Menentukan Tema Makalah Kerukunan Umat Beragama
Tema makalah kerukunan umat beragama adalah sangat luas dan bisa berhubungan dengan segala aspek kehidupan manapun. Namun demikian, output dari pembahasannya harus bermuara pada toleransi yang menyangkut baik hubungan antar sesama umat beragama maupun hubungan di intern umat seagama itu sendiri.
Antar sesama umat beragama
Iklim demokrasi yang semakin terbuka lebar di tanah air meniscayakan kemerdekaan masing-masing pemeluk keyakinan untuk mengamalkan ajaran agamanya. Apalagi Indonesia termasuk negara dengan penduduk yang mayoritas masih memegang teguh agama sebagai pedoman hidupnya. Kaitan antara demokrasi dan kemerdekaan berkeyakinan ini bisa menjadi pembahasan yang menarik untuk menentukan tema makalah kerukunan umat beragama.
Terjadinya gesekan antar pemeluk keyakinan yang kadang berbuah konflik dan bentrok bisa dijadikan objek penelitian untuk memahami akar kekerasan atas nama agama sebelum mencari jalan keluar atas permasalahan tersebut. Tentunya kita semua berharap, ilmu pengetahuan dapat memberi andil terutama pada masalah sosial yang sangat rentan dan sensitif menyulut konflik seperti halnya isu SARA yang masih saja mewarnai perjalanan demokrasi kita.
Intern umat seagama
Tema kedua dari makalah kerukunan umat beragama bisa disempitkan pada salah satu agama yang tentunya mengandung banyak sekali varian pemikiran maupun perbedaan mazhab. Karena setiap agama pasti mengalami perkembangan pemikiran yang kemudian melahirkan sekte-sekte serta aliran. Dalam konteks ini sudah tentu ilmu pengetahuan harus diorientasikan untuk mencegah terjadinya sektarianisme dan fanatisme golongan.
Sama halnya dengan masalah yang dialami antar umat beragama, di intern umat seagama pun sering terjadi benturan pemikiran yang diakibatkan absolutisme masing-masing golongan dalam menanggapi persoalan tertentu. Banyaknya organisasi keagamaan yang mengusung bendera agama yang sama, belum tentu mempunyai persepsi dan sikap yang sama atas suatu masalah.
Apalagi ketika urusan politik bersinggungan dengan agama, akan sangat bervariasi tanggapan yang muncul dari masing-masing organisasi. Di sinilah peran penting sosiologi agama guna memberikan perspektif yang utuh dan menyeluruh terhadap masalah sosial-keagamaan yang bersifat laten maupun mengemuka.
Toleransi
Toleransi antar maupun intern umat beragama semakin dibutuhkan seiring dengan kebebasan yang semakin terbuka di era global dewasa ini. Globalisasi menuntut interaksi antar budaya, bangsa dan agama terus-menerus dalam kerangka dialog dan hidup bersama.
Kemajuan teknologi informasi, kehadiran sistem ekonomi-politik demokrasi dan liberalisasi, semua berhubungan dengan kehidupan beragama. Jadi, tema apapun yang akan dipilih, tujuan pembuatan makalah kerukunan umat beragama harus diarahkan pada upaya dialog dan toleransi.






