Makanan Halal yang Boleh Kita Makan
Dalam agama Islam, Allah Swt. mengatur perihal makanan apa saja yang tidak boleh untuk dikonsumsi, yang tertuang dalam kitab suci Al Quran. Jadi, kita hanya makan makanan halal yang diperbolehkan agama kita dan menghindari jenis bahan makanan yang dilarang. Hal ini terkait dengan bahan makanan yang tidak halal tersebut memang tidak baik untuk dikonsumsi karena tidak baik untuk kesehatan, pikiran, dan jiwa kita.
Makanan halal yang boleh kita makan adalah makanan yang selain disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 173, yang artinya adalah sebagai berikut.
”Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut nama (selain) Allah. Tetapi dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Makanan halal yang boleh kita makan adalah bahan makanan protein seperti daging ayam, sapi, kambing, sayur-sayuran, umbi-umbian, kacang-kacangan, telur, olahan kacang kedelai, seafood, seperti ikan, udang, cumi-cumi, kepiting, dan masih banyak lainnya. Makanan yang halal tidak hanya boleh untuk dimakan, tetapi juga baik untuk kesehatan kita. Oleh karena itu sikap waspada dan hati-hati harus kita terapkan untuk menghindari kita memakan makanan yang tidak halal.
Bila Anda sedang berbelanja bahan makanan di toko swalayan atau pasar tradisional, berhati-hatilah memilih bahan makanan. Bahan makanan yang sering kali keliru kita beli adalah daging. Sebagai contoh daging babi dan sapi. Bila kita tidak begitu teliti, terkadang kita salah kira, daging babi dikira daging sapi. Bila membeli bahan makanan yang berasal dari luar, Anda bisa melihat apakah ada label halal pada kemasan atau tidak, bila ada maka bahan makanan tersebut layak Anda konsumsi.
Berikut Tips Memilih Makanan Halal
- Bila Anda berbelanja di toko serba ada, perhatikan kemasan, terutama kemasan daging olahan, apakah ada label halal dari MUI atau tidak. Bila tidak tertera, terutama kemasan tersebut dari luar, sebaiknya jangan Anda beli.
- Bila berbelanja bahan makanan di pasar tradisional, tak ada salahnya Anda menanyakan kepada penjualnya apakah yang dijual itu boleh dikonsumsi atau tidak. Khususnya di bagian penjual daging. Bukankah pembeli adalah raja?






