Materi Makalah Psikologi Belajar
Ilustrasi makalah psikologi belajar
Makalah psikologi belajar merupakan salah satu media yang banyak digunakan oleh para psikolog untuk mengetahui hubungan antara kondisi psikologis seseorang dengan kegiatan belajar. Dengan demikian, pada nantinya kita bisa menciptakan metode belajar yang baik pada seorang anak, dengan menggunakan pendekatan psikologisnya.
Dalam makalah psikologi belajar ini pula kita bisa mengetahui sejarah mengapa studi psikologi belajar ini dilakukan oleh para psikolog. Studi mengenai konsep psikologi belajar ini, sudah dikenal sejak tahun 1885. Dimana pada tahun tersebut, seorang psikolog yaitu Ebbinghaus memulai studinya yang memfokuskan pada konsep belajar ditinjau dari sisi psikologis seseorang.
Penelitian lain yang juga banyak dijadikan sebagai bahan kajian dalam berbagai makalah psikologi belajar ini dilakukuan oleh Bryan dan Harter yang dilakukan pada 1897 dan 1899. Selain itu, masih ada pula penelitian lain yang dilakukan oleh Thorndike pada tahun 1898.
Dalam salah satu makalah psikologi belajar disebutkan, bahwa banyak psikolog yang memberikan pengakuan eksplisit. Pengakuan ini tentang kondisi belajar sebagai sebuah hal penting untuk mempelajari tingkah laku seseorang. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Hilgard pada tahun 1956. Dan pendapat dari Hilgard ini mendapatkan dukungan dari beberapa peneliti lain seperti Tollman, Guthrie serta Hull.
Konsep mengenai psikologi pendidikan ini pada dasarnya merupakan hal yang sangat penting untuk dikuasai oleh mereka yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Para guru atau dosen merupakan pihak yang seharusnya berkewajiban untuk memahami konsep tersebut. Salah satunya dengan mempelajari materi ini dalam makalah psikologi pendidikan.
Dengan mempelajari berbagai teori psikologi belajar ini, diharapkan pada nantinya para pendidik tidak melakukan kesalahan dan bisa menjalankan proses pendidikan dengan tepat. Lebih dari itu, dengan mengetahui konsep psikologi pendidikan ini, diharapkan bisa dimunculkan para pendidik yang memiliki kualitas serta terarah dalam mengajar dan juga terampil pada saat memberikan bimbingan.
Kondisi ini perlu ditekankan karena dalam dunia pendidikan, selalu muncul paradigma baru setiap waktunya. Paradigma tersebut berkembang seiring dengan kemunculan teori-teori baru yang disampaikan oleh para ahli pendidikan di dunia. Perkembangan ini dipengaruhi oleh proses tumbuh kembang siswa, selain juga karena adanya pengaaruh dari dunia pendidikan itu sendiri atau yang disebut dengan socio cultural.
Dalam perkembangan saat ini, terdapat beberapa aliran psikologi pendidikan yang kemunculannya terjadi secara berurutan. Secara umum, ada tiga aliran utama yang berkembang dalam konsep psikologi pendidikan tersebut. Ketiga aliran ini adalah :
- Psikologi Behavioristik
Dalam teori psikologi behavioristik ini, menyebutkan bahwa belajar merupakan sebuah perubahan tingkah laku. Perubahan ini terjadi karena adanya proses interaksi antara rangsangan dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dirinya bisa memperlihatkan perubahan tingkah lakunya.
Hal ini sama halnya dengan mengartikan belajar sebagai sebuah perubahan yang terjadi pada siswa. Hal ini terutama pada masalah kemampuan siswa tersebut untuk bertingkah laku menggunakan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara rangsangan dan respon.
Teori behavioristik ini disebut juga dengan teori Jil and Jack. Dalam teori ini disebutkan bahwa hal yang paling penting adalah amsukan atau input. Input ini berwujud rangsangan dan keluaran yang berupa respon. Sementara, proses yang berlangsung antara stimulus dan respon, tidak dianggap sebagia sesuatu yang penting untuk diperhatikan. karena pada proses ini, tidak bisa diamati.
Faktor lain yang dianggap penting dalam teoi behavioristik ini yaitu faktor penguatan. Penguatan yaitu segala sesuatu yang bisa meningkatkan kekuatan respon. Apabila penguatan ini ditambah, akibatnya respon akan menguat. Namun bila proses penguatan tersebut dikurangi, maka respon pun tetap dikuatkan.
Dalam teori behaviorisme ini, dikenal tiga prinsip dasar, yaitu :
- Obyek psikologi yaitu tingkah laku
- Semua bentuk tingkah laku, dikembalikan pada reflek
- Mementingkan pembentukan kebiasaan.
- Psikologi Kognitif
Psikologi kognitif adalah sebuah kajian studi ilmiah yang berbicara mengenai proses mental atau pikiran. Tentang proses mendapatkan informasi tersebut, dipresentasikan serta dianggap sebagai sebauh pengetahuan. Psikologi kognitif juga dikenal sebagai psikologi pemrosesan informasi. Tingkah laku seseorang, didasarkan pada cara mengenal atau memikirkan situasi dimana perilaku tersebut terjadi.
Dalam psikologi kognitifi, terdapat tiga prinsip dasar yang menjadi dasar pemahaman. Ketiga prinsip dasar tersebut antara lain belajar aktif, belajar melalui interaksi sosial serta belajar melalui pengalaman yang didapat seseorang itu sendiri.
Perkembangan teori psikologi kognitif ini, ditandai dengan munculnya tori gestalt yang dikembangkan oleh Mex Weitheimer. Dalam teori Gestalt tersebut, dinyatakan bahwa pengalaman tersebut sifatnya terstruktur dan dibentuk secara keseluruhan.
Dalam mempelajari teori kognitif ini yang paling penting untuk diketahui adalah konsep insight. Yaitu sebuah proses pengamatan atau pemahaman yang dilakukan mendadak pada hubungan antara bagian-bagian dalam suatu situasi masalah.
- Psikologi Humanistis
Teori psikologi humanistis ini, sudah dikenal sejak tahun 50an. Dimana teori ini muncul dari dasar pemikiran kaum eksistensialisme yang berkembang pada abad pertengahan. Di akhir tahun 50an, beberapa ahli psikologi seperti Abraham Masliw, Carl Roger serta Claark Moustakas berhasil mendirikan sebuah perkumpulan profesional. Perkumpulan ini ditujukan untuk melakukan kajian yang khusus membahas mengenai berbagai macam keunikan yang ada pada manusia. misalnya mengenai konsep diri, aktualisasi diri, kesehahatan, keinginan, cinta, kreativitas, hakekat, egoisme serta lain sebagainya.
Munculnya psikologi humanistik ini merupakan sebuah reaksi dari munculnya aliran psikoanalisis serta behaviorisme. Psikologi humanistik juga dianggap sebagai kekuatan ketiga pada aliran psikologi.
Dalam proses pengembangan teori psikologi humanistik ini, sangat memperhatikan mengenai dimensi manusia dalam berhubungan dengan lingkungan mereka secara manusiawi. Terutama dengan menitikberatkan pada kebebasan infividu untuk menyampaikan pendapat serta menetapkan pilihan mereka, nilai-nilai, tanggung jawab perorangan, otonomi, tujuan serta pemaknaan. Pada kaitan ini, James Bugental menyampaikan mengenai lima dalil utama yang digunakan dalam psikologi humanistik tersebut.
Kelima dalil utama itu antara lain adalah :
- Keberadaan manusia yang tidak dapat dipisahkan dalam berbagai komponen.
- Setiap manusia mempunyai keunikan tersendiri, terutama dalam hal hubungannya dengan manusia yang lain.
- Manusia mempunyai kesadaran tentang dirinya saat mengadakan hubungan dengan orang lain.
- Manusia mempunyai berbagai macam pilihan serta bisa bertanggung jawab pada pilihan yang mereka buat.
- Manusia mempunyai kesadaran serta sengaja untuk mencari makna, nilai serta kreativitas.
Di sisi lain, psikologi humanistik memiliki beberapa kritikan pada teori yang disampaikan. Kritikan tersebut antara lain menyebutkan, bahwa teori yang disampaikan dalam aliran ini tidak bisa memberikan fasilitas atau kurang mampu memberikan prediksi sehingga dianggap bukan sebuah ilmu.
Hasil pemikiran dari psikologi humanistik ini sering dimanfaatkan untuk kepentingan konseling serta terapi. Selain itu, aliran ini berfokus pada kapasitas klien untuk bisa mengarahkan diri serta memahami perkembangan dirinya. aliran ini juga memberikan penekanan pada sikap tulus, saling menghargai, serta meminimalisir prasangka untuk membantu individu dalam memperoleh jawaban atas masalah yang mereka hadapi. Sedengkan tugas dari pembimbing hanyalah memberikan bimbingan agar klien bisa mendapatkan jawaban yang tepat.

