Makanan Kotor - Ancaman Bagi Kesehatan
Makanan kotor? Siapa yang bersedia memakannya? Sudah pasti tidak ada. Hakikat sebuah makanan adalah memenuhi segala macam kebutuhan gizi yang memang dibutuhkan oleh tubuh dalam berbagai prosesnya. Lalu, bagaimana dengan makanan kotor?
Makanan Kotor Sudah Pasti Tidak Layak Makan
Untuk memenuhi kebutuhannya akan nutrisi, makanan memang sangat diperlukan oleh tubuh. Bersama dengan pakaian dan tempat tinggal, makanan merupakan salah satu kebutuhan primer yang sangat dibutuhkan manusia. Tapi, tentu saja tidak dengan makanan kotor.
Makanan. Sebuah kata yang membuat imajinasi kita begitu beragam. Menyenangkan dan mengenyangkan jika kita mendengar kata makanan. Makanan memang sangat diperlukan dan berguna bagi kelangsungan hidup manusia. Tentu saja, makanan yang bersih dan sehat adalah makanan yang dapat menunjang kesehatan tubuh manusia, berbeda dengan makanan kotor.
Makanan kotor, dalam arti yang sebenarnya, merupakan makanan yang baik ketika diolah maupun ketika disajikan, memiliki kadar kebersihan di bawah standar. Lalu, apa yang dimaksud dengan kebersihan yang berada di bawah standar?
Perihal bersih atau kotor, tidak ada relatif. Semua mutlak. Makanan bersih adalah makanan yang higienis, baik pengolahannya, pengemasannya, dan penyajiannya. Sedangkan, makanan kotor adalah makanan yang kehigienisannya masih sangat diragukan. Dilihat secara tampilan memang kotor dan sangat tidak layak untuk dikonsumsi.
Makanan kotor memiliki dua kecenderungan. Kecenderungan pertama adalah jelas-jelas bisa dilihat bahwa makanan tersebut kotor. Misalnya saat makanan tersebut jatuh ke tanah dan kecenderungan kedua adalah penampakan kotor yang tidak terlihat kotor. Kecenderungan makanan kotor seperti ini yang cukup sulit dihindari dan mengecoh.
Ketika makanan sudah berpredikat kotor, maka kelayakan untuk dikonsumsi pun bisa dipastikan hampir tidak ada. Jelas, mengingat kandungan gizi yang terdapat pada makanan justru terkalahkan oleh kehadiran kuman di makanan tersebut.
Manfaat yang seharusnya didapatkan oleh tubuh, mendadak terkikis habis oleh kehadiran kuman, bakteri dan makhluk-makhluk super kecil lainnya itu. Ya, kenyataannya, makanan kotor merupakan sarang dari berbagai makhluk berbahaya yang nantinya dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Bukannya sehat, salah-salah Anda bisa sakit karenanya.
Makanan Bersih VS Makanan Kotor
Makanan yang ideal tentu saja adalah makanan yang sempurna secara keseluruhan. Tentu saja jauh dari predikat makanan kotor. Baik bahan makanan, pengolahan, serta penyajiannya. Makanan sehat tentulah makanan yang mengandung asupan gizi yang cukup untuk tubuh dan diolah dengan baik.
Untuk sayuran misalnya, hendaknya jangan dimasak terlalu lama sebab kandungan gizi yang ada akan hilang. Jika kandungan gizinya hilang, bisa-bisa kita malah memakan sampah. Makanan bersih adalah makanan yang terjamin kehigienisan dalam proses pembuatan hingga penyajiannya. Makanan kotor tentu saja kebalikan dari makanan bersih itu sendiri.
Ada pertentangan antara makanan bersih dan makanan kotor. Kedua makanan tersebut kenyataanya memang jelas-jelas berbeda. Banyak makanan yang kita anggap bersih, namun sesungguhnya itu makanan kotor. Mengapa bisa demikian? Tahukah Anda bahwa makanan seperti inilah yang justru lebih berbahaya untuk Anda.
Banyak sebab yang menjadikan makanan yang kita anggap sebagai makanan bersih ternyata berpredikat sebagai makanan kotor, mengandung kuman dan bakteri jahat yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Jika sudah demikian, yang bisa diandalkan adalah kehati-hatian, serta memperhatikan secara lebih detail.
Kehati-hatian memang menjadi hal yang sulit ketika kita sudah dihadapkan pada sajian makanan saat perut merasa lapar. Keinginan untuk menyantap makanan langsung merajai. Kebersihan makanan pun menjadi hal yang sama sekali tidak terlintas di pikiran. Makanan kotor pun bisa saja ikut dinikmati.
Jika sudah demikian, kuman mulai beraksi dan berbagai keluhan penyakit pun datang. Dari mulai sakit perut biasa hingga muntah-muntah dan kehilangan banyk cairan tubuh. Hal-hal mengerikan seperti itu bukan hanya mitos. Itu ada, dan sebagian besar disebabkan oleh mengonsumsi makanan kotor.
Sebagai contoh, saat kita membeli makanan, otomatis kita akan memegang uang sebagai alat tukar dan menerima makanan yang kita pesan. Kemudian, kita langsung mencomot makanan tersebut tanpa mencuci tangan. “Bersih, kok.” Itulah yang sering kita dengar. Tahukan Anda bahwa makanan yang diyakini bersih ternyata kini sudah berganti predikat menjadi makanan kotor?
Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa kuman banyak terdapat di mana-mana. Salah satunya pada permukaan uang. Uang merupakan salah satu sumber kuman. Anda perhatikan saja bagaimana perputaran uang tersebut. Dari satu tangan ke tangan yang lain. Dari satu tempat ke tempat yang lain. Alih-alih kita memakan makanan sehat dan bersih, malah kita makan makanan kotor sesungguhnya.
Satu hal yang harus Anda perhatikan adalah, kuman memang merupakan sebuah organisme kecil yang sangat sulit jika harus dilihat dengan mata telanjang. Kuman yang "nongkrong" di makanan kotor tersebut akan mengancam kesehatan Anda.
Makanan Kotor - Juga Bergantung pada Kebersihan Tangan
Hal tersebut menjadi sesuatu yang disepakati banyak orang bahwa kebersihan tangan berpengaruh terhadap kualitas makanan dalam pencernaan kita nantinya. Makanan kotor sering dianggap makanan yang jatuh ke lantai berdebu. Namun, pernahkah Anda beranggapan bahwa bahan makanan yang dikupas dari kulitnya, kemudian dimasak tanpa dicuci dan setelah matang bisa juga disebut sebagai makanan kotor?
Tentu tidak bukan? Mengingat tampilannya pun tidak kotor, tidak penuh debu dan pasir atau apapun yang merujuk pada makna kotor secara harfiah. Proses pengolahan bahan makanan yang tidak dicuci setelah dikupas dari kulitnya, tentu akan menyebabkan makanan tersebut cepat rusak atau basi. Makanan seperti itu pun pada akhirnya pantas jika "dijuluki" sebagai makanan kotor.
Makanan Kotor - Berawal dari Proses
Makanan kotor sesungguhnya bukan hanya terletak pada hasil akhirnya, melainkan pada proses pengolahan dan penyajiannya. Pada proses penyajian misalnya, terkadang kita tidak beranggapan bahwa piring yang disimpan terlalu lama di lemari adalah piring kotor. Ya, sebab kita beranggapan piring tersebut memang telah dicuci sebelum disimpan di dalam lemari.
Namun, apakah kita bisa menjamin tidak ada debu yang menempel pada piring kita? Lemari, terlebih yang terbuat dari kayu, biasanya akan “menghujani” barang-barang kita dengan abunya. Selain itu, apakah kita yakin bahwa piring dalam lemari kita tidak dilewati kecoa yang biasanya berada di dalam lemari dan tempat-tempat tersembunyi lainnya? Makanan yang menggunakan alat makan tersebut bisa juga dikategorikan sebagai makanan kotor.
Jika tidak kita cuci lagi piring-piring tersebut, tentu akan membuat kualitas makanan kurang baik. Contoh lain, pada acara pesta, biasanya piring yang dicuci akan dilap oleh kain agar lebih cepat kering. Namun, apakah lap yang digunakan merupakan kain lap yang benar-benar bersih dan diganti ketika dirasa sudah terlalu basah atau kotor? Jadi, hal yang juga harus Anda ingat adalah, makanan kotor bisa disebabkan karena beberapa sebab.
Makanan Kotor - Makanan di Pinggir Jalan
Makanan yang dijual di pinggir jalan raya tanpa ditutup dengan benar pun bisa dikategorikan sebagai makanan kotor. Sebab debu jalan dan asap kendaraan akan menempel pada makanan. Belum lagi, lalat yang hinggap pada makanan membawa beragam jenis bakteri dan kuman.
Hal seperti itu seringkali dikesampingkan. Selama tampilan makanan tidak berdebu, tidak jatuh ke tanah, maka makanan tersebut dianggap bersih, padahal, bisa jadi makanan itu telah berubah menjadi makanan kotor.
Kebersihan dalam mengelola dan memilih makanan akan berdampak pada kesehatan tubuh. Memilih makanan bersih tidak ada salahnya. Toh, kebersihan akan berakibat pada daya tahan tubuh yang tidak rentan terhadap penyakit. Satu lagi, bahwa makanan kotor tidak ditentukan dari mahal atau tidaknya bahan makanan tersebut, tetapi dari bagaimana menyajikan serta bagaimana mengolahnya.






