Contoh Pembuatan Makalah sedekah

Pada mata pelajaran agama di sekolah atau dalam perkuliahan studi Islam, terkadang siswa diminta menyusun makalah sedekah. Dalam penyusunannya, makalah sedekah bisa dibuat dengan bermacam pilihan topik. Sebab sedekah tak hanya berarti memberi pada pengemis atau fakir miskin.
Dalam Q.S Al Baqarah ayat 261 pada Al Quran yang diterjemahkan oleh dewan penerjemah dari Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al Quran yang secara resmi ditunjuk oleh Menteri Agama, dijelaskan bahwa yang dimaksud menafkahkan harta di jalan Allah meliputi:
1. Belanja untuk kepentingan jihad
2. Pembangunan perguruan
3. Pembangunan rumah sakit
4. Usaha penyelidikan ilmiah, dan lain-lain.
Oleh karena itu meski tugasnya membuat makalah sedekah, judulnya bisa bermacam-macam. Tergantung dari sudut mana penulis ingin menulis dan menyampaikan makalahnya.
Untuk dalil yang menerangkan tentang sedekah antara lain terdapat dalam surat Al Baqarah (ayat 245, 261-274), An Nisa ayat 8, dan masih banyak ayat-ayat lain. Yang terpenting semakin luas pemahaman seseorang tentang sedekah, semakin baik pula kualitas makalah tentang sedekah yang disusunnya.
Contoh pendahuluan, isi, dan penutup dalam makalah sedekah adalah sebagai berikut.
Pendahuluan
Latar belakang pemilihan judul dalam makalah sedekah tergantung dari tema dan judul apa yang akan diangkat. Sebagai contoh adalah judul “Memberi Beasiswa Sekolah pada Anak Kurang Mampu sebagai Salah Satu Wujud Sedekah”.
Jika judulnya demikian, maka poin-poin yang disampaikan dalam latar belakang penyusunan makalah sedekah setidaknya memuat:
1. Fakta banyaknya anak putus sekolah karena ekonomi yang lemah.
2. Akibat yang terjadi pada bangsa, jika generasi mudanya tidak mendapatkan pendidikan yang baik.
3. Ungkapkan bagaimana seringnya harta yang berlebih justru digunakan untuk bersenang-senang semata.
4. Masukkan surat An Nisa ayat 8 yang menjelaskan perintah Allah untuk bersedekah pada fakir miskin.
5. Hal-hal lain yang terkait.
Rumusan masalah dan tujuan dalam makalah, biasanya disusun mengalir. Dengan masih mengambil contoh dari makalah dengan judul di atas, bisa dirumuskan permasalahan “Lemahnya tingkat pendidikan di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh faktor ekonomi. Memberikan beasiswa anak kurang mampu merupakan salah satu wujud menafkahkan harta di jalan Allah yang dapat menyelamatkan masa depan generasi bangsa”.
Untuk tujuan penyusunan makalah contohnya “Makalah ini bertujuan menambah pustaka kajian tentang sedekah yang diharapkan dapat menambah wawasan tentang sedekah dalam arti lain. Salah satunya dengan pemberian beasiswa sekolah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yang mempunyai rezeki lebih untuk bisa menafkahkan hartanya di dunia pendidikan semacam pemberian beasiswa”.
Isi
Dalam sub judul isi, penulis perlu membahas permasalahan yang disampaikan dalam pendahuluan. Pembahasan terdiri dari beberapa komponen, yakni fakta yang mendukung, analisis masalah yang ada, teori-teori sebelumnya kemudian dikaji keterkaitannya dengan fakta di lapangan.
Sertakan analisis-analisis tajam dari penulis. Kaitkan pula dengan sabda-sabda rasul dan firman Allah yang berkaitan dengan sedekah. Ungkapkan keutamaan sedekah dan jabarkan bagaimana hubungan beasiswa sekolah dengan sedekah yang sesuai dengan perintah Allah.
Pada sub bab Isi bisa ditulis sub-bab lain yang menuliskan gambaran inti permasalahan yang akan dibahas. Tak lupa pada bagian terahir dari isi jabarkan pemecahan-pemecahan masalah yang lahir setelah dilakukan pembahasan.
Simpulan
Simpulan selalu berupa gambaran ringkas berdasarkan apa yang dibahas dalam sub-bab sebelumnya. Begitu pula dalam penyusunan makalah sedekah ini. Simpulan dibuat seringkas mungkin namun dapat menggambarkan inti dari pembahasan.
Ulasan diatas adalah contoh dari penyusunan makalah sedekah. Penulis makalah bisa mengembangkannya sesuai dengan kreativitas sendiri, semakin banyak membaca, semakin sering belajar dan berlatih mengembangkan kreativitas, kualitas makalah yang disusun pun semakin baik pula.
Tak kalah penting karena sedekah erat kaitannya dengan agama, maka penulisan dalil-dalilnya harus sesuai dengan Al Quran. Hindari kesalahan dalam menuliskan dalil, karena akan menjadi tidak baik jika nantinya kesalahan tersebut dianut oleh pembacanya. Apalagi jika kekeliruan itu terbawa saat mengajarkan ilmu sedekah pada orang lain.






