Memilih Mainan Anak-anak
Ilustrasi mainan anak-anak
Bagi para orang tua, memberikan mainan anak-anak untuk buah hati mereka barangkali sudah menjadi sebuah keharusan. Hal ini dilandasi dengan adanya keinginan untuk membahagiakan putra putri yang mereka sayangi. Sehingga, seringkali kita melihat seorang anak yang memiliki koleksi mainan dalam jumlah yang sangat banyak dan memerlukan tempat khusus untuk menyimpannnya.
Merupakan hal yang manusiawi bagi para orang tua, yang akan merasa bahagia jika melihat buah hati mereka gembira bermain dengan mainan anak-anak yang mereka miliki. Apalagi, banyak orang tua yang memiliki kepercayaan, bahwa dengan menciptakan kegembiraan pada seorang anak akan berpengaruh pada kesehatan dan proses tumbuh kembang dari anak yang bersangkutan.
Namun para orang tua tidak boleh melupakan hal yang penting dalam memilihkan jenis mainan bagi anak-anak mereka. karena kesalahan memilih jenis mainan bagi putra putri kesayangannya, akan berdampak pada perkembangan seorang anak tersebut.
Orang tua yang bijak, akan mengedepankan nilai manfaat yang bisa diperoleh pada sang anak ketika mereka hendak membeli mainan anak-anak. Yang paling penting diingat adalah, bahwa apapun jenis permainan yang akan dipilih, harus bisa memberikan nilai pendidikan yang bersifat positif bagi anak. Hal ini penting sebagai upaya untuk merangsang anak memaksimalkan kemampuan intelektual dan juga intelejensia yang mereka miliki.
Jika ini yang dilakukan para orang tua, secara tidak langsung mereka akan mengajarkan seorang anak untuk terbiasa berpikir saat bermain. Sehingga, pada nantinya mereka mampu tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas dan memiliki daya kreativitas yang baik. Namun yang lebih utama adalah, dengan media mainan tersebut seorang anak mampu mengoptimalkan potensi yang mereka miliki sesuai dengan usia mereka.
Oleh karena itu, memperhatikan usia seorang anak merupakan hal yang mutlak bagi para orang tua saat hendak membeli mainan anak-anak. Hal ini untuk menghindari seorang anak bermain sebuah alat permainan yang tidak sesuai dengan usia yang mereka miliki.
Untuk anak yang berusia di bawah lima tahun, biasanya orang tua lebih cenderung untuk memilih jenis mainan seperti boneka atau mobil-mobilan. Sebab, kedua jenis permainan tersebut dinilai tidak memiliki potensi yang membahayakan bagi sang anak yang tingkat pemahamannya akan sesuatu masih terbatas.
Jangan sampai Anda memilih jenis permainan yang bersifat membahayakan untuk anak usia balita. Misalnya memilih jenis mainan yang mampu melukai atau membahayakan jiwa. Misalnya memberikan mainan berupa pistol mainan atau replika benda tajam. Sebab, hal ini selain bisa membahayakan secara fisik juga akan mendorong kejiwaan seorang anak untuk tumbuh menjadi seorang anak yang akrab dengan pendekatan kekerasan.
Jika ini dibiarkan, seorang anak akan terbiasa menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi dengan pendekatan fisik daripada mengedepankan kemampuan otak. Pun, anak yang diberikan mainan seperti ini biasanya cenderung memiliki tingkat emosi yang lebih labil dan intelektualitasnya lebih rendah daripada anak yang dibiasakan bermain dengan mainan yang bersifat edukatif .
Akan lebih baik jika para orang tua lebih memilihkan jenis permainan yang bisa merangsang perkembangan otak dan kejiwaan seorang anak. Dengan demikian, pada nantinya anak tersebut akan terbiasa untuk mengedepankan pemikiran dan akal sehat pada saat mereka menghadapi masalah. Di sisi lain, tingkat emosi seorang anak yang diberikan permainan edukatif ini cenderung lebih stabil daripada anak yang diberikan permainan seperti alat-alat perang atau replika benda tajam.
Jenis permainan yang bersifat mendidik dan bisa dipilih untuk anak adalah permainan yang mengandung unsur lingkungan. Seperti permainan hewan, bunga, angka atau juga huruf. Dengan permainan seperti ini, seorang anak akan diajarkan untuk mengenal lingkungan mereka dan diajarkan untuk mulai menggunakan memori mereka untuk mengingat sesuatu.
Permainan seperti ini bermanfaat bagi anak yang baru akan masuk ke lingkungan pergaulan di luar rumah. Sebab, anak akan memiliki bekal pengetahuan yang cukup, sehingga mereka tidak akan merasa asing terhadap kehidupan di sekitarnya khususnya yang berasal dari luar rumah. Secara tidak langsung, hal ini akan melatih keberanian seorang anak untuk beradaptasi dengan lingkungan di luar orang tuanya.
Di sisi lain, memberikan mainan anak-anak yang berisi pengenalan lingkungan ini akan membiasakan seorang anak untuk belajar. Sehingga ketika mereka mulai duduk di bangku sekolah, tidak lagi merasa asing dengan kewajiban mereka yaitu belajar.
Sedangkan jenis permainan bagi anak yang sudah masuk usia sekolah, sebaiknya dipilihkan permainan yang mampu menimbulkan proses interaksi dengan orang lain. Salah satunya adalah permainan monopoli. Permainan ini dinilai paling tepat dimainkan untuk anak yang sedang berusaha masuk ke dalam sebuah lingkungan pertemanan di usia awal sekolah.
Mengapa monopoli? Sebab jenis permainan ini menuntut adanya interaksi dengan orang lain dalam proses memainkannya. Dengan demikian, seorang anak akan bisa beljar berinteraksi dengan rekan bermainnya.
Di sisi lain, dengan aturan yang diterapkan dalam permainan monopoli ini, seorang anak akan mulai terbiasa belajar menghitung. Demikian pula dengan beberapa peraturan sosial yang biasa diterapkan, bisa mereka ketahui dari permainan monopoli ini. Secara tidak langsung, anak akan belajar mengenai hal-hal yang bersifat boleh dilakukan dan dilarang untuk dilakukan.
Pun, pendidikan kejujuran bisa didapatkan dari permainan monopoli ini. Sebab, dalam permainan monopoli ini seorang anak harus bermain dengan jujur, karena mereka akan berinteraksi dengan bank dalam permainan monopoli.
Dengan memberikan jenis permainan yang tepat bagi anak-anak kita, niscaya kita bukan hanya bisa mendapatkan kebahagiaan dengan melihat anak-anak gembira bermain. Namun, lebih jauh kita bisa mendapatkan manfaat yaitu memberikan dasar pembelajaran pada anak mengenai sesuatu tanpa harus disampaikan secara formal.
Memilih Permainan Anak
Meski demikian, untuk menghidari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, kiranya kita perlu memiliki pengetahuan yang cukup untuk memilih jenis mainan anak-anak yang tepat. Sebab, tidak sedikit dari beraneka macam jenis mainan yang beredar di pasar secara bebas, mengandung komponen yang membahayakan bagi kesehatan anak-anak yang kita sayangi tersebut.
Untuk itu, dalam memilih dan membeli mainan, orang tua harus bersikap :
- Membaca label secara teliti.
Jangan menyepelekan masalah label ini, karena label berfungsi untuk menjelaskan mengenai cara penggunaan mainan serta ditujukan untuk usia berapa mainan tersebut. Hal ini sangat penting untuk mencegah kita membeli mainan untuk usia yang tidak tepat. Ironisnya, masih banyak jenis mainan yang tidak disertai label, atau juga diberi label namun tanpa menggunakan bahasa Indonesia sehingga cukup menyulitkan pemahamannya bagi sebagian kalangan.
- Harga mahal Bukan Jaminan keamanan
Tidak ada yang menjamin, mainan yang berharga mahal bebas dari zat yang membahayakan. Sebab, dari berbagai penelitian ditemukan fakta bahwa ada beberapa mainan yang berharga mahal mengandung zat-zat yang membayakan bagi kesehatan anak.
- Memeriksa fisik mainan
Hindari membeli mainan yang memiliki bentuk fisik runcing atau tajam. Selain itu, apabila mainan terbuat dari kayu, harus diperiksa apakah ada serat yang membahayakan atau terdapat bagian paku yang tidak sempurna pemasangannya agar tidak membahayakan sang anak saat bermain.

