Makanan Halal dan Haram di Sekitar Kita
Pemenuhan kebutuhan makanan bagi tubuh sangatlah penting mengingat jasmani merupakan sarana bagi kita dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
Makanan yang baik adalah makanan yang bergizi tinggi dan mencukupi syarat 4 sehat 5 sempurna. Agar jasmani kita menjadi sehat dan kuat juga mendatangkan efek yang baik bagi rohani kita. Oleh karena itu, ada baiknya kita mengenal makanan halal dan haram agar asupan gizinya seimbang antara jasmani dan rohani kita.
Makanan Halal dan Haram
Di dunia ini terdapat beragam makanan yang halal juga haram. Menurut agama dan kepercayaan tertentu kedua jenis makanan tersebut dapat diklasifikasikan berdasarkan kriteria tertentu. Dari cara mendapatkannya, dari segi kesehatan, bagaimana hewan yang dijadikan bahan makanan itu hidup di alamnya, dan cara pengolahan makanan.
Segala sesuatu diciptakan di atas muka bumi ini tentu tanpa kesia-siaan. Allah Swt. menciptakan yang haram di antara yang halal agar dapat menjadi pelajaran bagi manusia yang berpikir. Bisa memilih bahan makanan yang halal lagi baik untuk diolah dapat memberikan ketenangan dan keberkahan dalam hidup kita.
Islam mengatur batasan antara yang halal dan haram dalam makanan sesuai ayat-ayat yang terkandung dalam Al-Quran. Seperti dalam Surat Al An’aam ayat 118, dijelaskan bagaimana halal dan haram dari proses penyembelihan hewan,
Maka makanlah dari sesuatu (binatang yang halal) yang disebut nama Allah (ketika menyembelihnya) jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.
Juga dalam Al An’aam ayat 121, manusia diperingatkan,
Dan janganlah kamu memakan binatang yang tidak disebut nama Allah (ketika menyembelihnya), sesungguhnya hal itu suatu kefasikan.
Apa Sajakah yang Termasuk Makanan Haram?
Makanan dikatakan haram bukan saja karena memang jelas dan nyata itu haram, tetapi juga bagaimana cara memperlakukan, mendapatkan dan mengolahnya. Makanan haram adalah makanan yang berasal dari:
- Bangkai. Hewan yang mati akibat perlauan yang menyebabkan ia mati, seperti dipukul, dicekik, dan atau ditemukan dalam keadaan mati akibat ditanduk oleh hewan lain dan terjatuh. Hewan tersebut tidak mengalami proses penyembelihan maka ia dikatakan haram, dan dari segi kesehatan tidak baik karena terdapat darah yang menggumpal dalam tubuhnya. Lain halnya dengan bangkai hewan laut yang memang dihalalkan untuk dimakan karena tidak merugikan bagi kesehatan.
- Darah. Darah yang mengalir haram untuk dimakan atau dicampurkan dengan minuman.
- Daging babi. Babi jenis apa pun haram untuk dimakan, baik dagingnya maupun minyaknya. Dalam tubuh babi terdapat ribuan jenis bakteri yang tidak akan hilang meskipun telah mengalami proses pemasakan yang lama. Hal ini juga jelas dalam Al-Quran.
- Binatang buas yang bertaring dan berkuku tajam. Ular, serigala, singa, anjing, macan tutul, beruang, kera, harimau. Juga dari jenis burung seperti elang, garuda, dan sejenisnya yang berkuku tajam.
- Hewan yang disembelih selain nama Allah. Maka pastikan bila Anda membeli daging, belilah dari tempat-tempat pemotongan hewan yang terpercaya dan mendistribusikannya ke pasar, itu lebih baik.
- Makanan yang diolah dengan minyak babi atau bumbu tambahan dari hewan yang tidak boleh dikonsumsi.






