logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Bahasa    Pelajaran Bahasa

Berbagai Majas dan Contohnya


Ilustrasi majas dan contohnya

Dalam berkomunikasi baik lisan maupun tertulis, seringkali kita menggunakan ragam bahasa atau gaya bahasa yang berbeda untuk menyampaikan apa yang kita rasakan. Ragam bahasa inilah yang disebut dengan majas. Dalam bahasa tulis, majas biasanya digunakan untuk memperindah suatu karya tulis, terutama puisi. Majas sendiri dibagi menjadi berbagai macam jenis. Dan sebagian dari kita, mungkin banyak yang tidak tahu tentang majas itu sendiri, padahal seringkali menggunakannya. Untuk mengetahui tentang berbagai [kwd] majas dan contohnya [/kwd, kita bahas bersama-sama.

Majas Personifikasi

Majas Personifikasi adalah ragam bahasa yang menyerupakan tingkah laku sebuah benda, tumbuhan, ataupun binatang dengan tingkah laku manusia. Majas ini bersifat menunjukkan keindahan atas suatu kejadian agar lebih enak untuk dinikmati.
Contoh dari majas personifikasi ini adalah :

“Siang hari ini mendung. Matahari malu-malu menampakkan diri dan bersembunyi di balik awan.”
Dalam hal ini, majas dan contohnya sebagai berikut, matahari yang merupakan sebuah benda, diserupakan tingkahnya seperti manusia yaitu dengan tingkah malu. Padahal kita semua tahu bahwa matahari tidak mungkin mempunyai sifat malu tersebut. Kemudian bersembunyi juga merupakan majas personifikasi karena tidak mungkin matahari bisa bersembunyi di balik awan. Kejadian matahari yang berada di balik awan tersebut bukanlah kemauan dari matahari, tetapi karena kejadian alam.

Majas Metafora
Majas Metafora adalah ragam bahasa yang membandingkan sebuah benda dengan benda lain yang mempunyai kemiripan sifat ataupun mempunyai sifat yang sama.
Majas dan contohnya dari majas metafora ini adalah :

“Siang hari ini mendung karena sang raja siang tertutup awan.” Atau, “Angin menyerang merangsek menjadi bagian bala tentara Tuhan, menghabisi yang melewatinya.”
Dalam contoh pertama tersebut, matahari diganti dengan sebutan raja siang. Metafora di sini adalah dengan membandingkan matahari dengan seorang raja. Raja mempunyai kekuasaan penuh atas rakyatnya, begitu juga dengan matahari yang berkuasa pada siang hari.

Alegori
Majas Alegori adalah ragam bahasa yang membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain dengan utuh. Biasanya dalam penggunaan majas ini, kalimat tersebut terdapat hal yang dibandingkan dengan sesuatu yang dijadikan bandingannya.
Majas dan contohnya dari Majas Alegori ini adalah :

“Kehidupan rumah tangganya seperti air danau yang tenang, bening, dan sejuk serta memberikan kesegaran bagi siapapun yang meminumnya.” 
Dalam contoh tersebut, kehidupan rumah tangga dibandingkan dengan air danau dan ditulis dua-duanya dalam kalimat tersebut. Kehidupan rumah tangga = hal yang dibandingkan, air danau = hal yang dijadikan bandingannya.

Majas Hiperbola
Majas Hiperbola adalah ragam bahasa yang melebih-lebihkan suatu kejadian sehingga terlihat tidak masuk akal.
Majas dan contohnya dari majas hiperbola ini adalah :

“Larinya secepat kilat.” Atau “Jangankan sepiring, sebakul pun saya makan.” Atau, “Wajahnya tampan bersinar sinar seperti petromak tempel.”
Dalam contoh pertama tersebut digambarkan seorang yang berlari sangat cepat. Jadi tidak masuk akal ketika larinya secepat kilat karena alam kenyataan sehari-hari, tidak mungkin ditemui orang yang bisa berlari secepat kilat.

Majas Litotes
Majas Litotes adalah ragam bahasa yang membandingkan sebuah benda dengan benda lain yang lebih rendah kualitasnya dengan tujuan untuk merendahkan diri sendiri.
Majas dan contohnya dari majas litotes ini adalah:

“Silahkan makan walaupun dengan sambal.” Atau, “Selamat datang di gubuk derita saya.”
Biasanya kalimat dalam contoh pertama tersebut dipakai untuk mempersilahkan tamu makan. Dalam kenyataannya, tidak mungkin tamu tersebut hanya dihidangkan nasi menggunakan sambal akan tetapi pasti dihidangkan dengan lauk pauk. Kata sambal di sini kualitasnya lebih rendah dari lauk pauk yang sebenarnya dihidangkan.

Majas Ironi
Majas ironi adalah ragam bahasa yang memberitahu hal sebaliknya dengan tujuan menyindir.
Majas dan contohnya dari majas ironi ini adalah :

“Rajin sekali kamu! Jam segini baru berangkat.” Atau ini yang paling asyik. “Negeri ini memang harus menaikan harga BBM karena kita miskin, dan kemiskinan itu dicontohkan oleh presidennya yang hidup sederhana, pesta pernikahan anaknya begitu sederhana, sampai harus pesta besar besaran.”
Dalam contoh pertama tersebut, kata rajin adalah kebalikan dari telat. Kata rajin digunakan sebagai sindiran karena seorang yang sudah telat. Ketika contoh kalimatnya diubah menjadi “Rajin sekali kamu. Jam segini sudah berangkat.” kalimat tersebut tidak lagi menjadi majas ironi, karena ada keterangan kata sudah yang menunjukkan bahwa memang orang tersebut datang lebih awal.

Majas Eufimisme
Majas Eufimisme adalah ragam bahasa yang bermaksud mengganti suatu istilah agar lebih sopan.
Majas dan contohnya dari majas eufimisme adalah

“Dia adalah seorang tuna netra.”
Dalam contoh tersebut, tuna netra adalah pengganti kata buta. Tuna netra merupakan majas eufimisme karena menggantikan istilah buta yang dianggap terlalu kasar.

Majas Pleonasme
Majas Pleonasme adalah ragam bahasa yang menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak perlu. Tujuan dari majas ini adalah sebagai penegasan tentang suatu kejadian.
Majas dan contohnya dari majas pleonasme adalah

“Budi jatuh ke bawah saat naik pohon.”
Dalam contoh tersebut, kata jatuh ditambahkan dengan ketarangan ke bawah. Tambahan keterangan ke bawah sebenarnya tidak perlu karena semua orang sudah mengetahui bahwa jatuh itu pastilah ke bawah.

Majas Pars Prototo
Majas pars prototo adalah ragam bahasa yang menyebutkan sebagian objek  yang mewakili keseluruhan objek.
Majas dan contohnya dari majas pars prototo adalah :

“Sudah satu minggu dia tidak kelihatan batang hidungnya.”
Batang hidung dalam contoh tersebut adalah mewakili seorang manusia. 

Majas Totum Prototo
Majas Totum Prototo adalah ragam bahasa yang menyebutkan keseluruhan objek untuk mewakili sebagian objek.
Majas dan contohnya dari penggunaan majas ini adalah :

”Spanyol berhasil menjadi juara Piala Dunia 2010.”
Yang dimaksud dalam contoh tersebut adalah tim sepakbola Spanyol, bukan Spanyol secara keseluruhan.

Majas Antilesis
Majas Antilesis adalah ragam bahasa yang digunakan untuk membandingkan dua hal yang saling berlawanan sifat.
Majas dan contohnya dari penggunaan majas ini adalah :

“Air susu dibalas dengan air tuba”
Dalam contoh tersebut, air susu yang manis dan menyehatkan, dibalas dengan air tuba yang pahit dan membuat sakit.

Majas Antiklimaks
Majas antiklimaks adalah ragam bahasa yang digunakan untuk menyebutkan suatu hal dengan berurutan mulai dari yang bersifat lebih atas ke yang lebih rendah ataupun yang paling besar ke yang paling kecil.
Majas dan contohnya dari penggunaan majas antiklimaks ini adalah

“Semua orang mulai dari kakek nenek, ibu bapak, para remaja, hingga anak-anak datang ke pesta itu.”
Dalam contoh disebutkan penyebutan dari yang paling tua sampai yang paling muda.

Majas Klimaks
Majas Klimaks adalah ragam bahasa yang digunakan untuk menyebutkan suatu hal dengan berurutan mulai dari sifat yang paling rendah ke yang paling tinggi ataupun dari yang paling kecil ke yang paling besar.
Contoh penggunaan majas ini adalah

“Mulai dari kelas satu, dua, tiga, empat, lima, dan enam semua mengikuti upacara bendera.”

Majalah Retoris
Majas retoris adalah ragama bahasa yang berisi pertanyaan, tetapi jawaban dari pertanyaan tersebut sudah diketahui oleh orang umum.
Contoh penggunaan majas retoris ini adalah

“Siapa yang tidak mau uang?”
Dalam contoh, pertanyaan tersebut sebenarnya tidak perlu dijawab karena semua orang pasti menginginkan uang.

Majas Metonimia
Majas metonomia adalah ragam bahasa yang menggunakan nama merk untuk menyebutkan suatu barang.
Contoh penggunaan majas ini adalah

“Dia sakit paru-paru karena biasa menghisap Gudang Garam.”
Dalam contoh tersebut, Gudang Garam yang dimaksud adalah merk rokok.

Memang cukup menarik kita belajar majas dan contohnya ini. Semoga majas yang disampaikan dalam artikel ini bisa bermanfaat.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengenal Kata dan Jenis-Jenisnya
  • Perubahan Makna Kata Bahasa Indonesia
  • Pengertian Makna Denotatif dalam Bahasa
  • Perubahan Makna Kata Bahasa Indonesia
  • Tips Menguasai Pelajaran Bahasa Inggris
  • Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia
  • Ragam Contoh Narrative Text
  • Ragam Bahasa di Jawa Timur
  • Penjelasan Kata Baku dan Tidak Baku
  • Bahasa Sebagai Anugerah Allah
  • Menikmati Serunya One Piece Bahasa Indonesia
  • Mengulas Kata, Mengejar Signifikasi Makna
  • Paragraf Argumentasi
  • Lambang dan Simbol Sebagai Bahasa Verbal
  • Kata Bermakna Konotasi untuk Pergaulan Sehat
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA