Buku "Pendekatan Kajian Islam dalam Studi Agama”, Sebuah Kumpulan Makalah Islam
Saat ini studi Islam semakin banyak diminati oleh para pecinta ilmu. Atmosfer pengkajian terhadap studi-studi ke-islaman ini terlihat dalam aktivitas-aktivtas akademik di perguruan tinggi maupun di dunia perbukuan yang banyak menerbitkan buku-buku kajian Islam.
Hanya saja, masih ada satu hal yang kurang dari maraknya studi Islam ini. Memang, dari segi materi, studi Islam sudah melingkupi banyak hal, namun kita masih kurang dalam hal metodologi.
Kurang dikuasainya metodologi (science of method) dalam kajian Islam Inilah yang disayangkan oleh Harun Naution, seorang cendekiawan. Yang dimaksud dengan metodologi ini adalah cara-cara yang digunakan ketika kita hendak menggali wawasan dari berbagai sumber ilmu pengetahuan Islam. Dalam 20 tahun terakhir, telah timbul kesadaran untuk menyusun sebuah metodologi dalam kajian Islam.
Buku yang berjudul Pendekatan Kajian Islam dalam Studi Agama mencoba merangkum beberapa gagasan yang mencerminkan kesadaran tersebut. Dalam buku ini beberapa sudut pandang yang membicarakan metodologi dalam kajian Islam coba diangkat.
Isinya sendiri merupakan kumpulan beberapa makalah Islam dari para cendekiawan muslim yang kompeten di bidangnya masing-masing. Mereka adalah nama-nama yang tidak asing lagi dalam dunia akademik Islam, yaitu Fazlur Rahman, Charles J Adams, Andrew Rippin, William A Graham, Marilyn R Waldman, Richard M Eaton, Azim Nanji, dan lain-lain.
Richard C. Martin, penyunting buku ini, menjelaskan di awal buku ini tentang Islam dan posisinya dalam studi agama. Menurutnya, pandangan tentang Islam dalam studi agama dan pandangan tentang agama dalam studi Islam merupakan satu hal yang patut menjadi bahan elaborasi.
Bacaan Wajib bagi Para Peminat Studi Islam
Buku yang berjudul asli Aprroach to Islam in Religious Studies yang diterbitkan oleh Muhammadiyah University Press pada 2001 ini menjadi bacaan wajib bagi para peminat studi Islam. Di dalamnya, berbagai gagasan seperti berdialog satu sama lain.
Namun, walaupun isi buku ini mencakup berbagai pandangan dari para cendekiwan yang pakar di bidangnya masing-masing, amat berlebihan jika kita berharap buku ini mampu menjawab masalah-masalah yang disebutkan tadi di atas, yaitu kurangnya ilmu tentang metodologi pengkajian Islam. Buku ini memang menawarkan berbagai pendekatan, namun sifatnya masih sepotong-sepotong, belum terpadu.
Oleh karena itu, tentu bagi Anda yang membacanya hendaknya tidak mencukupkan diri ketika mengkhatamkan halaman terakhir buku ini. Diperlukan bacaan-bacaan dan referensi lain untuk menunjang keterpaduan pemahaman kita terhadap topik ini.






