.

Perlu diingat tanda-tanda kanker ginjal tersebut bukan berarti Anda langsung mengidap penyakit kanker. Tanda-tanda itu adalah ciri-ciri umum kanker ginjal. Infeksi pada perut, adanya kista, dan beberapa sebab lain, juga bisa menimbulkan gejala yang sama. Oleh karena itu, diperlukan diagnosis lebih dalam sehingga benar-benar diketahui simpulan penyakit dari gejala-gejala yang tampak tersebut.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengobati Batu Ginjal Tanpa Operasi
  • Mengenal Gejala Sakit Ginjal
  • Mengenali Penyakit Gangguan Ginjal
  • Waspadai Terjadinya Gejala Ginjal Kronis
  • Memahami Penyakit Ginjal dan Pengobatannya
  • Kenali Gejala Sakit Ginjal
  • Mengenali Ciri Ciri Penyakit Ginjal
  • Mengenal Tanda Tanda Penyakit Ginjal
  • Penyebab Terjadinya Ginjal Rusak
  • Memahami Jenis Jenis Penyakit Ginjal
  • Macam macam Penyakit Ginjal dan Gejalanya
  • Mengatasi Gangguan Pada Ginjal
  • Mengenal Peran Ginjal dan Saluran Kemih
  • Kenali Gejala Penyakit Batu Ginjal
  • Mencegah Gagal Ginjal
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA