Metode Pembelajaran Pada Siswa
Pendidikan adalah hal utama selain semua kebutuhan primer lain, seperti sandang, pangan dan papan. Dalam makalah tentang pendidikan, pendidikan bersifat abadi sepanjang masa. Pendidik adalah bisa siapa saja yang berkapabel untuk mendidik, dan peserta didik adalah tanpa batasan umur atau waktu.
Dasar Pendidikan di Indonesia
Berdasarkan pasal 27 Undang-undang Dasar Tahun 1945 tentang pendidikan di Indonesia, bahwa semua orang behak untuk mendapatkan pendidikan di Indonesia. Maka dengan dasar itulah Pemerintah Negara Republik Indonesia memperhatikan benar masalah pendidikan yang ada di tanah air.
Geliat pendidikan berkembang pesat di Indonesia baik bersifat formal maupun non formal. Pada era Orde Lama ditetapkan program wajib belajar 6 tahun. Dan di era Reformasi, diperbaharui menjadi program wajib belajar pendidikan dasar hingga 9 tahun.
Baku Mutu Pendidikan di Indonesia
Mutu pendidikan di Indonesia berpaku pada metode pembelajaran. Namun beberapa makalah tentang pendidikan sangat kurang menawarkan alternatif metode yang pas untuk diterapkan.
Para pakar pendidikan lebih menekankan cara atau metode, karena bila berpaku kepada hasil tidak akan sama penyelesaiannya. Hanya akan memberi celah kepada lemahnya metode pendidikan kita.
Metode Pembelajaran Kooperatif
Semua pihak terkait dalam bidang pendidikan biasanya mengeluhkan hal sama. Tentang beberapa materi pelajaran yang memiliki tingkat kesulitan klasik bagi sejumlah siswa. Yakni matematika, kimia atau fisika, serta bahasa Inggris.
Meski di luar bangku sekolah/kuliah, banyak terdapat lembaga non formal, seperti lembaga kursus, namun sebaiknya pendidikan formal seperti sekolah - tetap membuat suatu metode pembelajaran yang dapat diterapkan pada semua pihak.
Dalam suatu makalah tentang pendidikan - metode kooperatif pada pelajaran matematika, fisika, kimia atau bahasa Inggris bertujuan menawarkan, semua pihak melakukan pendekatan yang bervariasi. Dalam rangka memilih cara terefektif mengajarkan mata pelajaran tersebut.
Penjabaran Metode Kooperatif
Apabila dirumuskan maka metode kooperatif memiliki beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilannya, antara lain :
- Cara pendekatan guru kepada siswa.
- Menyesuaikan antara situasi belajar dengan siswa
- Merumuskan tujuan akhir yang ingin dicapai.
- Memilih model sebagai alat bantu pembelajaran kepada siswa
- Memilih model yang sesuai dengan materi belajar
- Menelaah perbedaan kemampuan siswa
- Meningkatkan kemampuan guru dengan training-training tambahan
Penjelasan metode kooperatif dalam makalah tentang pendidikan adalah sebagai berikut :
- Cara pendekatan guru kepada siswa.
Bahwa cara pendekatan guru kepada siswa dari masa ke masa akan berbeda. Dulu guru dapat bersikap otoriter sejauh masih bersignifikan dengan tujuan pembelajaran.
Tapi sikap tegas dan berwibawa pada akhirnya menggantikan cara-cara otoriter tersebut. Seiring berlalunya waktu, maka kini - sikap bersahabat guru kepada siswa justru meningkatkan minat serta keberhasilan pembelajaran.
- Menyesuaikan antara situasi belajar dengan siswa
Guru/pendidik harus jeli menangkap perkembangan sejalan waktu. Guru atau pendidik yang mampu mengeksplorasi segala hal di sekitar siswa biasanya mampu menerapkan metode kooperatif kepada siswa. Karena siswa akan lebih terbuka dan relaks.
- Merumuskan tujuan akhir yang ingin dicapai
Artinya, harus ada satu target tujuan pasti dan mungkin untuk dicapai. Kegagalan semua lembaga pendidikan atau pendidik adalah selalu menargetkan tujuan dengan standar yang over daripada kemampuan siswa.
Berusahalah untuk membuat tujuan akhir dalam jangka pendek, misalnya : dalam dua bulan semua siswa menguasai tiga bab matematika. Atau dalam sebulan siswa sudah menyukai fisika.
Jangan membuat tujuan dalam jangka panjang, karena akan memicu lemahnya pengontrolan terhadap siswa. Target yang terlalu tinggi biasanya sulit tercapai.
- Memilih model sebagai alat bantu pembelajaran kepada siswa
Sekarang banyak supplier edukatif yang kreatif membuat model-model pembelajaran. Seperti model balok-balok angka dan warna untuk mengenalkan matematika pada anak TK/SD. Lalu model tata surya untuk mengenalkan siswa kepada sistem tata surya, serta dasar-dasar fisika lainnya..Guru harus kreatif mencari model pembelajaran yang murah dan mudah didapat.
- Memilih model yang sesuai dengan materi pembelajaran
Jelas bahwa model harus konsisten dengan materi pembelajaran. Bila guru tidak cermat dalam memberikan model justru anak atau siswa tidak berkonsentrasi mencerna pelajaran.
- Menelaah perbedaan kemampuan siswa
Dalam hal kemampuan menyerap pelajaran yang disampaikan guru. Siswa yang aktif harus banyak diberi kesempatan dengan memberi mereka soal-soal yang agak sulit. Namun siswa yang minim kemampuan menyerapnya harus dilakukan pendekatan khusus supaya tetap aktif dan tidak kehilangan minat dalam pelajaran yang diajarkan.
- Meningkatkan kemampuan guru dengan mengikuti training-training tambahan
Banyak training, seminar ataupun workshop-workshop short time yang digelar saat ini. Dengan menambah stimulant pada guru, akan berdampak positif pada siswa. Gurupun berhak mendapatkan tambahan ilmu serta memperluas wawasan untuk kesinambungan pendidikan.






