Pentingnya Mengonsumsi Makanan Berprotein
Protein merupakan komponen utama berbagai jaringan tubuh. Protein diperlukan untuk perkembangan dan pertumbuhan. Oleh karena itu, asupan protein mutlak diperlukan. Protein dapat diperoleh dari konsumsi makanan berprotein. Selain itu, ada juga susu khusus berprotein tinggi maupun suplemen. Namun, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman berprotein merupakan sumber protein terbaik bagi tubuh.
Fungsi Protein
Fungsi terpenting protein adalah membentuk, mempertahankan, dan mengganti jaringan di dalam tubuh. Sebagian besar penyusun otot, organ tubuh, dan beberapa hormon merupakan protein. Protein juga memproduksi antibodi dan hemoglobin.
Protein terdiri atas rangkaian asam amino. Ada 20 macam asam amino. Tubuh kita memroduksi 14 asam amino. Sisanya, kita harus mendapatkan asam amino dari konsumsi makanan. Asam amino yang dapat diproduksi oleh tubuh disebut asam amino nonesensial. Sedangkan asam amino yang tidak diproduksi oleh tubuh disebut asam amino esensial.
Seberapa Banyak Protein yang Diperlukan?
Mungkin Anda pernah mendengar bahwa asupan tinggi protein akan membuat tubuh lebih berotot. Sesungguhnya, tubuh berotot hanya dapat diperoleh bila Anda rajin melakukan latihan fisik. Protein berlebih tidak akan membuat Anda lebih kuat.
Remaja dan pria aktif memerlukan tiga porsi protein dengan jumlah total 198 gr. Anak-anak berusia 2 hingga 6 tahun, wanita, dan lanjut usia memerlukan dua porsi protein berjumlah 141 gr. Anak-anak di atas 6 tahun, wanita aktif, dan pria dengan aktivitas sedang memerlukan dua porsi protein dengan total 170 gr.
Makanan Berprotein Tinggi
Tubuh menerima protein dari makanan yang kita makan. Konsentrasi protein tertinggi berasal dari hewan, biasanya dalam bentuk daging atau susu. Protein hewani mengandung 9 asam amino esensial. Sementara itu, protein nabati kekurangan satu atau lebih asam amino esensial. Pengecualian ada pada kedelai. Kedelai mengandung semua asam amino esensial. Protein kedelai terkandung dalam susu kedelai, tempe, dan tahu.
Untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh, disarankan mengonsumsi variasi makanan berprotein. Misalnya kacang tanah memiliki kandungan asam amino isoleusin dan lisin yang rendah. Sedangkan kacang polong mengandung triptofan dan metionin yang rendah.
Tidak semua makanan berprotein baik bagi tubuh. Daging yang diproses tidak baik bila dikonsumsi dalam jangka panjang. Beberapa sumber protein juga mengandung lemak jenuh. Sumber protein yang tidak banyak mengandung lemak jenuh misalnya ikan, kacang, dan daging ayam.
Berikut ini daftar beberapa makanan yang tinggi protein.
|
Makanan Berprotein Tinggi |
Porsi |
Kandungan Protein (gr) |
|
Telur |
1 butir |
6 |
|
Susu |
1 gelas |
19 |
|
Susu kedelai |
200 ml |
6 |
|
Tahu |
100 gr |
8 |
|
Yoghurt rendah lemak |
150 gr |
8 |
|
Ikan salmon |
100 gr |
39,9 |
|
Keju cheddar |
100 gr |
28 |
|
Sapi panggang |
100 gr |
28 |
|
Ayam panggang |
100 gr |
25 |
|
Sosis |
100 gr |
12 |
|
Corned beef |
100 gr |
26 |
|
80 gr |
2 |
|
|
Kacang |
¼ cangkir |
9 |






