logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Diet dan Nutrisi    Aneka Menu Sehat

Memberi Makanan Bayi Umur 6 Bulan


Ilustrasi makanan bayi umur 6 bulan

Pada saat memasuki umur yang enam bulan, bayi sudah bisa mulai dikenalkan dengan makanan yang sedikit lebih padat. Bayi sudah siap untuk menerima makanan bayi umur 6 bulan jika sudah menunjukan tanda antara lain:

  • Bayi sudah bisa menegakan kepala
  • Bisa duduk di kursi yang ada sandarannya
  • Gerakan mengunyahnya sudah mulai teratur
  • Berat badan mencapai dua kali lipat dibanding waktu lahir
  • Rasa tertarik pada suatu makanan sudah mulai muncul
  • Mulutnya menutup atau membuka ketika disodori sesuatu
  • Bisa memindah makanan ke mulut belakang
  • Tidak mendorong makanan keluar dari mulutnya lagi
  • Gigi susunya sudah mulai tumbuh
  • Jenis Makanan Bayi Umur 6 Bulan

Ketika sudah ada tanda seperti tersebut di atas, itu berarti bayi Anda mengalami pertumbuhan yang normal, sehingga tidak perlu ragu untuk menambah asupan makanan.

Adapun makanan bayi umur 6 bulan yang bagus adalah bubur yang mengandung beras dan biji-bijian, sayur dan buah-buahan, produk dari susu sapi, daging dan ikan serta kuning telur. Khusus untuk ikan ada yang perlu diperhatikan. Bila bayi alergi, lebih baik tidak diberikan. Tunda dulu sampai umurnya lebih dewasa lagi. Selain itu pada umur ini ASI atau air susu ibu tetap harus diberikan secara kontinyu.

Makanan yang Tidak Boleh Diberikan

Kemudan yang perlu mendapat perhatian lagi adalah, ada beberapa jenis makanan yang belum boleh diberikan atau dicampurkan pada makanan bayi umur 6 bulan, yaitu:

1. Garam

Ginjal dan lambungnya masih terlalu lemah untuk menerima atau mengolahnya. Untuk kebutuhan garam, bayi masih bisa mendapatkannya dari ASI dan susu formula.

2. Madu

Madu kadangkala mengandung suatu bakteri yang tidak bagus untuk bayi. Padahal dia belum bisa membuat imunitas untuk melawan bakteri ini. Tunggu kalau sudah mencapai umur yang lebih dewasa.

3. Gula

Terlalu banyak manis bisa merusak giginya yang baru saja tumbuh.

4. Kacang

Bisa menimbulkan alergi dan gatal-gatal.

5. Susu Sapi yang Mengandung Sodium

Sodium dapat membahayakan pencernaan bayi.

Cara Memberikan Makanan Bayi Umur 6 Bulan

Meski bayi sudah siap menerima makanan yang lebih padat, namun tidak boleh diberikan secara langsung. Memberikan makanan bayi umur 6 bulan bisa dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah seperti ini :
Pada waktu pertama kali berilah porsi sedikit dulu, misalnya  dua atau tiga sendok saja. Kemudian pada hari berikutnya ditambah menjadi empat sendok dan seterusnya.

  • Suapilah makanan di sela-sela pemberian ASI,agar bayi tidak terlalu kaget menerima suatu rasa yang baru.
  • Pertama kali diberi makanan yang lebih padat, cobalah bubur tepung beras yang lembut. Karena tepung beras tidak mudah membuat bayi tersedak.
  • Sebelum diberi sayur, cobalah mengasihnya dengan buah dulu. Karena buah rasanya manis, maka bayi bisa tertarik. Setelah itu baru diberi sayuran.
  • Jangan langsung memberi dengan berbagai jenis makanan. Kenalkan bayi dengan satu jenis makanan dulu. Bila reaksinya bagus kemudian dicoba dengan jenis makanan yang lain.
  • Perhatikan bumbu-bumbu yang di campurkan pada masakan bayi umur 6 bulan. Jangan diberi bumbu yang terlalu keras. Karena perutnya belum terlalu kuat, bisa menimbulkan diare.
  • Setelah umur bayi makin bertambah, kepadatan makanan bisa ditingkatkan. Namun untuk jenisnya tetap harus mengacu pada jenis makanan bayi umur 6 bulan. Semoga info ini bisa bermanfaat bagi para ibu yang sedang mengasuh bayinya.

Perhatikan Makanan Bayi Umur 6 Bulan!

Kebanyakan ibu ingin segera melihat anaknya tumbuh lebih besar. Namun, tidak sedikit pula dari mereka yang melakukan berbagai cara instan agar si anak bisa segera besar. Sayangnya, cara instan yang digunakan tidak selamanya baik bagi anak, bahkan ada yang berdampak buruk pula terhadap perkembangan dan pertumbuhan si anak ke depannya.

Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang perlu diperhatikan dalam memberikan makanan pada bayi berumur 6 bulan :

1.    Memberikan Makanan Padat yang Berlebihan

Pemberian makanan padat tentu sudah boleh diberikan, namun dengan tetap mengolahnya sebaik mungkin agar bayi bisa menerima asupan makanan yang diberikan itu. Makanan yang terlalu padat akan sulit dicerna oleh bayi sehingga hal tersebut bisa mengakibatkan munculnya gangguan usus pada bayi. Anda bisa memberikan nasi tim yang diolah dengan lembut sehingga sistem pencernaan bayi bisa menerima makanan tersebut.

2.    Pemberian Susu dalam Jumlah Berlebih

Pemberian susu dalam jumlah yang berlebihan biasanya dilakukan para ibu untuk memperoleh kesehatan dan fisik yang baik dari bayi. Namun, cara ini bukanlah cara yang tepat untuk bisa mendapatkan pertumbuhan yang baik bagi anak Anda. Sebaiknya berikan susu pada saat si anak memang menginginkannya. Selain itu, pilih juga susu formula yang tepat dan sesuai dengan anak sehingga tidak terjadi gangguan saluran pencernaan.

3.    Pemberian Vitamin yang Berlebihan

Vitamin biasanya digunakan oleh ibu untuk menunjang makan si anak agar lebih banyak dan membuatnya terlihat lebih tinggi atau lebih gemuk. Pada dasarnya, vitamin merupakan suplemen yang bisa diberikan apabila si anak mengalami gangguan makan yang sedikit dan tidak mampu mencerna beberapa jenis makanan yang bergizi. Namun, jika si anak sudah makan dengan lahap, Anda tidak perlu lagi memberikan vitamin apalagi jika dosis yang diberikan jumlahnya berlebihan.

4.    Pemberian Bumbu Penyedap Rasa

Bukan hanya untuk bayi dan balita saja bumbu penyedap rasa dan bahan pengawet tidak boleh dilakukan. Pemberian bumbu penyedap rasa dan bahan pengawet pada makanan orang dewasa saja bisa memberi dampak yang cukup buruk bagi kesehatan, apalagi jika diberikan kepada anak-anak dan bayi. Lebih baik berikan nasi tim dengan bumbu kaldu alami daripada memberikan nasi tim atau bubur dengan tambahan penyedap rasa.

5.    Pemberian Telur Mentah dan Madu

Orang tua pada zaman dahulu banyak sekali yang beranggapan bahwa pemberian madu dengan telur mentah adalah hal yang sangat baik agar bayi atau anak bisa tumbuh lebih cepat dan memiliki kondisi badan yang lebih kuat dibandingkan dengan anak lainnya. Sayangnya, hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena kuman yang terdapat di dalam telur mentah akan mengontaminasi saluran pencernaan bayi lewat madu dan makanan lainnya yang dicerna di dalam usus bayi.

Pemberian ASI pada Bayi 6 Bulan

Jika Anda adalah orang yang sibuk bekerja, maka Anda tetap bisa meluangkan waktu untuk memberikan ASI ketika pulang bekerja. Pemberian ASI bagi anak usia di bawah dua tahun adalah baik.

Kebaikan yang didapat bukan hanya sebatas fisik bayi dan daya tahan tubuh bayi yang kuat, tapi juga memberikan keinginan kepada bayi untuk berkomunikasi secara verbal dengan ibunya lewat proses menyusu.

Proses menyusui ini bisa menjadi sebuah tahap perkembangan psikologi yang baik bagi anak asalkan tidak berlebihan, misalnya saja menyusui sampai umur bayi di atas dua tahun. setelah itu, berilah pengertian kepada anak mengenai jenis makanan lain yang bisa dinikmati sehingga anak tidak sulit saat ibu harus melakukan penyapihan sebelum usia anak genap dua tahun.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Cara Diet Sehat Cepat dengan Food Combining
  • Mengenal Khasiat dari Berbagai Macam Jus Buah
  • Tips Jitu Menggemukkan Badan
  • Gemuk Jadi Kurus
  • Variasikan Makanan Bayi Umur 8 Bulan
  • Cerdas Memillih Minuman Kesehatan
  • Makanan Sehat Ibu Hamil Muda
  • Menu Makanan Bayi 1 Tahun
  • Klasifikasi Daun Singkong
  • Makanan Bayi Umur 4 Bulan
  • Khasiat Minyak Kelapa
  • Tips Makanan Sehat Untuk Ibu Hamil
  • Contoh Menu Makanan Sehat
  • Bubur Buah, Makanan Bayi Umur 5 Bulan
  • Makanan Bayi Sehat Berdasarkan Usianya
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA