Makalah Riset Operasi dan Riset Penelitian
Ilustrasi makalah riset operasi
Dalam perjalanannya, perusahaan selalu berusaha untuk menggunakan sumber daya yang dimilikinya seefisien mungkin. Dengan sumber daya yang efisien tersebut, diharapkan tujuan akhir perusahaan dapat tercapai dengan efektif. Oleh karena itu, perusahaan selalu mencari cara agar kedua hal tersebut dapat tercapai. Berikut ini contoh makalah riset operasi terkait pengenalan metode optimasi yang menjadi salah satu inti riset operasi.
Metode Riset Operasi
Sejak diperkenalkan manajemen sains, metode riset kuantitatif dalam mengoptimalkan kegiatan operasional perusahaan terus berkembang. Berbagai riset dan penemuan semakin menyempurnakan metode-metode yang telah ditemukan sebelumnya.
Sebenarnya, metode-metode riset yang ada berasal dari ranah militer. Misalnya, bagaimana mengoptimalkan cadangan bahan perang, sehingga ongkos selama perang berkecamuk dapat diminimalisasi.
1. Metode Optimasi
Metode-metode optimisasi telah berhasil ditemukan untuk menangani setiap masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Metode-metode tersebut semakin canggih dengan hadirnya teknologi komputasi yang semakin modern. Hal tersebut didorong dengan teknologi elektronika dan informatika terkait metode komputasi yang sedang dilakukan.
Masalah klasik yang selalu menjadi contoh dalam metode optimasi adalah bagaimana mengalokasikan sumber daya, sehingga dihasilkan kriteria performansi yang diinginkan. Tentu saja dalam mencapai kriteria performansi tersebut, perusahaan dihadapkan pada kendala-kendala, seperti sumber daya yang terbatas, disebut dengan istilah constraint.
2. Metode Resources
Metode pengalokasian sumber daya (resources) tersebut kini semakin canggih. Perkembangan metode komputasi memungkinkan manusia untuk merekayasa metode yang awalnya cukup sederhana tersebut menjadi lebih “menarik”. Dalam salah satu fase perkembangannya, metode simpleks bisa dikatakan sebagai generasi awal dalam pengembangan metode pengalokasian tersebut.
Selanjutnya, dikenal metode integer programming untuk masalah-masalah yang sifatnya bulat atau integer. Metode goal programming pun kemudian diperkenalkan untuk menitikberatkan pada tujuan akhir perusahaan. Metode nonlinear programming pun kemudian diperkenalkan untuk masalah-masalah yang tidak bersifat linear.
3. Teori Transportasi
Selain metode pengalokasian tersebut, dikenal metode lain, seperti teori transportasi. Sebenarnya, teori ini tidak jauh berbeda dengan teori pengalokasian sumber daya. Yang membedakannya adalah teknik pemodelan yang digunakan seolah-seolah kita sedang mentransportasikan sebuah benda atau aktivitas tertentu.
Ide yang digunakan pun hampir sama dengan metode pengalokasian sumber daya, yakni bagaimana caranya agar sumber daya yang digunakan perusahaan dapat efisien. Teori transportasi ini kemudian mengalami perkembangan dengan diperkenalkannya teori assignment problem.
Masalah-masalah yang bersifat dinamik tidak bisa diselesaikan dengan pemprograman yang sifatnya statis. Oleh karena itu, diperkenalkan teori dinamika sistem sebagai pendekatan dalam penyelesaian masalah tersebut.
Seorang ilmuwan Rusia, yakni Markov memperkenalkan teorinya, Markov Chain, untuk peristiwa-peristiwa yang sifatnya antarfase. Artinya, peristiwa-peristiwa tersebut dapat dibagi-bagi ke dalam fase-fase kejadian.
Metode Riset Penelitian
Selain itu, riset operasi yang diterapkan oleh sebuah perusahaan, juga dapat digunakan di dalam sebuah penelitian karya ilmiah. Ada beberapa jenis di dalam sebuah riset yang perlu diketahui untuk mengembangkan ide atau gagasan ilmiah yang akan dituangkan dalam sebuah karya tulis. Adapun jenis riset itu mengikuti beberapa pola penelitian yang akan ditentukan oleh seorang peneliti.
Tiap-tiap jenis riset tentu memiliki kelemahan dan kelebihan yang bisa Anda gali supaya bisa menggunakan riset yang pas, efektif, dan efisien. Tak jarang, pemilihan riset selalu berkaitan dengan tujuan dan dana yang disediakan untuk menunjang sebuah penelitian.
Riset merupakan proses panjang yang bisa memperkaya ilmu pengetahuan para pelakunya dan para pembaca karya ilmiahnya kelak. Guru Besar Fisika ITB, Freddy P Zen, menguatkan anggapan bahwa riset dapat dijadikan cara ampuh dalam mencegah terjadinya plagiarisme yang sering terjadi pada pembuatan karya ilmiah anak didik khususnya mahasiswa.
Proses-proses yang telah disusun dalam mewujudkan hasil riset yang sempurna haruslah dilakukan secara berurutan dan sesuai dengan kaidah riset yang berlaku agar tidak ada penambahan unsur lain dalam karya ilmiah akibat kurangnya kajian dan bahan riset.
Siapa pun tidak menghendaki adanya plagiat terhadap karya ilmiah yang dikerjakan oleh seseorang. Maka dari itu, penanaman disiplin diri perlu ditingkatkan agar pemahaman budaya akademik, yaitu pembuatan karya ilmiah yang valid dapat tercipta demi sumbangsih individu sebagi bagian dari akademi dan bangsanya.
Sesuai namanya, maka ada beberapa hal atau syarat yang menjadi standar dalam penulis sebuah karya ilmiah. Jadi, sebuah tulisan akan bisa disebut sebagai tulisan karya ilmiah, jika mengandung hal-hal berikut ini.
1. Adanya data dan fakta, bukan imajinasi atau gagasan sendiri.
Ini sudah harga mati. Menulis karya ilmiah adalah menulis fakta yang ada dan juga berdasarkan data-data. Sangatlah tidak diperkanan apabila dalam sebuah karya tulis ilmiah dimuati khayalan pribadi dan segala hal yang berkaitan dengan karang mengarang. Kenapa? Karena dalam karangan ilmiah, sekali lagi, segala isinya akan dipertanggung jawabkan.
2. Penyajiannya ilmiah dalam arti harus objektif
Seperti halnya wartawan, maka seorang penulis karya ilmiah haruslah mengesampingkan ego pribadi atau sikap sentimen diri. Apa yang kita dapat dari lapangan atau apa yang ada dalam data, itulah yang harus dituangkan ke dalam tulisan karya ilmiah kita. Jangan kemudian memutarbalikkan fakta dan berusaha menulis secara subjektif diri kita sendiri.
3. Paparannya lugas, jelas, dan tidak ambigu
Yang terakhir ini adalah lebih kepada cara penyajiannya. Karena ini akan dipertanggungjawabkan, maka diusahakan agar penggarapannya ditulis dengan bahasa yang lugas. Jelas secara tulisan dan jelas secara makna. Selanjutnya tidak terdapat kerancuan dan keambiguan di dalam karya tulis ilmiah kita sendiri.
Salah satu kesulitan yang dihadapi oleh guru atau anak didik adalah menulis karya ilmiah. Salah satu masalah utamanya adalah mereka kurang memahami bagaimana riset dan langkah-langkah menulis karya ilmiah. Mereka selalu mengatakan bahwa melakukan riset dan menulis karya ilmiah itu sangat sulit dan tidak mungkin dapat mereka lakukan.
Oleh karena itulah, maka seharusnya ada rujukan yang jelas mengenai riset dan menulis karya ilmiah. Hal ini untuk memberikan kesempatan guru dan anak didik berperan dan mengembangkan kemampuan penelitiannya dan menulisnya secara maksimal.
Dengan petunjuk yang ada dalam jenis riset dan langkah menulis karya ilmiah ini, maka mereka mempunyai arah yang jelas dalam proses penulisannya. Mereka tidak perlu lagi meraba-raba tentang bagaimana melakukan riset dan menulis karya ilmiah tersebut.
Dengan mengikuti langkah menulis karya ilmiah ini, maka setidaknya penulis dapat menerapkan metode yang benar dalam menyusun karya ilmiah. Bahwa dalam menulis karya ilmiah, Anda harus menerapkan konsep metode ilmiah.
Metode ilmiah penelitian dan pengembangan menulis karya ilmiah adalah suatu cara untuk pelaksanaan secara sistematis dan objektif yang mengikuti langkah menulis karya ilmiah. Berikut ini jenis riset yang digunakan dalam sebuah penelitian.
1. Jenis Riset yang Berpola pada Cara Pengumpulan Data
- Penelitian primer, yakni pendekatan penelitian dengan cara mengumpulkan data dari responden secara langsung oleh peneliti. Data yang digunakan bukan dari hasil pengumpulan sebelumnya. Teknik pengumpulan data pada penelitian primer ini dapat berupa kuisioner, wawancara, observasi, opinion pooling.
- Penelitian sekunder, yakni pendekatan penelitian yang menggunakan data-data yang sudah ada untuk dianalisis dan diinterpretasi sesuai tujuan peneliti. Data-data yang sudah ada itu bisa berupa hasil kajian sejarah atau data kepustakaan yang sudah ada.
2. Jenis Riset yang Berpola pada Proses Penelitian
- Penelitian observasional, yakni penelitian ketika peneliti hanya melakukan observasi tanpa memberikan intervensi atau perlakuan pada variabel yang akan diteliti.
- Penelitian eksperimental, yakni penelitian ketika peneliti melakukan intevensi atau perlakuan tertentu pada variabel yang akan diteliti. Penelitian ini biasanya bertujuan untuk menemukan sebab-akibat atau pengaruh faktor-faktor dengan kondisi tertentu. Peneliti berusaha menjelaskan, mengendalikan. Bahkan, meramalkan sesuatu dengan pendekatan ilmiah.
3. Jenis Riset yang Berpola pada Metodologi Analisis
- Penelitian deskriptif, yakni metode penelitian yang berusha menggambarkan dan menginterpretasi variabel yang diteliti dengan apa adanya. Penelitian deskriptif juga biasa dikenal dengan penelitian noneksperimen karena tidak melakukan kontrol dan manipulasi terhadap variabel yang akan diteliti. Penelitian ini seringkali menguji suatu hipotesis yang berkaitan dengan keadaan sekarang dengan melaporkan hasil penelitian secara apa adanya.
- Penelitian inferensial atau analitik, yakni pendekatan penelitian dengan menganalisis dan mengambil simpulan, serta membuat keputusan berdasarkan analisis variabel penelitian.
Dengan penjelasan berikut, sebuah riset itu sangat diperlukan oleh berbagai bidang, baik sebagai bahan makalah riset operasi sebuah perusahaan atau sebagai sebuah penelitian karya ilmiah. Semoga bermanfaat.

