Mengenal Ciri, Peranan, dan Macam Macam Virus
Ilustrasi macam macam virus
Virus mungkin bukan istilah yang asing di telinga masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat dunia. Virus merupakan salah satu mahluk hidup yang tinggal di bumi. Meski ukurannya hampir sama dengan sel yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Namun, macam macam virus ini tidak memilki nukleus dan sitoplasma sehingga tidak dapat diklasifikasikan ke dalam kelompok sel.
Virus ini dapat hidup di dalam maupun di luar suatu sel mahluk hidup. Virus yang berada di dalam sel dapat berperan menjadi agen penyakit dan agen agen hereditas. Sementara di luar sel, virus merupakan partikel submikroskopis yang mengandung asam nukleat. Nah, Dalam artikel kali ini penulis akan membahas tentang ciri-ciri virus, peranan virus bagi kehidupan, dan macam macam virus, tapi sebelumnya akan di jelaskan sejarah penemuan virus di dunia.
Sejarah Virus
Virus telah ditemukan sejak zaman sebelum masehi. Hal tersebut terbukti dengan adanya beberapa penemuan di Memphis, ibu kota Mesir Kuno, tahun 1400 SM, mengenai infeksi virus dalam hieroglyph dan membuktikan adanya penyakit poliomyelitis.
Selain itu, pada tahun 1196 SM, Raja Firaun Ramses V meninggal karena dipercaya terserang virus smallpox. Di negara Cina juga, virus smallpox menyerang masyarakatnya.
Akan tetapi, pada tahun 1798, Edward Jenner menemukan pada beberapa pemerah susu bahwa mereka kebal terhadap virus pox. Hal tersebut terjadi karena di dalam susu sapi ada virus pox yang dapat melindungi manusia dari pox, sehingga terciptalah vaksin untuk melindungi manusia dari virus.
Kemudian, penelitian mengenai virus mulai dilakukan dari penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak.
Pada tahun 1883, seorang ilmuan Jerman, Adolf Mayer, menemukan bahwa penyakit mosaik tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman yang sakit tersebut. Dari hasil penelitian tersebut, Adolf tidak menemukan mikroba pada getah tanaman yang sakit tadi, sehingga dia menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil lagi yang tidak dapat dilihat dengan mikrosop.
Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky, dari Rusia, menemukan pada getah daun tembakau penyakit mosaik meskipun sudah disaring dengan penyaring bakteri. Dari hasil tersebut, dia menyimpulkan bahwa ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu bakteri tersebut berbentuk sangat kecil sehingga dapat melewati saringan atau bakteri penyebab sakit itu mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan.
Kemudian, kemungkinan yang kedua ini tidak dipakai lagi oleh martinus Beijerinck, dari Belanda, karena dia menemukan agen infeksi di dalam getah yang sudah disaring. Agen infeksi tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya untuk menimbulkan penyakit, setelah beberapa kali ditransfer antartanaman, tidak berkurang.
Dari hasil penlitian tersebut, akhirnya ditarik kesimpulan bahwa patogen mosaik tembakau bukan sebuah bakteri, tapi berupa contagium vivum fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit.
Setelah itu, pada tahun 1898, Loeffler dan Frosch mengatakan bahwa penyakit mulut dan kaki sapi disebabkan oleh sesuatu yang tidak dapat dilewati bakteri, sehingga mereka menyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yang sangat kecil.
Pada tahun 1935, pendapat Beijerinck terbukti setelah Wendell Meredith Stanley, dari Amerika, berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik. Sekarang ini, penyakit mosaik dikenal dengan nama virus mosaik tembakau.
Virus tersebut adalah virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikrosop elektron oleh ilmuan Jerman G. A. Kausche, E. Pfankuch, dan H. Ruska, pada tahun 1939.
Peyton Rous, pada tahun 1911 telah meneliti tentang seekor ayam yang sehat jika diinduksi dengan sel tumor dari ayam yang sakit, maka ayam yang sehat tadi akan terkena kanker. Kemudian Rous meneliti penyebab penyakit tersebut dan ternyata hal tersebut disebabkan oleh sesuatu yang dapat dilalui oleh bakteri.
Hal tersebut kemudian disimpulkan oleh Rous bahwa penyakit kanker pada ayam tersebut disebabkan oleh sel virus pada sel tumor ayam yang sakit, sehingga menginfeksi pada sel ayam yang sehat. Penemuan tersebut merupakan penemuan pertama virus onkogenik, yaitu virus yang dapat menyebabkan tumor, sehingga virus tersebut dinamakan Rous Sarcoma Virus.
Pada tahun 1933, Dr Richard E Shope, menemukan virus shope papilloma virus dan cottontail rabbit papilloma virus. Virus ini adalah salah satu virus yang menyebabkan kanker pada manusia.
Pada tahun 1935, Wendell Stanley adalah orang yang pertama kali yang berhasil mengkristalkan virus Tobacco Mozaic Virus (TMV) dan virus ini tetap aktif meskipun dikristalkan.
Pada tahun 1952, Martha Chase dan Alfred Hershey berhasil menemukan bakteriofage, yaitu sejenis virus yang memiliki inang bakteri, sehingga hanya dapat bereplikasi di dalam sel bakteri.
Sejarah penemuan macam macam virus tersebut semakin berkembang. Dengan adanya peralatan teknologi yang canggih, memudahkan para peneliti untuk menemukan berbagai macam virus yang beredar di muka bumi ini.
Dengan adanya peralatan canggih juga, para peneliti dapat menemukan berbagai macam vaksin untuk mencegah perkembangan virus yang dapat menyebabkan penyakit.
Ciri-ciri Virus
Sebagai mahluk hidup, virus memiliki ciri-ciri yang sangat berbeda dengan kebanyakan mahluk hidup lainnya. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh virus.
- Tidak berbentuk sel, karena tidak mempunyai protoplasma, dinding sel, sitoplasma, dan nukleus.
- Dapat digolongkan benda hidup (memiliki kemampuan metabolisme, reproduksi, dan memiliki asam nukleat) dan benda mati (dapat dikristalkan dan tidak mempunyai protoplasma).
- Berkembang biak dengan cara membelah diri dan hanya bisa dilakukan di dalam sel hidup.
- Bersifat parasit
- Hanya mikroskop elektron yang mampu melihat bentuk virus.
Macam-macam Virus
Secara garis besar, macam macam virus ini dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yakni virus DNA dan virus RNA. Virus tersebut dijelaskan sebagai berikut.
1. Virus DNA
Virus DNA merupakan virus yang memiliki materi genetik berupa asam nukleat yang membentuk rantai ganda berpilin. Dalam sel induknya, DNA virus-virus ini akan membuat semacam replikasi hingga mencapai beberapa bentukDNA. Selain itu, virus DNA ini mampu melakukan transkripsi menjadi mRNA yang kemudian akan megalami translasi untuk menghasilkan protein selubung virus.
Masih dalam sel induk, DNA dan protein virus tadi akan merekonstruksi diri menjadi sejumlah virus-virus baru. Sementara itu mRNA akan menghasilkan lisozim atau enzim penghancur sel inang, sehingga virus bisa keluar dan mencari sel induk baru untuk dihancurkan.
Contoh virus yang termasuk ke dalam virus DNA, di antaranya Papiloma, Poliloma, Parvovirus B19, Adenovirus, Herpes simpleks I (luka di sekeliling mulut), Herpes simpleks II (perlukaan genital), Varicella zoster (cacar air), Virus Epstein-Barr, Cytomegalovirus, Vaccinia, Roseola, Cacar sapi, Cacar, Bakteriofag, Hepatitis B virus, Smallpox virus, Transfusion Transmitted Virus, JC virus (progressive multifocal leukoencephalopathy), Anellovirus, dan Salterprovirus.
2. Virus RNA
Virus RNA merupakan virus yang memiliki materi benetik serupa dengan virus DNA, hanya saja bentuknya tunggal atau ganda dan tidak berpilin. Dalam sel induknya, virus RNA ini akan mengalami transkripsi balik menjadi semacam hibrid RNA-DNA yang pada akhirnya akan membentuk DNA.
Fase selenajutnya dari pergerakan virus RNA yang telah berbentuk DNA adalah sama dengan proses awal virus DNA hingga menghancurkan sel induk.
Beberapa contoh virus RNA ini, di antaranya virus HIV AIDS, Influenza, Poliovirus, Paramyxovirus, Virus enterik, Virus rubella, Virus demam kuning, Virus ensefalitis, Virus tumor RNA, DHF (demam berdarah), Rabies, Campak, Rhinovirus (demam dan pilek), Reovirus (diare), Gondong, Rotavirus, Enterovirus, Hepatovirus, dan Virus ebola.
Peranan Virus bagi Kehidupan
Virus memiliki peranan yang menguntungkan dan merugikan bagi kehidupan. Peranan virus yang menguntungkan, di antaranya dapat digunakan untuk membuat antitoksin, untuk melemahkan bakteri, dan untuk reproduksi vaksin. Sedangkan peranan yang merugikan, di antaranya menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan.
Virus yang beredar di lingkungan sekitar kita memang ada yang bahaya dan ada yang menguntungkan. Untuk mencegah terjangkit virus yang berbahaya, maka kita harus memulainya dengan pola hidup yang sehat.
Dengan hal-hal yang kecil saja, seperti mencuci tangan sebelum makan. Hal tersebut memang sepele, tapi apabila tidak dibiasakan akan mengakibatkan tubuh terserang virus.
Untuk itu, pola hidup sehat perlu dilakukan untuk mencegah tubuh terserang penyakit akibat virus. Demikian informasi tentang macam macam virus. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

