logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ilmu Sejarah    Mahatma Gandhi

Mahatma Gandhi dan Kemerdekaan India

Oleh: AnneAhira.com Content Team

[img:left]mahatma-gandhi.jpg[/img]

Menelusuri kisah hidup Mahatma Gandhi sama saja seperti menapaki kembali perjuangan Bangsa India dalam meraih kebebasan dan kemerdekaannya. Gandhi sendiri adalah sebuah pribadi nan unik. Di satu sisi dia adalah orang suci yang hidup bersama rakyat jelata. Di sisi lain dia adalah seorang politisi jempolan. Benar-benar kombinasi yang langka dari seorang manusia.

Ketegarannya dalam mengejar kebenaran spiritual menimbulkan kebingungan tersendiri bagi kerajaan Inggris Raya. Bahkan, dia disebut sebagai “Pengemis Telanjang”. Kata-kata yang terasa jauh dari kesan Gandhi yang dilontarkan oleh perdana menteri Winston Churchill sendiri yang tidak mampu mengartikan kedalaman moral Gandhi.

Gandhi tidak punya tujuan untuk menaklukkan seperti umumnya orang yang memiliki pengaruh dan kekuasaan, walau itu terhadap musuhnya sekalipun. Gandhi malah menginginkan untuk dapat berdamai dan merangkul musuhnya menjadi sahabat. Cara Gandhi dalam mempertahankan kebenaran memegang posisi kunci dalam memenangkan hati musuh.

Masa Kecil Gandhi

Gandhi lahir pada 2 Oktober 1869. Dibesarkan dalam kehangatan keluarga besar hindu yang ortodoks. Keluarga besar Gandhi tinggal bersama-sama dalam satu rumah. Ibu berperan besar dalam masa kecilnya.

Ibu Gandhi pula yang mengajarkan untuk tidak makan daging, melatihnya berpuasa secara teratur, menjalani hidup bersih serta penyucian diri, menghormati sumpah, dan yang terpenting meyakini Ahimsa, yaitu prinsip untuk tidak melukai makhluk hidup. Gandhi juga melatih kesabarannya dan keluhuran budi pekerti. Secara pribadi, dia pun melatih kemampuannya untuk berdiplomasi dan meningkatkan kompetensi sebagai manusia.

Kemampuannya sudah terlihat sejak kanak-kanak. Mulai dari sikapnya untuk jujur dan memegang teguh prinsip. Ketika usianya menginjak 13 tahun, dia dinikahkan, namun Gandhi tidak berhenti sekolah.

Keinginannya untuk terus sekolah membuat dia memutuskan untuk berangkat ke Inggris. Saat itu ibundanya tidak setuju, namun berkat desakan keluarga, Gandhi pun berangkat ke Inggris dan menuntut ilmu hukum. Tahun 1891 Gandhi kembali ke India, namun ibu yang teramat dihormatinya ternyata sudah tiada.

Tekad Laksana Baja

Tahun 1893 Gandhi mendapat penugasan pertamanya ke Afrika. Dia bertugas di Afrika Selatan selama setahun. Setelah mendaftarkan diri sebagai pengacara pengadilan, tidak perlu waktu lama baginya untuk berkembang.

Gandhi menggembleng dirinya sendiri di Afrika. Dia memperjuangkan kesetaraan hak bagi warga India yang mengalami diskiriminasi, serupa dengan warga Afrika lain. Akibatnya, Gandhi harus keluar masuk bui. Gandhi meneruskan sepak terjangnya di Afrika Selatan dan hal itu berlangsung sampai 21 tahun. Dia juga melatih kepemimpinannya di dunia politik. Konsep Satyagraha atau konsep kebenaran yang teguh mengkristal dan menguatkan hatinya.

Pada usia yang ke-37 tahun merupakan masa paling monumental bagi Gandhi karena dia pertama kali mengucapkan sumpah bahwa dirinya siap untuk hidup miskin, selibat, dan tidak akan makan daging.

Gandhi dan Perjuangan Kemerdekaan India

Sepak terjang Gandhi di Afrika sampai terdengar di negara asalnya. Dia direkrut sebagai salah satu petinggi sebuah Partai India yang memperjuangkan nasib warga India. Figurnya yang kokoh dan kuat hati membuat banyak orang mengikuti jalannya. Desakan Gandhi yang menggunakan cara non kekerasan berhasil membawa India menuju kemerdekaannya. Namun sayang, India terpecah menjadi dua wilayah yaitu India dan Pakistan.

Mati di Ujung Peluru

Setelah kemerdekaan India, Gandhi ditawari untuk menduduki kursi parlemen di pemerintahan, namun dia menolak. Gandhi lebih memilih cara hidupnya yang lama, berbaur dengan rakyat miskin dan tetap menjadi politisi.

Saat itu terjadi perang saudara yang membuat Gandhi melakukan protes keras dengan jalan berpuasa. Usahanya berhasil membuahkan perdamaian. Sayang, puasa memang tidak merenggut nyawanya, namun sebutir peluru panas membunuhnya. Peluru itu ditembakkan oleh seorang fanatik perjuangan India yang tidak setuju bila India terpecah menjadi dua.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Definisi Peradaban dan Kebudayaan Mesir Kuno
  • Sejarah Perjuangan Irian Barat yang Panjang dan Berliku
  • Paganisme dan Periodisasi Peradaban Awal Masyarakat Indonesia
  • Fakta Sekitar Perjanjian Renville
  • Mengintip Sejarah Atlantis
  • Akankah Keroncong Perjuangan Lahir Kembali?
  • Sumbangsih Peradaban Cina Terhadap Peradaban Manusia
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA