logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Zikir

Mengelola Majelis Zikir


Ilustrasi majelis zikir
Di kota Jakarta, marak sekali kehadiran berbagai wadah yang didirikan sebagai upaya mendekatkan umat kepada Penciptanya dengan cara memahami makna kehidupan melalui zikir. Melihat fenomena yang ada dan sering terlihat tersebut, majelis yang diadakan untuk zikir ini semakin menarik minat banyak orang. Salah satu wadah menghimpun umat untuk berzikir yang cukup terkenal dan punya massa yang cukup besar misalnya, Nurul Mustofa, majelis zikir pimpinan Arifin Ilham dan  Majelis Rasulullah.

Aktivitas Mengingat Allah Swt

Hanya dengan mengingat Allah Swt maka hati menjadi tenang. Banyak cara mengingat Allah Swt itu. Melihat langit penuh dengan awan sehingga terlihat bagai langit berkebun awan, hati menjadi ingat Pencipta langit dan awan. Saat bernapas dengan udara yang bersih, maka hati pun bersyukur. Barang kali akan mati dalam sekejap bila udara yang dihirup itu harus dibeli dengan harga yang sangat mahal.

Bagaimana tidak mati seketika kalau satu tabung udara dihargai 100 ribu saja, maka membutuhkan berapa tabung untuk bernapas dalam sehari semalam? Nikmat yang mana yang bisa didustakan oleh manusia? Hanya orang-orang yang tidak mau berpikir dan tidak mau menganalisis apa yang ada di sekelilingnya sajalah yang tidak mau berusaha bersyukur dan menerima semua fasilitas kehidupan dengan rasa penuh kerendahan hati dan jiwa terhadap Sang Pemberi kenikmatan.

Kekerdilan manusia yang terlihat dari sulitnya bersyukur dan menerima nikmat dari Allah Swt itu akibat dari kesempitan ilmu dan ketidakmampuan mengatur waktu. Orang-orang yang tidak disiplin itu tidak bisa memberikan prioritas kepada dirinya untuk bisa mempelajari banyak hal yang bermanfaat. Tidak adanya kebiasaan yang diajarkan oleh orang-orang di sekelilingi ketika ia masih berada pada masa pertumbuhan, membuatnya menjadi orang yang tersesat di rimba dunia yang sangat menggoda.

Kehadiran berbagai majelis yang mengajarkan untuk berzikir dan memahami serta meresapi makna zikir, akan menumbuhkan sifat menerima di hati manusia. Manusia yang berzikir itu akan tahu cara membagi waktunya. Ia tahu bahwa ia tidak akan lama berada di dunia ini. Ia pun tahu bahwa kalau ia ingin meraih kesuksesan di dunia, ia harus memperkaya ilmunya. Begitu pun kalau ia ingin sukses dengan akhiratnya, ia harus memperkaya ilmunya.

Ia sangat tahu bahwa siapa pun yang akan meraih dunia, ia akan mendapatkan dunia namun belum tentu ia akan mendapatkan akhiratnya. Sebaliknya, siapa yang mengharap akhiratnya, ia pasti akan mendapatkan dunianya. Allah Swt tidak akan menelantarkan orang-orang yang mentaati hukum-Nya. Tidaklah mengherankan kalau begitu banyak majelis zikir yang didatangi oleh umat yang haus ilmu akhirat demi meraih kebahagiaan.

Kegiatan

Aktivitas orang-orang yang senang berada pada wadah zikir itu membuat hati orang-orang beriman akan bergetar. Mereka pun ingin merasakan kelembutan hati seperti orang-orang yang telah merendahkan hatinya dengan mengingat Tuhannya setiap saat. Seperti  wadah zikir yang dipimpin oleh Arifin Ilham. Majelis ini sering melakukan kegiatan mereka misalnya yang paling menonjol apa yang sering diadakan di masjid Attin.

Sedangkan untuk wadah  zikir Nurul Mustofa dan Majelis Rasulullah, mereka sering menggelar acara zikir dan pengajian bersama di berbagai daerah di Jakarta. Masing-masing dari wadah zikir tersebut punya massa sendiri-sendiri. Jumlahnya tak hanya ratusan bahkan bisa ribuan. Ketenangan hati dan jiwa adalah daya tarik yang sangat luar biasa. Siapa yang tidak mau merasa bahagia dan merasa begitu dekat dengan Sang Khalik?

Berbagai kesusahan disyukuri bagai nikmat. Berbagai nikmat pun disyukuri. Bagaimana tidak merasa selalu ingin datang ke berbagai pertemuan untuk berzikir bila setelah melakukannya hati menjadi tenang dan beban hidup terasa terangkat? Tak harus membuang waktu dan uang pergi ke psikolog profesional demi mendapatkan ketenangan itu. Cukup dengan mengingat Allah Swt semata, maka semua kegundahan dan kegalauan itu akan lenyap. Kepasrahan dan ketawakan akan mudah diraih.

Melihat perkembangan spiritualitas keagamaan di kota besar ini, apa yang bisa dimaknai? Para pemerhati kemasyarakatan dan keagamaan, tentu akan memandang hal demikian dengan cukup positif. Sebab, di kota besar semacam Jakarta, ternyata masih tersisa kehidupan keagamaan yang terjaga dengan baik. Kehidupan yang tenang yang tampak dari wajah-wajah yang terlihat tenang karena memiliki jiwa yang tenang juga, tentu menjadi satu rahasia yang akan dicari oleh banyak orang.

Begitu banyak uang dan tenaga terkuras di tempat hiburan malam yang tidak memberikan dampak kebaikan sedikit pun. Bandingkan dengan apa yang didapatkan oleh orang-orang yang menghadiri acara berzikir itu. Mereka tampak tenang dalam kesederhanaan memandang hidupnya. Tidak mudah tersinggung dan tidak mudah merasa cemburu dengan rezeki orang lain. Mereka lebih bersemangat dalam menjalani hidup dan yakin masalah yang dihadapi akan tersingkirkan dengan rasa yang damai.

Kekuatan yang ditampilkan oleh zikir ini membuat banyak orang berpaling dari nyanyian yang tak bermanfaat ke penghapalan zikir dan pemahaman arti dan maknanya. Anak-anak muda yang berzikir pun menjadi generasi yang berkarakter. Mereka tumbuh menjadi pemimpin muda yang penuh harapan dan dipercaya. Siapa yang tidak percaya kepada anak muda yang berilmu dan paham serta mengamalkan ilmunya.

Bila semua anak muda menjadi paham dengan apa yang harus dilakukannya dengan kehidupannya di dunia, maka damailah semua kehidupan ini. Orangtua perlu mendorong agar anak-anak mereka mengikuti acara berzikir. Dalam wadah ini tidak hanya zikir dan makna zikir yang dipelajari, berbagai kajian keilmuan yang mengarah kepada ilmu bagaimana hidup juga didiskusikan dan diberikan berikut dengan contoh nyata.

Hal yang sangat menarik dari kegiatan berzikir ini sebenarnya bukan karena pimpinan majelis yang mempunyai suara yang merdu. Namun, daya tariknya yang sesungguhnya terletak pada keilmuan dan ilmu yang dibagikan di majelis itu serta kerendahan hati setiap orang yang dengan ikhlas mendatangi majelis itu. Mereka mendatangi majelis itu dengan mengharap ridho Allah Swt. Mereka ingin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Tata Cara Pengelolaan

Namun, karena jumlah dan anggota dari majelis zikir ini terlampau banyak, maka yang demikian menjadi permasalahan tersendiri. Jakarta dikenal sebagai kota biangnya kemacetan. Nah, pada saat digelar acara zikir tersebut kadang bisa memacetkan jalanan. Untuk itu diperlukan pengelolaan yang baik dan meyakinkan sehingga keberadaan acara  zikir ini bisa berjalan dengan tertib dan lancar.

Ada beberapa jalan dalam tata cara pengelolaan wadah zikir ini. Beberapa jalannya adalah sebagai berikut:

Dilaksanakan di lapangan

Ya, sebaiknya acara zikir tersebut dilaksanakan di lapangan sehingga massa bisa ditampung disitu. Atau kalau  lebih bagus acara dilaksanakan di masjid-masjid besar semacam Istiqlal atau masjid Attin. Kalaupun takut panas, bisa dipasang tenda berukuran besar atau dilakukan setelah sholat maghrib pada musim kemarau.

Selama ini terbukti ketika diadakan di masjid tersebut tidak terjadi kekacauan atau kemacetan yang berarti. Acara bisa lancar dan kendaraan dari peserta zikir bisa tertampung dengan baik di parkiran tempat tersebut. Di daerah seperti Palembang, acara zikir lebih sering diadakan di masjid besar seperti masjid Agung atau di rumah yang berukuran besar seperti milik Haji Abdul Rozak. Halaman rumah yang luas juga bisa dijadikan sebagai tempat parkir peserta zikir.

Pembentukan tim anti macet

Jika tidak memungkinkan diadakan di tempat-tempat tersebut dan mengharuskan diadakan  misalnya di lokasi perkampungan warga, maka satu-satunya jalan adalah dengan membentuk tim anti macet. Artinya, tim profesional yang bisa mengelola perparkiran dan kendaraan yang lewat tidak macet dan langsung bisa berparkir dengan tertib. Tim ini sangat diperlukan agar acara bisa lancar dan tidak mengganggu perjalanan orang lain yang kebetulan tidak menghadiri acara tersebut.

Acara tidak terlalu lama

Terakhir, acara tidak terlalu lama atau berbelit-belit. Untuk acara zikir dua atau tiga jam cukup. Atau kalau bisa kurang dari satu jam. Dengan demikian, acara yang singkat tersebut bisa mengurangi misalnya kekisruhan atau keributan acara nantinya. Kalaupun ada, tetap akan cepat teratasi karena acaranya akan segera selesai.

Nah, semoga saja informasi mengelola majelis zikir ini bisa bermanfaat bagi Anda semua. Terimakasih.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Memahami dzikir
  • Keutamaan Doa dan Dzikir Setelah Sholat
  • 8 Golongan Orang yang Berhak Menerima Zakat
  • Nama-Nama Asmaul Husna - 99 Nama Indah Allah Swt.
  • Penjelasan Asmaul Husna Milik Allah Swt.
  • Khasiat Zikir bagi Diri Sendiri
  • Keutamaan Dzikir Setelah Sholat Subuh
  • Tata Cara Zikir yang Baik
  • Pentingkah Dzikir Setelah Sholat Fardhu?
  • Dzikir Asmaul Husna Membuat Hidup Optimis
  • Kumpulan Zikir Alma’surat
  • Macam Macam Zikir kepada Allah
  • Manfaat Majelis Dzikir
  • Pengertian Dzikir dan Doa Menurut Ulama
  • Rahasia Kekuatan Zikir
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA