Mahkota Dewa - Khasiat dan Pemanfaatannya
Ilustrasi mahkota dewa
Artikel ini akan membahas seputar mahkota dewa dan khasiat mahkota dewa untuk pengobatan. Sejak zaman dahulu kala, sebelum ditemukannya pengobatan yang modern, nenek moyang kita telah menggunakan tumbuhan-tumbuhan sebagai obat. Mungkin Anda masih ingat, ketika masih kecil orangtua kita membuatkan obat batuk dari perasan jeruk nipis dan kecap. Racikan obat yang sederhana, namun ternyata hingga saat ini masih banyak orang yang menggunakannya karena cukup manjur mengobati sakit batuk.
Salah satu tumbuhan yang juga memiliki khasiat sebagai obat adalah tanaman mahkota dewa. Nama yang unik karena tidak mengesankan nama tanaman. Namun demikian, mengingat begitu banyaknya khasiat yang dimiliki mahkota dewa ini, maka tak heran jika diberi nama demikian.
Karakteristik Tanaman Mahkota Dewa
Mahkota dewa atau nama latinnya phaleria macrocarpa, menurut beberapa sumber berasal dari Papua/Irian Jaya. Di beberapa daerah di nusantara biasa juga disebut makuto dewo atau makuto rojo. Di daerah Banten, Jawa Barat, biasa disebut raja obat karena khasiatnya yang bisa menyembuhkan beberapa penyakit.
Mahkota dewa sebetulnya biasa ditanam sebagai tanaman peneduh. Dengan tinggi tidak lebih dari 3 meter, mahkota dewa memiliki buah yang berwarna merah menyala, tumbuh dari batang utama hingga ranting.
Ciri-ciri pada daun mahkota dewa adalah berbentuk menyirip, permukaan daun licin, dan tidak berbulu. Bunganya berwarna putih, berbau harum, dan ukurannya kecil. Buah mahkota dewa berbentuk bulat dan jika sudah masak berwarna merah serta hijau jika masih muda. Daging buah berwarna putih, berair dan berserat. Adapun bijinya berbentuk lonjong.
Zat yang Terkandung dalam Mahkota Dewa dan Khasiatnya
Bagian tanaman mahkota dewa yaitu daun, mengandung antihistamin, alkaloid, saponin, dan polifenol. Sedangkan kulit buahnya mengandung alkaloid, saponin, dan flavonoid. Zat alkanoid, tannin, flavonoid, minyak atsiri, dan sterol terkandung pada kulit buahnya.
Alkaloid bersifat detoksifikasi yang dapat menetralisir racun dalam tubuh. Saponin berguna sebagai anti virus dan bakteri, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas, dan mengurangi kadar gula darah dalam tubuh.
Flavonoid bersifat melancarkan darah ke seluruh tubuh serta mencegah penyumbatan darah, mengurangi kolesterol dan penimbunan lemak pada dinding pembulu darah, anti inflamasi atau anti radang, juga mencegah penyakit jantung koroner.
Polifenol berfungsi sebagai antihistamin atau anti alergi. Karena kandungan zat-zat itulah, maka buah mahkota dewa berkhasiat untuk mengobati kanker, anti tumor, antidisentri, dapat mengatasi penyakit diabetes mellitus, darah tinggi, reumatik, hipertensi, dan asam urat. Daun dan kulit buah mahkota dewa berkhasiat mengobati berbagai penyakit kulit seperti jerawat, eksim, gatal-gatal, hingga psoriasis. Beberapa penelitian menyatakan bahwa batang pohon mahkota dewa ternyata juga bermanfaat untuk menyembuhkan kanker tulang.
Pemanfaatan Mahkota Dewa sebagai Obat
Bagian tanaman mahkota dewa yang digunakan sebagai obat adalah daun, daging, dan kulit buahnya. Daun dan kulit buah dapat digunakan segar atau dikeringkan terlebih dahulu. Pengobatan menggunakan buah mahkota dewa harus dikeringkan sebelum dikonumsi.
Caranya adalah pilih buah mahkota dewa yang sudah matang dan berwarna merah marun. Secara fisik, buah yang dipilih harus tampak cerah, segar, dan tidak cacat. Cara pembuatannya, buah disortir terlebih dahulu. Sisihkan buah yang tampak segar dan tidak cacat, kemudian dicuci dengan air hingga bersih. Pisahkan buah dengan bijinya dengan cara membelah utuh buah, namun bijinya jangan sampai terpotong.
Setelah terpisah dari bijinya, iris tipis-tipis buah mengikuti seratnya. Keringkan buah mahkota dewa dengan menggunakan oven 40-50ºC selama 24 jam. Kemas buah mahkota dewa yang sudah kering di dalam kemasan plastik bersih.
Meskipun mahkota dewa memiliki banyak kandungan zat yang berguna untuk menyembuhkan penyakit, namun agar khasiatnya semakin kuat, maka dicampurkan dengan tanaman lainnya. Berikut contoh pengolahan buah mahkota dewa dari berbagai sumber.
Mahkota Dewa - Mengobati Kanker dan Tumor
Siapkan bahan-bahan seperti 5 gram daging buah mahkota dewa kering, 10 gram sambiloto kering, 15 gram temu putih, dan 15 gram cakar ayam kering. Cuci bersih semua bahan, kemudian rebus dalam 5 gelas air hingga tersisa sebanyak 3 gelas air. Tunggu sampai air dingin, kemudian disaring. Diminum sebanyak 3 kali sehari 1 jam sebelum makan, masing-masing sebanyak 1 gelas.
Mahkota Dewa - Menyembuhkan Penyakit Gula atau Diabetes Melitus
Gunakan 5-6 daging buah mahkota dewa, lalu iris tipis dan cuci bersih. Rebus dengan 5 gelas air hingga tersisa sebanyak 3 gelas. Tunggu sampai dingin, kemudian di saring. Aturan minum 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas. Sebaiknya diminum 1 jam sebelum makan.
Mahkota Dewa - Menyembuhkan Rematik dan Asam Urat
Sediakan 5 gram daging buah mahkota dewa, 15 gram akar sidaguri, dan 10 gram sambiloto kering. Cucu kering hingga bersih. Semua bahan direbus dalam 5 gelas air hingga tersisa sebanyak 3 gelas air. Tunggu hingga dingin, kemudian disaring. Dianjurkan minum 3 kali sehari, masing-masing 1gelas.
Dalam proses pengobatan kanker dan penyakit serius lainnya, jangan kaget jika penderita akan mengalami efek panas dingin sampai mengeluarkan gumpalan darah berbau agak busuk. Itu merupakan bagian dari detoksifikasi atau proses dibuangnya racun-racun dari dalam tubuh.
Sebenarnya belum diketahui secara pasti dosis efektif yang aman dan bermanfaat untuk penggunaan obat mahkota dewa itu sendiri. Sebagai pengobatan, gunakan beberapa irisan buah (tanpa biji). Tambah dosis sedikit demi sedikit dalam beberapa hari.
Untuk mengobati penyakit yang cukup parah, pemakaian porsinya kadang harus lebih besar untuk mendapatkan manfaat penyembuhan. Jika muncul gejala keracunan, kurangi dosis atau hentikan seketika. Jika bermanfaat menyembuhkan penyakit, namun tidak aman karena beracun, sebaiknya tidak digunakan. Harus dipikirkan kembali timbulnya keracunan akut atau kronis yang mungkin saja terjadi.
Perlu Anda ketahui bahwa bagian biji dari buah mahkota dewa ternyata beracun. Jika buahnya dimakan langsung dapat mengakibatkan mulut bengkak, sariawan, mabuk, kejang, bahkan sampai pingsan. Jika Anda terlanjur meminum air mahkota dewa sehingga mengalami kantuk atau mabuk, jangan panik. Minum air sebanyak-banyaknya sehingga efek mabuk atau kantuk hilang.
Menggunakan mahkota dewa sebagai obat dengan dosis yang berlebihan dalam jangka waktu panjang akan menimbulkan efek samping, yaitu sakit kepala kronis. Mahkota dewa juga dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil karena kandungan zatnya dapat mengakibatkan kontraksi pada rahim sehingga membahayakan kehamilan yang masih muda.
Mahkota Dewa Diolah Menjadi Teh
Semakin diliriknya mahkota dewa sebagai alternatif penyembuhan, maka dihasilkanlah terobosan-terobosan baru pada pengolahan dan pengemasannya. Saat ini, Anda dapat menggunakan mahkota dewa dalam bentuk teh. Manfaatnya tidak hanya untuk pengobatan, namun juga sebagai pencegahan penyakit. Racikan teh ini bahan dasarnya tidak hanya mahkota dewa, namun juga daun teh hijau, benalu teh, dan sirih merah.
Mahkota dewa dalam bentuk teh sangat aman dan higienis, tidak mengandung zat pengawet dan zat tambahan kimia lainnya. Hal ini berdasarkan hasil uji tes laboratorium beberapa universitas ternama di Indonesia. Satu hal yang tak kalah penting adalah ketika Anda mengkonsumsi mahkota dewa sebagai obat, para herbalis menganjurkan pasien untuk menyugesti dirinya bahwa obat yang dimunim manjur. Selain itu, jangan lupa berdoa kepada Allah Swt agar diberi kesembuhan dan tetap rutin mengunjungi dokter untuk mengetahui perkembangan kesehatan kita.

