logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Pekerjaan & Karir    Motivasi    Motivasi Organisasi

Tempo, Salah Satu Contoh Majalah Sukses Indonesia


Ilustrasi majalah sukses

Berbicara Tempo berarti berbicara kontroversi. Sederet kontroversi mengiringi lika-liku Tempo. Misal kasus Tomy Winata, rekening "gendut" Polri, dst. Namun justru dari pro kontra tersebut nama majalah Tempo kian melambung tinggi. Hingga beberapa orang mencap majalah Tempo adalah majalah sukses.

Goenawan Mohamad

Kehadiran Tempo tidak lepas dari tangan dingin Goenawan Mohamad (GM). Tokoh sepuh ini yang berperan besar membuat Tempo mampu survive di setiap masa. Kemampuan jurnalistik GM ditunjang visi politik. Maka di era Orba, Tempo dianggap musuh.

Tiap tulisan yang tergores dianggap pembangkangan. Majalah Tempo terkenal dengan jurnalisme investigasi. Fokus liputan dibeberkan secara mendetail meski menyeret petinggi kekuasaan. Majalah Tempo kerap menuai ancaman dari sana sini. Membongkar aib kekuasaan berarti melawan mainstream. Kala itu, masa dunia jurnalistik yang belum bebas. Pembredelan jadi jalan untuk membungkam suara majalah Tempo.

Tanggapan Pembaca

Berdasarkan hasil riset Pusat Data Analisa Tempo (PDAT) pada tahun 2001 yang membagi segmen pembaca kepada tiga kategori yaitu rata-rata pendapatan tiap bulan, umur, dan tingkat pendidikan, umumnya pembaca Tempo adalah kalangan menengah ke atas.

Analisis penulis hal ini disebabkan bahasa jurnalisme Tempo yang tidak menghentikan diri dari penulisan dengan gaya feature tinggi. Memiliki kata kata idiom, dan kata kata serapan yang harus di dijinakkan oleh pembaca berpengalaman, yang dalam hal ini tentu saja, mereka yang sudah terbiasa di bawah tekanan dan kesuksesan. (Sumber, Puasat Data Analisa Tempo, 2001).

Walaupun pembaca Tempo relatif kecil - majalah ini dicetak 190.000 kopi pada masa jayanya - pengaruhnya jauh lebih besar daripada jumlah itu. Bagi kalangan intelektual elite Jakarta, Tempo adalah seperti yang dirujuk oleh Arief Budiman-semacam "ruang" tempat para penulis bisa berdiskusi dengan, relatif, bebas. Untuk rakyat biasa, Tempo adalah suatu penanda status kelas menengah, suatu simbol keberhasilan, dan simbol rasa ikut memiliki dari sepilihan pembaca atas satu-satunya majalah Indonesia yang berkelas dunia. Kenyataan bahwa sebuah majalah seperti ini bisa ditutup tidak pernah terpikirkan (Steele, dalam Tempo, 1 April 2001).

Kontroversi

Di era reformasi, majalah Tempo kembali menuai kontroversi. Misalnya, kasus rekening "gendut" Polri. Saat itu, majalah Tempo menampilkan ilustrasi karikatur di cover depan yang tendensius. Para petinggi Polri tersinggung. Bahkan, berniat untuk memidanakan cover tersebut. Bahkan, majalah Tempo ludes di pasaran.

Disinyalir ada pihak yang memborong habis majalah tersebut agar publik tidak kebagian membaca. Lain lagi kasus Tomy Winata. Majalah Tempo diadukan terkait pencemaran nama baik. Para preman pun menyambangi redaksi majalah Tempo. Kabar terakhir menyebut kasus ini diselasaikan lewat cara damai.

Majalah Sukses

Keberhasilan majalah Tempo untuk survive di segala zaman membuktikan pengelolaan yang mumpuni. Bertahan di tengah ancaman fisik dan psikis tidak mudah. Jika tidak kuat, mental dan moral sudah habis. Core bisnis dari majalah bukan keterkenalan. Tapi, prinsip jurnalistik yang mesti dijalankan.

Label majalah sukses atau tidak bersifat relatif. Namun harus diakui majalah Tempo adalah majalah hebat. Tidak menjual sensasi semata namun juga sisi substansi. Pengulasan majalah Tempo diakui salah satu terbaik di industri jurnalistik Indonesia.

Kesuksesan Distribusi

Dari data Rositin (2003 ). Tempo saat ini merupakan majalah yang berkembang tidak hanya di Indonesia. Di setiap provisinya, namun mampu menembus pangsa pasar luar negeri. Seperti Arab Saudi, Australia, Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Inggris, Singapura, Malaysia, dan sebagian Jerman. Keadaan ini yang ingin dipertahankan oleh menejemen perusahaan Tempo segmen pasar ini yang menjadikan Tempo mampu berperan tidak sebagai majalah berita mingguan yang komersil.

Hal ini dibuktikan dengan keberadaan iklan yang walupun sangat penting namun keberadaanya jarang dan hanya mencapai 35% dari keseluruhan isi majalah. Itu pun Tempo banyak juga menampilkan iklan layanan masyarakat yang berasal dari masyarakat sendiri maupun lembaga pemerintahan. Tempo sempat menerima penghargaan dari pemerintah untuk prestasinya tersebut.

Distribusi dan pemasaran Tempo untuk daerah Bandung dan Jawa Barat umumnya sejak dahulu mempunyai angka yang tidak jauh berbeda dengan Jakarta, dan kota-kota besar di Indonesia umumnya. Semua itu dikarenakan Tempo, cukup aktif melakukan perbaikan salah satunya jadwal terbit dan kelancaran distribusi yang pernah menjadi suatu hambatan pemasaran di Jawa Barat.

Oplah terus meningkat dari hanya 20.000 eksemplar pada nomer perdana diseluruh Indonesia hingga pada tahun 1998 mencapai 150.000 eksemplar pada 250 agen di seluruh Indonesia. Di Bandung menurut data agen terbesar Alphabet, tahun 2000 tercatat kurang lebih 1320 pelanggan tetap, dengan agka terbesar di Bandung Utara yaitu mencapai sekitar 300 pelanggan (Agen Alphabet, Tempo/Kecap Dapur, htm/1998).

Rubrik Pilihan Pembaca

Dari sekian banyak rubrik yang ada, berdasarkan nilai survai tahun 1973 dan tahun 1983, rubrik yang paling diminati pembaca adalah "Pojok dan Tokoh". Sedangkan dari hasil survei tahun 1985, rubrik yang paling diminati berubah menjadi rubrik "Nasional." Akhirnya, berdasarkan hasil survei yang dilakukan. Tempo menghilangkan beberapa rubrik.

Beberapa rubrik yang dihilangkan tersebut, antara lain, rubik "Kota", "Daerah", "Ilustrasi" dan "Desa". Sebagai gantinya, yaitu rubrik "Selingan", "Lingkungan", "Wawancara". Rubrik-rubrik di Majalah Tempo itu diklasifikasikan berdasarkan sifat isinya. . Rubrik-rubrik Tempo tersebut diuraikan sebagai berikut (Tempo/Kecap/Index, htm, Karni Ilyas, 1998).:

  1. Agama Rubrik ini tampil sejak kemunculan Tempo. Bukan bertujuan untuk dakwah, tetapi lebih berfungsi sebagai saran pemberian informasi mengenai soal keagamaan dan ha-hal yang terikat dengannya, termasuk masalah yang unik dan relevan bagi masyarakat.
  2. Buku Rubrik buku yang memuat informasi mengenai buku-buku yang beredar di pasaran dengan tujuan untuk menumbuhkan minat baca masyarakat. Buku yamg dimaksud adalah buku yang dinilai memiliki kualitas baik dari segi isi maupun pengarang dan disertai keterangan tahun terbitnya.
  3. Ekonomi dan Bisnis Rubrik ekonomi dan bisnis memuat berita-berita menarik seputar topik hangat yang sedang dibicarakan oleh para pakar bisnis atau pun tentang cara-cara menyelasaikan sistem manajerial . Jadi, Tempo tidak hanya mengulas berita-berita ekonomi dan bisnis yang menjadi pembicaraan masyarakat luas, tetapi juga bicara tentang profil pengusaha dan perusahaan serta kunci kesuksesan mereka.
  4. Hukum hampir setiap hari peradilan di berbagai kota di Indonesia menggelar persidangan. Tetapi Tempo sengaja memilih berita-berita unik dan yang mempengaruhi perkembangan hukum di Indonesia.
  5. Ilmu dan Tekhnologi Di bidang ini, Tempo hanya membahas mengenai penemuan-penemuan baru yang luar biasa baik dari dalam maupun luar negeri yang berpengaruh terhadap perkembangan ilmu dan tekhnologi di dunia.
  6. Luar Negeri Wartawan Tempo biasnya dikirim langsung ke tempat kejadian pada rubrik ini, Tempo menitikberatkan pada maslah Ekonomi, Politik dan juga berita-berita yang unsur Humaan Interset nya tinggi.
  7. Nasional Rubrik nasional seringkali dianggap sebagai rubrik politik oleh pembacanya. Padahal, berita apa saja yang menyangkut kehidupan bangsa akan diuraikan secara lengkap pada rubrik ini.
  8. Pendidikan Semua kebijaksanaan dibidang pendidikan, yang sifatnya mendasar pasti dimuat dalam rubrik ini. Tapi bukan hanya sebatas itu, masalah lainnya seperti cerita inisiatif seorang pelajar yang mengadakan angket seks pun bisa saja dimuat.
  9. Pokok dan Tokoh tidak semua orang melakukan hal unik baik dijadikan berita dalam rubrik ini. Pertimbangan utmanya adalah bahwa tokoh itu adalah orang yang dikenal luas masyarakat atau seseorang yang melakukan perbuatan yang luar biasa.
  10. Indonesiana, rubrik unik berisi kisah kisah orang Indonesia.
  11. Catatan Pinggir atau Caping merupakan senjata utama Tempo, yang memang berisikan 'dari redaksi' yang khas berisi renungan pendirinya, Goenawan Mohamad. Menegaskan Tempo sebagai salah satu majalah sukses yang memiliki icon sendiri sekelas kolumnis Newyorker Hunter S. Thompson.
Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Program Kerja Menghasilkan Efektivitas dalam Pekerjaan
  • Definisi Budaya Organisasi dan Unsur-unsurnya
  • Membongkar Mitos Etos Kerja
  • Serba-Serbi Motivasi Kerja
  • Kesuksesan Garuda Food - Perjuangan Seorang Pejuang
  • Pengaruh Motivasi Terhadap Prestasi Kerja, Teori Kinlaw
  • Memajukan Perusahaan melalui Penilaian Prestasi Kerja
  • Mengenal Disiplin Teknik Industri
  • Atasi Kondisi Jenuh Bekerja
  • Meningkatkan Kinerja Karyawan
  • Cara Membuat Kuesioner Prestasi Kerja
  • Meneladani Tipe Kepemimpinan Rasulullah
  • Mengenal Manajemen Strategi
  • Budaya Kerja Organisasi dalam Perusahaan
  • Mutu Pemimpin dalam Suatu Tim
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA