Kala Harus Mengkonsumsi Makanan Kaleng
Teknologi pemrosesan dan pengolahan bahan pangan membawa dampak positif dan negatif bagi manusia. Dampak positif yang dihasilkan adalah meningkatnya nilai tambah makanan dan lebih terjaminnya pasokan satu jenis bahan pangan. Satu jenis bahan pangan dapat dipertahankan ketersediaannya dengan proses pengawetan.
Anda sudah banyak mengenal makanan yang diawetkan, bahkan hampir seluruh bahan pangan yang diproses diberi zat pengawet. Zat pengawet dalam jumlah tertakar sebenarnya tidak memberi dampak buruk bagi tubuh. Tapi seringkali terdapat produsen baik skala industri besar maupun kecil yang nakal, sehingga tidak mematuhi standar keamanan bahan pangan.
Makanan Kaleng merupakan sebuah cara untuk mempertahankan kelangsungan pengunaan satu bahan pangan. Pengalengan dapat dilakukan untuk berbagai bahan pangan antara lain buah, sayur, ikan, daging dan susu.
Masing-masing tipe bahan pangan akan memerlukan jenis pengawet yang berbeda. Untuk buah dan sayur biasanya digunakan gula atau garam sebagai zat pengawet, sedangkan untuk ikan dan daging digunakan garam atau natrium benzoat.
Zat pengawet dalam jumlah melebihi dosis diduga dapat mengakibatkan berbagai konsekuensi. Sifat zat pengawet dalam jumlah berlebih adalah karsinogenik, yaitu zat pencetus kanker. Tetapi kadang tidak dapat dihindari untuk mengkonsumsi makanan kaleng. Kepraktisan dan keterbatasan waktu membuat makanan kaleng tetap harus dikonsumsi.
Tips Mengkonsumsi Makanan Kaleng
Berikut adalah tips tetap sehat kala harus mengkonsumsi makanan kaleng.
- Usahakan frekuensi konsumsi tidak terlalu sering. Bila masih bisa menggunakan makanan segar , pilihlah makanan segar.
- Perhatikan bentuk kaleng. Untuk menjamin keamanan makanan di dalamnya, kaleng harus dalam keadaan mulus, tidak penyok dan tidak kembung. Kaleng yang kembung menandakan adanya udara yang dihasilkan dari mikroba yang tumbuh di dalam kaleng.
- Periksa tanggal kadaluarsa. Ini adalah prosedur wajib yang harus dilakukan jika membeli makanan kaleng. Waspadai tanggal kadaluarsa yang ada karena ada oknum yang merubah tanggal kadaluarsa dari tanggal yang sebenarnya. Jika tulisan tanggal kadaluarsa terlihat samar atau meragukan, jangan membeli makanan kaleng tersebut.
- Sesaat setelah membuka kaleng, perhatikan dinding dalam makanan kaleng tersebut apakah masih mulus atau terdapat bercak kehitaman. Bercak kehitaman menandakan adanya proses penguraian material dinding oleh zat pangan atau mikroba di dalam kaleng.
- Bukalah makanan kala pada saat akan digunakan segera. Hindari membiarkan makanan kaleng terbuka dalam waktu lama. Jika tidak semua makanan digunakan pada satu kali pengkonsumsian, tutup kaleng dan taruh di dalam kulkas.
- Cermati komposisi produk yang dituliskan pada label. Seringkali produsen menambahkan kandungan zat gizi yang hilang dalam pemrosesan makanan, misalnya asam omega 3 dan omega 6 pada ikan sarden kaleng. Belilah makanan kaleng dari produsen yang terpercaya dan mendapatkan sertifikat dari BP POM dan MUI.
Selamat menikmati makanan kaleng dan mereduksi kekhawatiran .






