logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Tempat    Kota

Madrid - Kota Budaya dan Sepak Bola di Eropa Selatan


Kota eksotis yang sangat menawan

Daftar Isi
  1. Toponimi Madrid
  2. Demografi Madrid
  3. Kebudayaan Madrid
  4. Sepak bola Madrid

Madrid adalah ibu kota Spanyol. Madrid juga merupakan kota terbesar di negeri matador ini. Jumlah penduduk Madrid sekitar 3,3 juta orang. Jika penduduk seluruh wilayah metropolitan Madrid dihitung, jumlahnya mencapai 6,271 juta orang.

Madrid juga tercatat sebagai kota terbesar ketiga di Uni Eropa, setelah London dan Berlin. Wilayah metropolitan Madrid juga yang terbesar ketiga di seluruh Uni Eropa, setelah London dan Paris. Luas wilayah Kota Madrid secara keseluruhan 604,3 km2.

Toponimi Kota Madrid

Ada beberapa teori yang berkaitan dengan asal usul nama Madrid. Menurut legenda, Madrid didirikan oleh Ocno Bianor (putra Raja Tyrrhenius dari Tuscany dan Mantua) dan diberi nama Metragirta atau Mantua Carpetana.

Pendapat lain menyatakan Madrid asalnya bernama Ursaria (bahasa Latin, yang artinya “tanah beruang”). Nama itu diberikan karena banyaknya hewan tersebut di hutan-hutan sekitarnya.

Bersama tanaman stroberi (dalam bahasa Spanyol disebut madroño), beruang menjadi simbol Kota Madrid sejak abad pertengahan.

Catatan paling awal mengenai nama kota tersebut, yaitu Magerit berasal dari nama benteng yang dibangun di tepi Sungai Manzaranes pada abad kesembilan Masehi. Arti nama Magerit adalah “tempat yang airnya berlimpah”.  

Saat ini, umumnya orang meyakini nama kota tersebut sejarahnya berawal dari abad ke-2 SM. Penguasa Romawi saat itu membangun permukiman di tepi Sungai Manzaranes. Nama desa pertama tersebut adalah Matrice (merujuk pada sungai yang melintasi permukiman tersebut). 

Setelah invasi bangsa Sueve dan Vandal, juga bangsa Alan sepanjang abad ke-5 M, Kekaisaran Romawi tidak lagi memiliki pasukan militer yang dibutuhkan untuk mempertahankan wilayahnya di Semenanjung Iberia.

Akibatnya, wilayah tersebut kemudian jatuh ke tangan bangsa Visigoth. Suku-suku bangsa barbar kemudian mengambil alih Matrice.

Pada abad ke-7 M, penaklukan Semenanjung Iberia oleh kaum Muslim membuat nama tempat tersebut berubah menjadi Mayrit, dari istilah dalam bahasa Arab "mayra" (merujuk pada air sebagai “pemberi kehidupan”) dan sufiks bahasa Ibero-Roman “it”, yang bermakna “tempat”. 

Nama Madrid yang sekarang berasal dari kata dalam bahasa Mozarab, "matrit". Mozarab adalah bahasa yang digunakan di wilayah Semenanjung Iberia, yang saat itu dikuasai kaum Muslim. Bahasa Mozarab digunakan hingga abad ke-14 M.

Demografi Kota Madrid

Populasi Madrid secara umum meningkat setelah kota ini menjadi ibu kota Spanyol pada pertengahan abad ke-16 M. Sejak 1970-an, jumlah penduduk Kota Madrid stabil pada angka sekitar 3 juta.

Dari sekitar 1970 hingga pertengahan 1990-an, populasi Kota Madrid menurun. Fenomena ini, yang juga mempengaruhi kota-kota Eropa yang lain, sebagian disebabkan adanya pertumbuhan kota-kota satelit. Alasan yang lain mungkin perlambatan angka pertumbuhan ekonomi Eropa.

Ledakan demografi meningkat pada akhir 1990-an dan dasawarsa pertama abad ke-21 karena adanya imigrasi internasional. Berdasarkan data sensus, populasi Kota Madrid bertambah 271.856 jiwa antara 2001 dan 2005.

Sebagai ibu kota Spanyol, Madrid menarik banyak imigran dari seluruh dunia. Sekitar 83,8% penduduk Madrid adalah bangsa Spanyol. Sementara 16,2% penduduk berasal dari bangsa lain, termasuk Amerika Latin, Eropa, Asia, Afrika Utara, dan Afrika Barat.

Kebudayaan Kota Madrid

Madrid dianggap sebagai salah satu tujuan utama pengunjung museum seni di Eropa. Di Madrid terdapat kawasan yang disebut Segitiga Emas Seni, yaitu di sepanjang Paseo del Prado. Di kawasan ini terdapt tiga museum. Museum yang paling terkenal adalah Museum Prado, yang terkenal dengan koleksi Las Meninas karya Diego Velázquez serta La maja vestida dan La maja desnuda karya Francisco de Goya.

Dua museum yang lain adalah Museum Thyssen Bornemisza, yang merupakan koleksi pribadi, dan Museum Reina Sofia, yang menyimpan Guernica karya Pablo Picasso. Lukisan tersebut dikembalikan ke Spanyol setelah berada di New York selama lebih dari dua dasawarsa.

El Prado merupakan salah satu museum yang paling sering dikunjungi di dunia. Museum ini juga diakui sebagai salah satu museum seni terbesar.

Koleksi terbaiknya antara lain karya Goya, Velázquez, El Greco, Rubens, Titian, Hieronymus Bosch, dan José de Ribera and Patinir.

Museum ini juga menyimpan karya Rogier van der Weyden, Raphael, Tintoretto, Veronese, Caravaggio, Van Dyck, Albrecht Dürer, Claude Lorrain, Murillo, dan Zurbarán.

Museum Thyssen-Bornemisza adalah museum seni yang mengisi kesenjangan sejarah di antara koleksi-koleksi dua museum yang lain.

Koleksinya antara lain benda-benda budaya primitif dari Italia dan karya-karya dari berbagai mazhab seni di Inggris, Belanda, dan Jerman.

Di museum ini tersimpan berbagai karya aliran Impresionisme, Ekspresionisme, serta lukisan-lukisan Eropa dan Amerika dari paruh kedua abad ke-20 M. Jumlahnya lebih dari 1.600 lukisan.

Museo del Prado adalah museum dan galeri seni yang menampilkan koleksi seni Eropa terbaik di dunia, dari abad ke-12 hingga awal abad ke-19. Saat ini, koleksi Museo del Prado terdiri atas 7.600 lukisan, 1.000 patung, 4.800 karya seni grafis, dan 8.200 drawing. Selain itu, ada juga sejumlah besar dokumen karya seni dan sejarah.

Museo Nacional Centro de Arte Reina Sofía (MNCARS) adalah museum nasional seni abad ke-20. Koleksi museum ini meliputi karya-karya para seniman besar Spanyol dari abad ke-20, seperti Pablo Picasso, Salvador Dalí, Joan Miró, Juan Gris, dan Julio González.

Karya agung yang paling termasyhur tentu saja Guernica karya Pablo Picasso. Reina Sofía juga memiliki perpustakaan khusus seni, yang mengoleksi lebih dari 100.000 buku, 3.500 rekaman suara, dan hampir 1.000 video.

Selain museum, di Madrid terdapat banyak gereja Katolik. Gereja tertua yang masih bertahan adalah San Nicolás de los Servitas. Lonceng gereja ini dibuat pada abad ke-12 M. Gereja tertua kedua adalah San Pedro el Real, dengan menara batu batanya yang tinggi.

Di bidang kesusatraan, Madrid juga cukup menonjol. Di kota ini lahir beberapa penulis terbaik Spanyol, seperti Lope de Vega, Francisco de Quevedo, dan Tirso de Molina, sastrawan yang menciptakan tokoh terkenal Don Juan.

Cervantes dan Góngora juga tinggal di Madrid, meskipun mereka tidak dilahirkan di kota ini. Rumah Lope de Vega, Quevedo, Gongora, dan Cervantes masih terjaga. Semuanya berada di kawasan Barrio de las Letras (Lingkungan Sastra).

Penulis-penulis lain yang lahir di Madrid antara lain Leandro Fernandez de Moratín, Mariano José de Larra, Jose de Echegaray (peraih Hadiah Nobel bidang Sastra), Ramón Gómez de la Serna, Dámaso Alonso, Enrique Jardiel Poncela, dan Pedro Salinas.

Madrid dan Sepak Bola

Madrid memiilki klub sepak bola kenamaan, Real Madrid, yang memainkan pertandingan kandangnya di Santiago Bernabéu. Para pendukung mereka dikenal dengan sebutan "Madridistas" atau "Merengues".

Banyak pemain sepak bola ternama Spanyol dilahirkan di Madrid (Madrileños).

Mereka antara lain mantan pemain Real Madrid, Emilio Butragueño ( yang dijuluki La Quinta del Buitre, si Burung Nasar); pemain Premier League, Pepe Reina dan Fernando Torres; veteran Real Madrid, Raúl González dan Guti Hernandez; kiper utama Real Madrid saat ini, Iker Casillas.

Tidak mengherankan jika selain ke Barcelona, kiblat sepak bola Spanyol mengarah ke Madrid.

Real Madrid merupakan salah satu klub sepak bola paling prestisius di dunia. Badan sepak bola dunia, FIFA, menetapkan Real Madrid sebagai tim terbaik pada abad ke-20. Real Madrid telah sembilan kali memenangi European Cups (Piala Champions ataupun Liga Champions). 

Rival sekota Real Madrid, yakni Atlético Madrid, juga memiliki cukup banyak pendukung. Pemain dan pendukung Atlético Madrid disebut "Colchoneros" (Pembuat Matras). Sebutan tersebut merujuk pada warna kostum merah putih mereka.

Selain dua klub yang menyandang nama Madrid tersebut, Rayo Vallecano dan Getafe CF adalah dua klub lain asal Madrid yang saat ini bermain di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Spanyol, La Liga.

Pada 1982, Madrid menjadi tuan rumah final Piala Dunia. Bersama Barcelona, Glasgow, dan Lisabon, Madrid menjadi salah satu di antara empat kota yang memiliki dua stadion bintang 5 menurut standar badan sepak bola Eropa, UEFA. Dua stadion tersebut adalah Santiago Bernabéu milik Real Madrid dan Vicente Calderón milik Atlético Madrid.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Kota Bumi, Kota Kecil yang Nyaman di Lampung Utara
  • Cipatujah Tasikmalaya, Pesona Pesisir Selatan
  • Asal Usul Kota Pati, Kota dengan Scenic Spotnya
  • Profil Kota Balikpapan: Asal-Usul, Suku, Bahasa, dan Tempat Wisata
  • Pekanbaru, Kota Jasa di Provinsi Riau
  • Misi Dinas Pendidikan Kota Batam
  • Sibolga - Kota Pelabuhan Eksotis - ANNEAHIRA.COM
  • Pendidikan dan Pariwisata di Kota Magelang - ANNEAHIRA.COM
  • Wisata Asyik Murah Meriah di Kota Bandung
  • Lumpur Lapindo: Sejarah Kota Sidoarjo yang Tak Terlupakan
  • Melebur Penat di Pulau Umang Banten
  • Kota Batu – Aneka Pilihan Wisata di Swissnya Jawa
  • Mengenal Profil Kota Tangerang
  • Kota Purworejo: Kota Kecil dengan Keistimewaan Besar
  • Peta Kota Tasikmalaya di Priangan Timur
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA