Macam-macam Suku Bangsa di Indonesia
Ilustrasi macam macam suku bangsa di indonesia
Negara Republik Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan, yang terbentang mulai dari Sabang (di bagian paling barat) hingga Merauke (di bagian paling timur). Karenanyamacam-macam suku bangsa di Indonesia, memperkaya khazanah nusantara dengan keberagaman budaya dan adat istiadat suku bangsa tersebut.
Macam-macam suku bangsa di Indonesia mendiami seluruh wilayah di Indonesia, meskipun pada perkembangannya beberapa di antaranya sudah tidak berada di daerah asalnya. Alasan penyebaran suku bangsa tersebut adalah merantau untuk mencari ilmu dan penghidupan yang lebih baik.
Oleh karena itu, artikel kali ini akan membahas berbagai suku bangsa yang mendiami ranah negeri kita ini. Dengan berbagai keunikannya, kita akan mengetahui pula letak geografis beserta kultur yang hidup dan melingkupi masyarakat suku-suku bangsa tersebut sehingga kita juga ,menjadi tahu seberapa kaya negeri Indonesia ini dengan kebudayaan yang berlimpah di dalamnya.
Sekilas Tentang Macam-macam Suku Bangsa di Indonesia
Tahukah Anda bahwa ada sekitar 300 macam-macam suku bangsa di Indonesia? Wah... Banyak sekali ya? Ya, benar. Sepertinya Indonesia merupakan satu-satunya negara yang memiliki keragaman suku bangsa di dunia. Setidaknya ada 300 suku bangsa yang menempati wilayah kepulauan nusantara. Berikut adalah daftar lengkap ke-300 macam-macam suku bangsa di Indonesia.
|
No |
Provinsi |
Suku Bangsa |
|
1 |
NAD (Nanggroe Aceh Darussalam) |
Aceh, Gayo, Tamiang, Simeuleu, Singkil, Kluet, Alas, Aneuk Jamee |
|
2. |
Sumatera Utara |
Batak, Nias, Asahan, Melayu, Dairi |
|
3 |
Sumatera Barat |
Mentawai, Minangkabau, Akit, Kuala, Kubu, Talang Mamak |
|
4 |
Sumatera Selatan |
Ameng Sewang, Musi Banyuasin, Musi Sekayu, Ogan, Enim, Kayu Agung, Kikim, Komering, Lahat, Lematang, Lintang, Kisam, Palembang, Padamaran, Pegagan, Rambang Senuling, Lom, Mapur, Meranjat, Musi, Ranau, Rawas, Saling, Sekak, Semendo |
|
5 |
Riau |
Melayu, Anak Dalam, Riau |
|
6 |
Kepulauan Riau |
Laut, Lingga, Sakai, Melayu |
|
7 |
Jambi |
Jambi, Kerinci, Melayu |
|
8 |
Bengkulu |
Bengkulu, Rejang, Enggano, Lebong |
|
9 |
Bangka Belitung |
Melayu, Mapur |
|
10 |
Lampung |
Lampung, Pasemah |
|
11 |
Banten |
Sunda, Badui |
|
12 |
DKI Jakarta |
Betawi |
|
13 |
Jawa Barat |
Sunda |
|
14 |
Jawa Tengah |
Jawa, Samin |
|
15 |
Jawa Timur |
Jawa, Madura, Tengger, Bawean, Osing |
|
16 |
DI Yogjakarta |
Jawa |
|
17 |
Kalimantan Barat |
Melayu, Dayak, Babak, Badat, Barai, Bangau, Bukat, Entungau, Galik, Gun, Iban, Jangkang, Kalis, Kantuk, Kayan, Kayanan, Kede, Kendayan, Keramai, Klemantan, Pontianak, Pos, Punti, Randuk, Ribun, Sambas, Cempedek, Dalam, Darat, Darok, Desa, Kopak, Koyon, Lara, Senunang, Sisang, Sintang, Suhaid, Sungkung, Limbai, Maloh, Mayau, Mentebak, Menyangka, Sanggau, Sani, Seberuang, Sekajang, Selayang, Selimpat, Dusun, Embaloh, Empayuh, Engkarong, Ensanang, Menyanya, Merau, Mualang, Muara, Muduh, Muluk, Ngabang, Ngalampan, Ngamukit, Nganayat, Panu, Pengkedang, Pompang, Senangkan, Suruh, Tabuas, Taman, Tingui |
|
18 |
Kalimantan Tengah |
Melayu, Dayak, Kapuas, Ot Danum, Ngaju, Lawangan, Dusun, Maanyan, dan Katingan |
|
19 |
Kalimantan Selatan |
Melayu, Banjar, Ngaju, Laut, Maamyan, Bukit, Dusun, Deyah, Balangan, Aba, Dayak |
|
20 |
Kalimantan Timur |
Melayu, Kutai, Auheng, Abai, Baka, Bakung, Basap, Benuaq, Berau, Bem, Pasir, Penihing, Saq, Berusu, Bulungan, Busang, Dayak, Huang Tering, Jalan, Kayan, Kenyah, Merap, Punan, Seputan, Tahol, Tidung, Tingalan, Timai, Tunjung, Kulit, Long Gelat, Long Paka, Modang, Oheng, Touk, Tukung |
|
21 |
Sulawesi Utara |
Minahasa, Bantik, Bintauna, Bolaang Itang, Bolaang Mongondaw, Bolaang Uki, Borgo, Kaidipang, Mongondow, Polahi, Ponosakan, Ratahan, Sangir, Talaurd, Tombulu, Tonsawang, Tonsea, Tonteboran,Toulour |
|
22 |
Sulawesi Tengah |
Tomini, Toli-Toli, Bada, Bajau, Balaesang, Balantak, Banggai, Bungku, Buol, Dampelas, Dondo, Kahumamahon, Kailli, Muna, Tomia, Wakotobi, Wawonii, Kulawi |
|
23 |
Sulawesi Tenggara |
Mapute, Mekongga, Landawe, Tolaiwiw, Tolaki, Kabaina, Butung, Muna, Bungku, Buton, Muna, Wolio |
|
24 |
Sulawesi Selatan |
Mandar, Bugis, Toraja, Sa’dan, Makassar |
|
25 |
Sulawesi Barat |
Mandar, Mamuju, Bugis, Mamasa |
|
26 |
Gorontalo |
Gorontalo |
|
27 |
Bali |
Bali, Bali Aga |
|
28 |
NTB (Nusa Tenggara Barat) |
Sasak, Samawa, Mata, Dongo, Kore, Mbojo, Dompu, Tarlawi, dan Sumbawa |
|
29 |
NTT (Nusa Tenggara Timur) |
Sabu, Sumba, Rote, Kedang, Helong, Dawan, Tatum, Melus, Bima, Alor, Lie, Kemak, Lamaholot, Sikka, Manggarai, Krowe, Ende, Bajawa, Nage, Riung, Flores |
|
30 |
Maluku |
Ambon, Tobelo, Buru, Banda, Seram, Kei |
|
31 |
Maluku Utara |
Halmahera, Obi, Morotai, Ternate, Bacan, Tidore |
|
32 |
Papua Barat |
Mey Brat, Arfak, Asmat, Dani, Sentani, Biak, fak-Fak |
|
33 |
papua |
Sentani, Dani, Amungme, Nimboran, Jagai, Asmat, dan Tobati |
Sumber: Wikipedia.org
Dari sekian banyak macam-macam suku bangsa di Indonesia, pada prinsipnya, macam-macam suku bangsa di Indonesia dapat dikatakan sebagai penduduk asli yang mendiami wilayah Indonesia. Misalnya suku bangsa melayu, yang sebagian besar mendiami wilayah di Pulau Sumatera. Suku bangsa melayu juga dibedakan dari berbagai macam wilayah yang ditempatinya, seperti suku bangsa di Pulau Sumatera; Sumatera Barat, Riau, Palembang, Lampung.
Akhirnya, perbedaan tempat tersebut menjadikan adanya perbedaan budaya dan adat istiadat masyarakatnya. Suku bangsa melayu yang ada di Padang berbeda dengan yang ada di Riau, berbeda pula dengan yang ada di Palembang dan Lampung. Dimana, satu suku bangsa saja sudah memperkaya khazanah budaya nusantara.
Lain halnya dengan suku bangsa jawa yang mendiami sebagian besar Pulau Jawa. Namun, kita akan mengenali bahwa terdapat perbedaan di antara suku bangsa jawa yang mendiami Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bahasa, logat bahasa, hingga adat istiadat masing-masing menjadi salah satu sumbangan keragaman suku bangsa terhadap khazanah kebudayaan Indonesia.
Macam-macam Suku Bangsa di Indonesia Kumpul di Jakarta
Jika dikaitkan dengan pembahasan sebelumnya yang menyiratkan bahwa suatu suku bangsa selalu menempati wilayahnya sendiri, rasanya tidak demikian dengan wilayah atau kota yang satu ini. Di kota ini macam-macam suku bangsa di Indonesia berkumpul bersama dalam satu wilayah teritorial yang sama, yaitu Jakarta.
Sebagai ibukota negara, Jakarta dapat dikatakan sebagai tempat berkumpulnya penduduk yang berasal dari macam-macam suku bangsa di Indonesia. Jakarta tidak seperti wilayah di kepulauan lain yang lebih identik dengan suku bangsanya sendiri. Jakarta adalah milik semua suku bangsa yang ada di Indonesia.
Dengan kenyataan seperti itu, tak salah apabila kota Jakarta dikatakan sebagai kota multietnik di Indonesia. Banyak orang dari berbagai macam suku bangsa yang berasal dari wilayah yang berbeda di seluruh Indonesia, mengadu nasib di ibukota. Banyak pula dari para perantau tersebut yang berhasil mencapai kesuksesan seperti yang diharapkan.
Keragaman suku bangsa yang ada di kota Jakarta, membuat kota tersebut memiliki karakteristik budaya dan adat istiadatnya sendiri. Meskipun tidak menghilangkan adat istiadat dan budaya dari masyarakat asli, yang mendiami kota Jakarta. Suku bangsa Betawi misalnya, sebagai suku bangsa asli Jakarta, menjadi semakin tersisihkan dengan banyaknya pendatang dari seluruh Indonesia.
Pada akhirnya, para perantau dari berbagai wilayah mendiami Jakarta dan membentuk koloni tersendiri. Seperti suku bangsa jawa, suku bangsa sunda, suku bangsa menado, suku bangsa batak, atau suku bangsa padang. Mereka memiliki koloni tersendiri yang tersebar di seluruh Jakarta. Bahkan di antaranya dapat dikenali berdasarkan profesinya.
Satu hal yang patut diacungi jempol dari keragama suku bangsa yang ada di kota Jakarta. Bahwa sampai sekarang tidak terdapat satupun kasus perselisihan antarsuku bangsa tersebut. Hal ini membuktikan, mereka hidup bahu membahu, saling menghormati satu sama lain. Macam-macam suku bangsa di Indonesia yang bernaung di bawah langit Jakarta sangan menjunjung tinggi asas Bhineka Tunggal Ika.
Kerukunan Antarsuku Bangsa di Indonesia
Tak dapat disangkal perbedaan yang terdapat dalam keragaman suku bangsa, dapat menjadi pemicu adanya perselisihan. Di daerah asal yang didiami oleh suku bangsa memang kerap terdengar perselisihan yang dipicu oleh adanya perbedaan ini. Kadangkala satu wilayah terdiri atas dua atau lebih suku bangsa. Sangat disayangkan, mengingat setiap suku bangsa memiliki potensi masing-masing.
Suku bangsa yang satu akan menunjang keberadaan suku bangsa lainnya. Jangan sampai perbedaan tersebut malah menjadi alat untuk kepunahan suatu suku bangsa karena adanya perselisihan. Apalagi hingga menyebabkan terjadinya pertumpahan darah. Anggaplah hal itu tak akan terjadi lagi, mulai sekarang sampai kapanpun di negara kita tercinta, Indonesia.
Potensi dari keragaman budaya dan adat istiadat macam-macam suku bangsa di Indonesia dapat menjadi alat penting dalam pembangunan bangsa. Jika setiap suku bangsa dengan karakteristiknya yang khas, memberikan sumbangan penting kepada pembangunan, boleh jadi pembangunan di Indonesia sekian hari akan berkembang pesat.
Setiap suku bangsa tak perlu lagi merantau ke ibukota untuk mencari memperbaiki taraf hidup. Cukup mengolah dan memajukan daerah asal tempat tinggal mereka, akan memberikan perbaikan taraf hidup yang dicari. Hal tersebut tentunya akan memberikan kontribusi penting pada kemajuan bangsa secara umum.
Demikianlah pembahasan mengenai macam-macam suku bangsa di Indonesia. Semoga bermanfaat.

