Mainan Tradisional

Sekarang ini di perkotaan terutama mulai jarang ditemukan mainan-mainan tradisional karena mulai banyak anak-anak yang lebih akrab dengan mainan modern seperti video games.
Padahal mainan tradisional memiliki manfaat yang tak kalah banyaknya dari mainan elektronik atau modern itu. Mainan-mainan tradisional biasanya memakai bahan baku yang mudah ditemukan di alam dan juga murah.
Misalnya mainan dari kayu, bambu, batu, dan bahan-bahan alami lainnya. berbagai daerah di Indonesia memiliki mainan-mainan tradisionalnya sendiri, yang menunjukkan keragaman budaya dan sumber daya alam Indonesia yang sangat indah.
Masihkah Anda ingat permainan gobak sodor, batu tujuh, congklak, daken atau bola bekel, kelereng dan banyak lagi permainan juga mainan tradisional lainnya?
Bagi kita yang lahir pada akhir tahun 1970-an atau 1980-an agaknya masih sempat memainkannya. Tetapi bagi generasi anak muda Indonesia yang lahir tahun 1990-an awal dan seterusnya mungkin sudah jarang atau tidak tahu mainan-mainan di atas itu.
Mainan tradisional harusnya ditumbuhkan kembali karena berbagai manfaat yang bisa didapatkan oleh anak-anak yang memainkannya. Misalnya rasa persaudaraan yang tumbuh, sportivitas, kreativitas dan olah fisik yang jarang didapatkan dari mainan modern sekarang.






