logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Anak-Anak    Anak Autis

Makalah Autis: Tentang Terapi Penyembuhannya


Ilustrasi makalah autis 

Siapapun tentu tak menghendaki anaknya teridap autisme. Bagaimana dengan yang sudah terkena? Nah, dalam makalah autis ini akan dibahas ihwal terapi autisme atau cara-cara yang seharusnya dilakukan untuk mengobati penyakit autis. Penyakit autis  hingga kini diyakini belum ada obatnya. Yang bisa dilakukan hanya mengurangi dampak dari penyakitnya dan berupaya agar penderita bisa hidup mandiri. Itulah mengapa penyakit satu ini akan membuat banyak orang menjadi miris mendapati anaknya atau anak kenalannya yang terkena penyakit satu ini.

Serangan Ke Mental Orangtua

Orangtua yang mengetahui anaknya menderita autis dipastikan akan shock bahkan menjadi beban mental karena siapapun tentu tak ingin orang yang paling dikasihinya berbeda dari orang kebanyakan dan bahkan menjadi sumber ejekan dan hinaan teman sebayanya. Penyakit yang menyerang otak satu ini memang seperti serangan ke mental orangtua. Mereka seolah diterjang oleh tsunami balada hidup yang begitu pahit hingga mungkin akan merusak hubungan antara suami dan istri tersebut. Tidak jarang bahwa akhirnya pasangan yang mempunyai anak autis, bercerai.

Hal satu ini memang tak bisa terelakan. Rasa stres dan saling menyalahkan malah akan menyulut pertengkaran yang bisa tercipta setiap saat. Keadaan ini sangat tidak baik bagi perkembangan anak autis. Walaupun tampaknya ia tidak memperhatikan apa yang terjadi dengan kedua orangtuanya, ia bisa merasakan. Ia juga bisa tahu bagaimana masing-masing orangtua saling menyalahkan kejadian yang menimpa mereka.

Perceraian terkadang menjadi solusi yang terbaik ketika salah satu orangtua tidak mampu menerima keadaan dan malah mengacaukan keadaan. Ketika keadaan tenang, perawatan dan pendidikan sang anak yang menderita autis ini bisa lebih terarah. Memang beban terasa lebih berat karena biasanya sang ibu yang mengasuh anak autisnya harus bekerja keras dan lebih keras lagi demi memenuhi semua kebutuhan keluarga. Masih beruntung kalau mantan suaminya bertanggung jawab dan masih mau berbagi beban keuangan yang tentunya akan membutuhkan banyak sekali dana demi sang anak.

Kalau sang ayah lalu menikah lagi dan membangun kehidupan baru serta melupakan mereka, maka hanya Tuhanlah tempat mengadu. Bagaimanapun anak autis itu adalah titipan yang tetap harus disayang dan diberi perhatian serta dibimbing hingga ia bisa menjadi mandiri. Jangan sampai ketika ibunya tak berdaya, sang anak autis menjadi terlantar dan menjadi beban orang lain. Membayangkan masa depan anak autis terkadang membuat miris. Namun, tetap ada harapan. Beberapa anak autis yang mandiri bisa menghasilkan uang sendiri dan bisa membina hubungan dengan orang lain. Memang gayanya berhubungan dengan orang lain berbeda, tetapi keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain itu membuat mereka lebih cepat beradaptasi.

Anak autis yang sangat cerdas malah bisa menemukan berbagai peralatan yang cukup berguna bagi manusia. Ada juga yang menjadi seorang pelukis hebat atau penulis buku. Dari semua hal yang dilakukan oleh orangtua termasuk juga para pembimbingnya, anak autis bisa hidup normal walaupun tidak senormal orang biasa. Keadaan ini memang sangat memprihatinkan. Meskipun, kehidupan terasa tak pernah bergerak, setiap perkembangan yang diperlihatkan oleh seorang anak autis, akan sanggup membuat mata orang yang melihatnya menjadi sembab oleh tetesan air mata.

Sungguh suatu perjuangan yang sangat berat dalam mendidik anak autis ini. Mereka seakan membutuhkan semua energi dan waktu orangtuanya agar bisa bersamanya. Kalau ia tidak mempunyai saudara atau merupakan anak tunggal, mungkin tidak masalah. Yang menjadi kendala adalah kalau anak autis itu mempunyai beberapa orang saudara teramsuk juga adik kecilnya yang baru dilahirkan. Keadaan ini tentu saja akan sedikit kacau bila tak ada yang membantu sang ibu merawat anak-anaknya.

Itulah mengapa biasanya orangtua yang menyadari keadaan anaknya yang autis berusaha untuk tidak menambah anak lagi. Kalaupun mereka masih ingin mempunyai anak, biasanya, anak itu yang satu lagi. Harapan mendapatkan seorang anak yang normal tak kekurangan apapun, adalah harapan semua orang. Mereka tentunya sangat mengharapkan anak yang akan lahir itu bisa bermain seperti anak lainnya.

Semakin banyaknya pertumbuhan anak autis yang ada di Indonesia, membuat beberapa orang mendirikan berabgai kelompok pendampingan. Kelompok pendampingan ini berupaya membantu orangtua yang mempunyai anak autis. Secara bergantian mereka menjaga sang anak autis ketika ibunya bekerja. Selain itu, kelompok ini biasanya memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang autis dan cara penanganannya. Untuk itu, dalam makalah autis ini, para pembaca akan diajak mahir menangani anak autisyang begitu beragam itu.

Ada beberapa jenis terapi yang bisa digunakan untuk menyembuhkan atau paling tidak untuk membantu agar anak autis itu bisa mandiri. Intinya adalah bahwa orang yang menderita autis itu tetap manusia yang mempunyai berbagai organ seperti orag kebanyakan. Yang menjadi masalah adalah bagaimana menyakinkan orangtua untuk tetap bersabar dan mau ikut dalam setiap sesi latihan. Latihan yang membentuk badan menjadi lebih indah. Dan semoga artikel ringan dan pendek ini bisa membantu banyak orang dalam proses penyembuhan autisme.

Jenis-jenis Terapi

Anda disarankan untuk berhati-hati karena sekarang ini banyak sekali orang yang menawarkan cara atau obat untuk mengobati autisme secara instan. Harus diselediki terlebih dahulu karena ada kemungkinan penjual tersebut melakukan penipuan dan memanfaatkan orang-orang yang sedang kalut karena ingin orang yang dicintainya segera sembuh dari autis. Tidak ada yang instan. Semua harus melalui proses. Kadang proses ini sangat panjang, berliku, dan memakan semua yang ada di sepanjang jalan perjuangan itu sendiri.

Berikut ada beberapa jenis terapi yang sudah diakui, bahkan oleh para profesional sekalipun, serta telah mengalami uji layak dan valid. Namun yang perlu diingat bahwa jangan Anda mengharapkan dengan terapi ini proses penyembuhkan penderita autis akan cepat, tentu membutuhkan waktu dan tak instan. Lewati saja semua perjuangan itu apa adanya. Kalau tidak mengeluh, beban itu terasa ringan. Fokus saja pada perkembangan anak. Tidak usah didengarkan semua perkataan orang yang hanya membuahkan perasaan sakit hati. Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.

Gangguan spektrum autisme merupakan suatu gangguan perkembangan sehingga jenis apapun terapi yang dilakukan tak mungkin berhasil dalam jangka cepat. Makanya, konsistensi dan keterpaduan adalah konsekuensi yang harus dijalankan dalam terapi ini. Kalaupun tidak ada bantuan dari keluarga besar, jangan kecil hati. Pikirkan saja masa depan anak. Bila nanti menjalani semua perjuangan dengan tabah, bantuan pasti akan datang dari berbagai arah yang selama ini tak pernah terpikirkan. Tak mungkin Tuhan membiarkan umatNya berjuang tanpa diselimuti kasih sayang yang besar dariNya.

Terapi ABA (Applied Behavioral Analysis)

Terapi ini merupakan terapi yang paling tua dan sering dipakai untuk melakukan terapi khusus kepada anak yang menderita autisme. Sistem yang digunakannya yakni dengan memberikan positive reinforcement atau memberikan hadiah/pujian yang sifatnya menambah keyakinan dan kepercayaan dirinya supaya ia bisa menerima dengan segala yang terjadi pada dirinya.

Terapi okupasi

Secara mayoritas, hampir semua orang yang terkena autisme mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik halusnya. Segala gerakannya kasar dan kaku dan seringkali mengalami kesulitan ketika memegang sesuatu. Makanya, teknik okupasi ini sangat penting dalam melatih menggunakan otot-otot penderita sehingga secara berangsur-angsur akan kembali normal.

Terapi visual

Penderita autis cenderung akan mudah jika belajar dengan cara melihat. Makanya, berbekal alasan itu metode visual untuk membantu anak autis ini semakin dikembangkan. Gambar-gambar yang berfungsi untuk digunakan dalam berkomunikasi. Gambar-gambar ini akan sangat bermanfaat terutama kalau sang anak tidak bisa berbicara. Orang-orang di sekitarnya, hendaknya mendorong agar anak autis ini mampu mengekpresikan keinginannya lewat gambar itu atau lewat kata-kata sederhana dan bukan melalui teriakan.

Terapi wicara

Banyak anak atau penderita autis mengalami kesulitan dalam hal berbicara atau berkomunikasi dengan lawan bicaranya. Oleh sebab itu, terapi wicara ini akan sangat membantu bagi para penderita untuk mengurai kesulitan mereka berinteraksi dengan orang lain.

Konsisten

Tentu, seperti yang diungkapkan diatas jangan mengharapkan hasil yang cepat dan instan karena terapi penyakit apapun selalu membutuhkan waktu yang sulit ditentukan. Disinilah orang-orang yang berada di sekitar penderita autis tersebut sangat berperan dalam menyemangati penderita autis untuk mau melakukan terapi secara konsisten. Semoga apa yang disampaikan dalam makalah autis ini berguna.

 

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mewaspadai Ciri-Ciri Anak Autis Sejak Dini
  • Berbagai Hal Tentang Autis yang Patut Diketahui
  • Seputar Penyakit Autisme
  • Sekolah Khusus Autis bagi Penderita Autis
  • Memahami Penyebab Anak Autis
  • Faktor Penyebab Autisme
  • Mengenal Penyakit Austis di Jurnal Autisme
  • Mengenal Macam Macam Autisme
  • Jenis-Jenis Autis Pada Anak
  • Pengertian Autisme dan Penanganannya
  • Tips Membuat Rumah Autis
  • Mengenal Terapi Anak Autis
  • Tujuan dan Kegiatan Yayasan Autis Indonesia
  • Mengenal Tanda dan Gejala Autis Anak
  • Mengatasi Anak Autis dan Kenali Pola Makannya
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA