Macam-Macam Sayuran: Rebung Jahe
Kita banyak mengenal dan mengambil manfaat dari beragam macam-macam sayuran. Salah satunya adalah rebung jahe. Biasa dipakai dan dikenal sebagai ramuan minuman yang menyehatkan dan bisa membuat badan kita hangat.
Khasiat Menyantap Rebung Jahe
Bagaimana jika rebung jahe dibuat sayuran? Ya, itulah yang biasa orang Manado lakukan. Lalap rebung jahe dengan sambal lalu diteguk, sudah lama menjadi menu favorit penduduk Manado. Dengan menyantap lalap tersebut, tenaga menjadi berlipat. Kadang rebung dimasukkan langsung ke dalam saguer (semacam jenis minuman tuak). Agar awet, ditambahkan sedikit garam.
Di Jepang, kebiasaan orang memakan rebung jahe agak berbeda, tunas jahe biasa dibuat dalam bentuk acar, asinan, dan sebagai campuran masakan sebagaimana sayuran segar lainnya. Hal tersebut dilakukan bukan hanya atas dasar kesukaan atau aromanya yang memang cocok, namun ada kepercayaan bahwa rebung jahe dapat menyehatkan badan (bukan menambah kekuatan), melancarkan air seni, dan memperbaiki sistem percernaan pada tubuh.
Berdasarkan penelitian, semua bagian dari tanaman jahe memang mengandung serat, resin, dan berbagai minyak asiri. Kandungan yang terakhir inilah yang membuatnya mempunyai khasiat obat. Karena itu, kandungan minyak asiri yang paling banyak dipakai karena khasiatnya paling tinggi, adalah bagian rimpang.
Bagian yang paling enak disantap adalah rebung bagian pangkal (baby leaf). Paling nikmat dimakan dalam keadaan segar atau diolah terlebih dahulu menjadi asinan, acar, atau dicampur dengan sayuran lainnya. Sedangkan rebung bagian pucuk hanya cocok dipakai sebagai campuran masakan, kurang begitu enak dijadikan lalap karena rasanya keras dan liat.
Bisnis yang Menguntungkan
Rebung jahe tak hanya bermanfaat bagi yang mengonsumsinya, namun merupakan bisnis yang menguntungkan bagi petani.
Menanam rebung jahe hasilnya dapat diambil dengan waktu yang jauh lebih singkat, kurang lebih sekitar 40-45 hari. Sehingga perputaran roda bisa jauh lebih singkat. Biaya pemupukan pun jauh lebih hemat. Risiko kegagalan panen rendah karena jarang terkena serangan hama sehingga lebih menghemat biaya perawatan tanaman.
Mula-mula, orang hanya memanfaatkan rimpang rebung jahe yang tua, yang dipanen umur 8-12 bulan. Setelah mengetahui rasa rimpang muda lebih enak, jahe pun dipanen pada umur yang lebih muda, yaitu 3-4 bulan. Tren terakhir bukan hanya rimpangnya saja yang disantap, tetapi rebung atau bagian batang yang masih tertimbun di dalam tanah pun enak untuk dikonsumsi
Jenis Rebung Jahe
Membedakan rebung jahe bisa berdasarkan bagian dan wanginya. Rebung jahe ada yang berwarna putih dan hijau. Perbedaan warna pada rebung jahe disebabkan karena cara budidayanya tidak sama. Rebung jahe putih diperoleh dari penanaman rimpang jahe dengan sistem budidaya lorong (tunnel), sedangkan rebung jahe hijau dengan sistem budidaya gauludan tinggi (ridge row).
Dinamakan budidaya sistem lorong karena ditanam di lorong yang sengaja dibuat dengan menggali tanah dan menutupnya kembali rapat-rapat dengan atap yang tidak tembus cahaya. Itulah karenanya mengapa hasil rebungnya berwarna putih.
| Beri rating untuk artikel di atas |








