logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Zikir

Macam Macam Zikir dan Pengertiannya


Ilustrasi macam macam zikir
Secara bahasa, zikir berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti mengingat. Secara istilah, pengertian zikir lebih dikhususkan pada konteks mengingat hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai keagamaan khususnya Islam. Zikir berarti mengingat segala sesuatu hal yang dapat mendorong seseorang untuk senantiasa taat dan berbuat baik sesuai syariat agama. Orang yang rajin berzikir akan senantiasa terjaga hatinya dari hal-hal buruk. Pikirannya akan selalu sadar, tidak lalai, dan selalu bisa mengkoreksi berbagai kesalahan sikap yang telah dilakukan. Ada beberapa macam-macam zikir, baik secara objek maupun cara melakukan zikir tersebut.

Manfaat Zikir

Macam-macam zikir tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni sebagai upaya menjaga dan membentengi diri untuk selalu menjadi sosok yang taat kepada perintah Allah Swt.  Zikir memberi manfaat pada ketenangan jiwa. Orang yang rajin berzikir atau disebut dengan ahli zikir akan merasakan perasaan jiwa yang tentram, hati yang tenang dan terjaga. Selian itu, zikir itu akan membuat otak selalu aktif. Ketika otak semakin aktif, penyakit hati akan mudah dihilangkan dan hati orang yang berzikir itu senantiasa lembut sehingga ia mudah diingatkan ketika berbuat salah.

Berzikir ini juga akan membuat orang lebih mudah merendahkan hatinya. Hal ini karena dalam zikir itu ia sebenarnya selalu menundukkan hati dan batinnya bahwa ia hanyalah seorang hamba yang tidak mempunyai kekuatan apa-apa. Kalau Alalh Swt tidak memberinya ilmu dan pengetahuan, ia tidak akan bisa melakukan apa-apa. Orang yang berzikir ini juga akan terlihat tenang, tidak gelisah karena memang ia selalu merasa bahwa ia tak pernah sendirian. Allah Swt selalu ada untuk dirinya. Tiada yang harus ditakutkan karena Sang Maha Kuat dan Sang Maha Perkasa itu merupakan pelindung dirinya secara langsung.

Para ahli zikir ini mudah lembut hatinya ketika akan berbuat baik. Hatinya bening dan matanya tajam. Pikirannya kritis sehingga ia mudah memilih dan menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Kemampuan dan kekuatan itu tentunya karena Allah Swt tak ingin melihat hamba-Nya yang ahli zikir ini terjatuh ke alam nista penuh dosa yang akan membuat hati sang hamba keruh. Orang-orang yang senang berzikir akan sering menemukan dan merasakan keajaiban demi keajaiban dalam kehidupan sehingga ia semakin bersyukur.

Hidupnya sendiri adalah zikirnya. Bibirnya tak pernah kering dengan menyebut asma Allah Swt sebagai bentuk pengakuan kekuasaan Allah Swt. Zikir diibaratkan sebagai benteng dari perilaku-perilaku buruk seseorang. Jika seseorang hendak tergerak hatinya untuk melakukan keburukan, zikirlah yang akan menyadarkan jiwa seseorang, mengingatkan bahwa apa yang akan dilakukan tersebut adalah hal yang salah.

Secara fisik, zikir juga akan memberi manfaat kesehatan. Jiwa yang tenang akan membuat tekanan darah stabil dan emosi yang terkontrol. Pancaran wajah para ahli zikir juga terlihat lebih cerah ketimbang mereka yang tidak suka berzikir. Kalimat-kalimat seperti ‘Ya Allah’ yang diucapkan 1000 kali setiap hari atau tasbih, tasmid merupakan kata-kata yang mengagungkan Allah Swt. Selain itu, sholawat kepada Rasulullah juga akan membuat batin semakin tenang dan tidur pun semakin nyenyak.

Berbagai kebaikan zikir itu hanya akan dirasakan oleh orang-orang yang percaya dan yakin dengan kekuatannya. Para pengamal zikir ini seolah merasa kecanduan dalam berzikir. Mereka akan merasa sepi dan merasa ada yang hilang ketika tangannya tidak menyentuh buku-buku jemarinya sebagai hitungan zikirnya. Hitungan itu bukan sebagai patokan. Hitungan itu untuk membuat orang yang berzikir lebih fokus dan lebih konsentrasi. Daya konsentrasi inilah yang membuat para ahli zikir mempunyai ketajaman pikiran dalam menganalisa berbagai masalah.

Saat itu, orang akan mencoba mensinkronkan antara ucapan, pemaknaan, dan hitungannya. Konsentrasi yang beberapa menit itu akan mampu membuat mereka mendapatkan ketenangan luar biasa. Tidak mengherankan kalau para ahli zikir ini adalah orang-orang yang mampu memanfaatkan waktunya dengan baik. Ia akan merasa gelisah ketika harus berada lama di pasar atau mal yang membuatnya merasa tidak nyaman. Sebaliknya, ia akan merasa nyaman ketika berada bersama dengan orang-orang yang baik yang memanfaatkan waktunya dengan baik pula.

Pada saat menonton televisi atau menonton film yang tidak memberikan manfaat, ia juga akan merasa gelisah dan akan menghentikan perbuatannya. Ia seolah diingatkan bahwa kematian bisa datang kapanpun sehingga ia harus memanfaatkan waktunya dengan baik. Ketika ia membicarakan orang lain dengan segala kejelekannya, ia akan mudah ingat bahwa hal itu tidak baik dilakukan. Ia akan tersadar dan beristighfar. Ia tak ingin lidahnya digunakan untuk menumpuk dosa. Lidah yang baik itu hanya mengucapkan hal-hal yang baik.

Orang-orang yang berzikir ini juga akan selalu menggali berbagai ilmu pengetahuan sehingga amalnya akan semakin banyak. Dengan ilmunya ia bisa memberikan manfaat yang besar kepada orang lain di sekelilingnya. Tentu saja ia akan tampak beda dengan orang-orang yang tidak menundukan hatinya kepada Allah Swt. Tentu saja mereka akan sangat berhati-hati agar tidak menjadi riya’ dengan apa yang ia lakukan. Ia tahu bahwa riya’ itu adalah bentuk kesombongan yang luar biasa yang dosanya tak berampun.

Tiada kekuatan yang paling besar selain kekuatan Allah Swt. Zikir ini adalah bentuk pengakuan bahwa manusia ini tidak ada apa-apanya. Bahwa ketenangan jiwa akan membuat manusia malah akan semakin merasa rendah di hadapan Penciptanya. Rezeki para ahli zikir ini pun akan banyak dan selalu cukup. Merupakan janji Allah Swt bahwa orang-orang yang bertaqwa itu tidak akan mengalami kekurangan. Rezeki mereka dicukupkan. Harta mereka pun berkah dan akan membawa kebaikan kepada mereka sendiri baik selama masa hidupnya maupun semasa sesudah kematiannya. Inilah kekuatan zikir yang mungkin belum banyak diketahui orang banyak.

Cara Berzikir

Apakah zikir harus dilakukan dengan menggunakan biji-biji tasbih seperti yang biasa terlihat di tayangan televisi? Ternyata tidak! Zikir bisa dilakukan dengan cara apapun. Rasulullah biasa memanfaatkan bagian persendian jari-jari tangan untuk menghitung jumlah kalimat zikir yang Beliau ucapkan. Atau bisa juga dilakukan dengan menggunakan hati dan perasaan. Ada banyak cara macam-macam zikir. Tidak mesti jika ingin berzikir harus repot mencari butir-butir tasbih. Zikir tetap bisa dilakukan kapan pun dan di manapun. Bahkan zikir itu adalah sebaik-baik cara mengingat Allah Swt.

Macam-macam Zikir

Ada beberapa jenis zikir yang biasa dilakukan ummat Islam, baik dari cara melakukan maupun objek yang dizikirkan. Berikut ini beberapa contoh macam macam zikir yang biasa kita dengar dan lakukan.

Zikir secara pelaksanaan
Secara pelaksanaannya zikir dibagi dua, yakni zikir lisan dan zikir hati. Zikir lisan merupakan zikir yang diucapkan secara lisan menggunakan kalimat-kalimat zikir. Sedangkan zikir hati berupa imbas resapan dari zikir lisan. Zikir lisan perlu dan sangat penting diiringi dengan zikir hati. Sebab hati merupakan unsur terpenting dalam organ tubuh terpenting dari manusia secara rohani.

Hati akan memerintahkan anggota tubuh untuk melakukan aktivitas fisik. Maka sangat penting menjaga hati dengan membentenginya menggunakan zikir hati. Orang-orang yang secara maksimal melakukan zikir lisan, namun tidak diiringi dengan zikir hati, tidak akan memberikan pengaruh yang banyak terhadap perbaikan sikap si pelaku zikir.

Zikir kematian (zikrul maut)
Kematian merupakan hal pasti yang akan terjadi dalam kehidupan manusia. Sayangnya sebagian orang kerap lupa dengan kematian. Lupa ini dapat diakibatkan oleh terlenanya diri dengan kehidupan dunia yang sebetulnya hanya merupakan senda gurau yang sebentar. Untuk mengantisipasi kelalaian ini perlu dilakukan zikir kematian (zikrul maut). Orang yang cerdas adalah orang yang selalu melakukan zikrul maut. Sebab ia akan senantiasa bersiap-siap dengan ajal yang bisa muncul sewaktu-waktu.

Zikir nikmat
Kenikmatan merupakan hal yang patut diingat dan disyukuri. Zikir nikmat membuat orang tidak kufur nikmat. Orang akan sadar bahwa segala macam kenikmatan yang ia dapatkan segalanya berasal dari Allah swt.

Zikrullah (Zikir mengingat Allah)
Zikrullah merupakan zikir yang paling utama untuk dilakukan. Mengingat Allah kapan pun dan dimana pun merupakan pokok dari segala macam solusi permasalahan hidup manusia. Zikrullah juga bagian dari macam-macam zikir yang merupakan sebaik-baik benteng diri.

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pentingkah Dzikir Setelah Sholat Fardhu?
  • Nama-Nama Asmaul Husna - 99 Nama Indah Allah Swt.
  • Pembersihan Harta dengan Zakat Mall - ANNEAHIRA.COM
  • Memahami dzikir
  • Tata Cara Zikir yang Baik
  • Pihak-Pihak yang Berhak Menerima Zakat
  • Tata Cara Bacaan Dzikir Setelah Sholat
  • Pengertian Zikir: Adab Berzikir
  • Pengertian Dzikir dan Doa Menurut Ulama
  • Membincang Zikir Harian
  • Keutamaan Dzikir Qolbu
  • Penjelasan Asmaul Husna Milik Allah Swt.
  • Makna Asmaul Husna - Manfaat Membaca Asma Allah
  • Manfaat Zikir Setelah Sholat
  • Macam Macam Zikir kepada Allah
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA