Tahap Pemberian Makanan Pendamping ASI - ANNEAHIRA.COM
Ilustrasi makanan pendamping asi
Setiap orang tua haruslah benar-benar memperhatikan pemberian makanan pendamping asi bagi bayi mereka. Karena keadaan tubuh bayi sangatlah berbeda keadaannya dengan tubuh orang dewasa atau pun orang yang sudah tua.
Tubuh bayi memerlukan zat-zat yang berasal dari makanan. Kita biasa menyebutnya sebagai zat gizi. Asupan zat gizi yang seimbang dari zat makanan memungkinkan terjadinya pertumbuhan yang normal dan proporsional. Secara umum, pencernaan bayi belum siap untuk mencerna makanan padat atau yang berserat banyak atau makanan yang membebani ginjal.
Satu-satunya makanan yang cocok dengan saluran pencernaan dan komposisi gizinya paling sesuai untuk mendukung proses tumbuh kembang bayi hanyalah ASI. Namun, seiring pertambahan usia dan perkembangan tubuhnya, pemberian ASI saja tidak cukup. Si kecil harus mulai mendapatkan makanan pendamping ASI (MP-ASI).
Pemberian makanan pendamping tentu saja harus dilakukan secara bertahap. Artinya, makanan yang diberikan harus disesuaikan dengan sistem percernaannya. Hal ini bertujuan agar kandungan gizi dari makanan yang diberikan dapat diserap secara optimal tanpa menimbulkan efek samping yang membahayakan.
Setiap orang tua terutama seorang ibu haruslah benar-benar mengerti dan memahami dengan benar tentang ilmu dan pengetahuan mengenai makanan pendamping untuk ASI ini. Karena di dalam masyarakat terdapat banyakk mitos yang tak benar mengenai hal ini, terutama bagi masyarakat yang masih memegang adat dan kepercayaan masa lalu yang banyak bertentangan dengan ilmu kesehatan yang benar.
Karena jika seorang ibu tidak memiliki pengetahuan yang cukup dan benar mengenai hal ini maka bisa jadi ia hanya mendengarkan dan mengikuti saran dari banyak orang yang berada di sekitarnya tanpa mengetahui apakah itu benar atau salah.
Jika yang dilakukan adalah demikian maka akan sangat berakibat pada bayi dan perkembangannya. Bayi adalah masih berada di masa yang rawan dan sensitif. Segala apa yang masuk ke dalam tubuhnya akan sangat mempengaruhi dirinya dan perkembangannya kelak. Untuk itu, haruslah benar-benar dipahami bagaimana pola pemberian makanan pendamping bagi bayi setelah ASI.
ASI Makanan Terbaik Bagi Bayi
Asi adalah makanan yang paling baik dan terbaik bagi seorang bayi. Karena memang ASI ini telah diformulasikan sedemikian rupa oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk menjadi hal demikian.
ASI mengandung kandungan zat dan gizi terlengkap. Hal ini terjadi karena memang ASI berasal dari ibu si bayi dan dari sari makanan yang telah diproduksi oleh si ibu melalui banyaknya makanan yang ibu konsumsi.
ASI tetap menjadi makanan yang terbaik bagi bayi dibandingkan dengan susu formula mana pun, bahkan susu formula termahal yang ada di dunia. ASI tetap adalah makanan terbaik bagi bayi.
ASI diberikan sampai bayi berusia enam bulan. Hal ini memang sangat disarankan karena memang pada usia bayi baru dilahirkan sistem pencernaan bayi masih sangat rentan. Sehingga tidak disarankan untuk memberikan beban pencernaan yang lebih ke dalam perut bayi.
Bayi yang telah diberikan makanan pendamping selain ASI maka bisa jadi akan memperberat kerja lambung dan pankreas. Dan hal ini akan berdampak pada cara kerja sistem pencernaannya secara total. Maka dari itu memang sangat disarankan untuk hanya memberikan ASI kepada bayi sampai pada usia enam bulan.
Setelah bayi berusia enam bulan maka itulah waktu yang terbaik bagi ibu untuk memulai memberikan makanan pendamping bagi bayinya selain dari ASI. Untuk hal ini pun, ibu juga harus menjadi ibu yang pintar dan pandai dalam meneliti dan menentukan makanan pendamping yang cocok dan sesuai untuk si bayi dan kesehatannya.
Pemberian Makanan Pendamping ASI
Proses pemberian makanan pendamping ASI setidaknya melalui empat tahap sampai anak mencapai usia satu tahun.
Tahap Pertama (Mulai Usia 6 Bulan)
Pemberian makanan pendamping untuk ASI pada tahap ini bertujuan untuk memperkenalkan satu rasa (single ingredients) untuk mendeteksi rasa makanan. Makanan tambahan yang diberikan harus memiliki tekstur halus sehingga mudah ditelan dan dicerna.
Karena memang pada tahapan usia ini, lambung si bayi masih harus dibantu untuk mencerna makanan. Lambung si bayi masih tidak dapat dibebani untuk harus mencerna makanan yang sudah berbentuk padat dan lebih sulit untuk dicerna.
Makanan tambahan yang diberikan harus mengandung seratus persen produk alami sekaligus memperkenalkan rasa sayuran dan buah-buahan sejak dini. Memang syuran dan buah yang sangat disarankan untuk diberikan pada bayi di tahapan ini mengandung nilai gizi yang cukup tinggi. Dan hal ini tentunya akan membantu tumbung kembang si bayi.
Tahap Kedua (Mulai Usia 7 Bulan)
Pemberian makanan pendamping ASI pada tahap kedua bertujuan untuk memperkenalkan rasa campuran (mix ingredients) sehingga memori si anak terhadap rasa makanan menjadi semakin kaya.
Makanan yang diberikan dapat terbuat dari olahan sederhana dan mengandung zat yang rendah alergi. Makanan yang diberikan harus mudah ditelan. Juga memang sangat disarankan untuk masih tidak memberikan jenis makanan yang membutuhkan waktu lama untuk dicerna karena hal ini akan memperlambat kerja lambung.
Tahap Ketiga (Mulai Usia 8-9 Bulan)
Pemberian makanan pendamping ASI pada tahap ketiga bertujuan untuk memperkaya rasa yang dikecap oleh si kecil sehingga makanan yang diberikan lebih bervariasi, baik dari jenis maupun rasa.
Komposisi makanan yang diberikan mengandung sedikit daging, ikan, dan sayuran untuk membantu anak mengunyah tanpa takut tersedak. Mengajarkan pada anak untuk terbiasa dengan pola makan seimbang lewat variasi makanan.
Tahap Keempat (Mulai Usia 12 Bulan)
Memberikan nutrisi seimbang yang dibutuhkan anak untuk mencapai pertumbuhan yang optimal. Makanan yang diberikan lebih bervariasi karena zat gizi dan porsi makanan yang dibutuhkan anak usia di atas 12 bulan mengalami peningkatan sesuai pertambahan berat badan dan peningkatan proses tumbuh kembangnya.
Hal Lain yang Patut Diperhatikan
Jadwal
Jadwal pemberian makanan tambahan harus bersifat fleksibel, dalam arti dapat bergeser walaupun tidak terlalu jauh. Kita dapat mengambil tenggat waktu setiap dua jam sekali. Berikut ini adalah contoh pola atau jadwal pemberian makanan pendamping ASI bagi anak menjelang usia satu tahun.
- Pukul 06.00 : Susu
- Pukul 08.00 : Bubur saring atau nasi tim
- Pukul 10.00 : Susu atau makanan selingan
- Pukul 12.00 : Bubur saring atau nasi tim
- Pukul 14.00 : Susu
- Pukul 16.00 : Makanan selingan
- Pukul 18.00 : Bubur saring atau nasi tim
- Pukul 20.00 : Susu.
Namun memang yang harus diingat dalam memberikan makanan pendamping bagi bayi adalah keteraturan waktu. Si ibu atau siapa pun yang bertugas untuk memberikan makanan kepada si bayi haruslah memiliki keinginan dan kemauan yang kuat untuk menjaga keteraturan waktu ini.
Hal ini akan menciptakan pola pembiasaan bagi si bayi untuk makan. Memang keteraturan waktu ini dapat berjalan dengan fleksibel. Hanya saja harus tetap dilakukan dan dijaga.
Si bayi akan merasa lapar dan membutuhkan makanan pada jam-jam dia makan. Jika tidak diberikan makanan maka ia akan mengeluarkan berbagai respon yang menyatakan bahwa ai membutuhkan makanan.
Jika hal ini dilakukan secara terus menerus sampai si bayi tumbuh menjadi anak atau pun orang dewasa maka hal ini akan terus melekat pada dirinya. Pada jam-jam tersebut, tubuh akan mengeluarkan reaksi yang mengatakan bahwa ia membutuhkan makanan.
Kandungan Makanan
Makanan pendamping untuk ASI yang diberikan harus benar-benar dipilih yang sesuai dengan perut si bayi yang masih kecil dan tak dapat dibebani untuk mencerna makanan yang “berat”.
Selain itu, juga harus diperhatikan kandungan gizi atau nutrisi dari makanan yang diberikan tersebut. karena makanan yang diberikan akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan otak dan tubuh si bayi.
Serta dalam tahapan ini, makanan yang dapat diberikan kepada bayi adalah makanan yang memang mudah untuk dicerna. Bisa jadi makanan yang berbetuk lembek atau lunak sehingga memang mudah untuk dicerna dan tidak memperberat kerja lambung si bayi.
Porsi yang diberikan dalam tahapan ini pun juga tidaklah terlalu banyak. Makanan yang diberikan bisa dalam posri yang kecil saja karena memang yang dibutuhkan juga masih belum begitu banyak. Hal ini juga disesuaikan dengan ukuran lambung bayi yang masih kecil.
Makanan pendamping ASI diberikan ketika usia bayi beranjak enam bulan. Makanan ini diberikan sebagai makanan kedua dari ASI. Harus diperhatikan betul bagaimana pmeberian makanan pendamping ini untuk bayi.

