logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Psikologi    Psikologi Wanita

Make Up Jilbab, Wanita Berjilbab Pun Bisa Cantik dengan Make up


Ilustrasi make up jilbab

Semua perempuan pasti ingin terlihat cantik, tak terkecuali perempuan muslimah. Keinginan ini merupakan naluri setiap perempuan. Ya, perempuan mana sih yang ingin terlihat jelek, kusam, kotor, dan sebagainya?

 

Perempuan yang cuek atau tomboy sekalipun pasti masih memperhatikan penampilannya, walaupun dengan kadar yang berbeda-beda. Bagaimana dengan perempuan muslimah yang mengenakan jilbab? Ternyata keinginan untuk tampil cantik pun tetap ada, salah satunya dengan make up jilbab yang sesuai.

 

Make Up dan Jilbab

 

Make up dan jilbab. Sepintas terlihat sebagai sesuatu yang bertentangan. Orang yang mengenakan make up umumnya karena ingin menonjolkan kecantikannya, sementara agama Islam melarang para perempuan muslimah untuk memamerkan kecantikannya pada orang-orang yang bukan muhrim.

Pada dasarnya ada dua macam make up, yaitu:

 

1. Make up Perawatan

 

Make up jenis ini berfungsi untuk merawat dan membersihkan kulit. Termasuk di sini adalah:

 

  • Susu pembersih dan cairan penyegar wajah.

 

  • Lulur dan scrub untuk menghaluskan kulit dan mengangkat sel kulit mati.

 

  • Lotion untuk menjaga kelembaban dan kehalusan kulit. Ada pula lotion khusus untuk menghaluskan kulit yang sangat kering atau bahkan pecah-pecah seperti lutut, siku, dan tumit.

 

  • Masker wajah untuk membersihkan wajah, mengangkat sel-sel kulit mati dan komedo.

 

  • Creambath dan masker rambut untuk merawat kesehatan rambut dan kulit kepala.

 

  • Deodoran untuk menghilangkan bau badan yang tidak sedap.

 

  • Tabir surya untuk melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari. Tabir surya untuk wajah umumnya dapat sekaligus berfungsi sebagai alas bedak (foundation)

 

Make up untuk wanita berjilbab jenis perawatan ini tak menjadi masalah karena tak menonjolkan kecantikan.

 

Fokus utamanya adalah perawatan dan kebersihan diri. Bukankah kebersihan merupakan pangkal kesehatan? Perempuan muslimah tentu tak mau dianggap sebagai perempuan yang jorok karena malas merawat diri.

 

2. Make up Dekoratif

 

Make up jenis ini digunakan untuk menghias wajah agar tampak lebih cantik dan menarik. Termasuk dalam kelompok make up jenis ini adalah bedak, lipstik, maskara, eye shadow, eye liner, rouge (pewarna pipi), glitter, cat kuku (kuteks),  bulu mata palsu, dan parfum.

 

Bagi perempuan muslimah, pemakaian make up untuk wanita berjilbab seperti ini sering menimbulkan masalah karena dianggap menonjolkan kecantikan.

 

Muslimah Ber-Make Up

 

Memakai Jilbab adalah sebuah yang memang wajib dilakukan oleh seorang msulimah, karena memang pemakaian jilbab itu sendiri sudah difirmankan Allah di dalam surat An Nur ayat 31 yang berbunyi,

 

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.

 

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…”

 

Dari ayat yang ada di atas maka memang adalah sebuah keharusan bagi wanita beriman untuk memakai jilbab ini. pemakaian jilbab sudah tak lagi menjadi pilihan yang dapat dilakukan oleh setiap wanita.

 

Walaupun memang masih banyak kita jumpai di luar sana banyaknya wnaita yang maish tak menutupkan kain di atas kepala mereka yang menjulur ke dadanya seperti halnya apa yang disebutkan oleh Allah di dalam surat di atas.

 

Hal ini memang dapat disebabkan oleh banyak seperti kurangnya pemahaman akan hal ini. banyak wanita yang ternyata tidak memahami pemakaian jilbab adalah sbeuah keharusan yang melekat pada dirinya sebagai seorang wanita muslimah, bukan lagi sebagai pilihan.

 

Atau bahkan penyebab lainnya dari hal ini adalah bahwa dinilai atau dirasakan bahwa pemakaian jilbab dapat untuk mengurangi kecantikan atau penampilan dari si wanita itu sendiri. Karena dengan memakai jilbab maka akan menutupi bagian kepala atau rambut yang lebih banyak dikenal sebagai mahkota dari si wanita.

 

Banyak wanita yang melakukan segala hal hanya untuk mempercantik diri dan mendapatkan pengakuan dari semua orang yang melihatnya terutama dari kalangan pria. Justru hal ini adalah sebuah kesalahan yang fatal ketika dilakukan oleh si wanita.

 

Banyak juga yang meganggap bahwa dengan memakai jilbab maka tak akan kelihat cantik lagi. Maka dari itulah diciptakan wacana bahwa dnegan berjilbab masih dapat terlihat cantik. Hal ini dengan melakuka segala hal yag juga dilakukan oleh kalangan wanita tak berjilbab untuk menunjukan kecantikannya dirinya. Inilah yang kemudian disebut dengan make up berjilbab.

 

Make up berjilbab adalah usaha pemberian make up di wajah kepada wanita yang menggunakan jilbab di kepalanya. Semua ini dilakukan dengan tujuan agar si wanita berjilbab tetap dapat terlihat cantik dan menarik.

 

Lalu bagaimana jika perempuan muslimah ingin  tampil cantik? Tak bolehkah perempuan muslimah merias diri? Perempuan muslimah tetap dapat merias diri dengan ketentuan:

 

1. Tidak dimaksudkan untuk memamerkan kecantikan. Inilah yang dinamakan dengan tabaruj atau berlebih lebihan. Di mana memang Allah sangat melarang wanita untuk melakukan hal ini.

 

Mempercantik diri yang dilakukan oleh si wanita dapat dilakukan ketika memang hal itu dilakukan atau ditujukan kepada suaminya. Justru ketika wanita melakukan hal ini dan membuat suaminya merasa suka dengan keadaan yang cantik maka ia akan mendapatkan pahala yang begitu besar.

 

Lain halnya ketika ia melakukannya untuk diliha atau bahkan dipuji oleh pria lain yang bukan mahramnya maka hal ini justru akan mendatangkan banyak dosa pada dirinya yang akan menghantarkannya pada siksa yang amat pedih.

 

2. Tidak berlebihan. Bedak dan lipstik dengan warna yang tidak mencolok, misalnya, lebih sesuai dikenakan daripada lipstik berwana merah menyala yang akan langsung menyita perhatian banyak mata. Bedak dan lipstik ini juga sekaligus berfungsi melindungi kulit wajah dan bibir dari sinar matahari berlebih yang dapat merusak kulit.

 

Sekali lagi, dasar untuk tidak berlebihan ini adalah tidak menunjukan apa yang biasa nampak pada dirinya. Jika berlebihan maka akan terkategori sebagai tabaruj yang hukumnya adalah dilarang untuk dilakukan.

 

3. Bahan make up halal. Hati-hati, jangan sampai menggunakan make up yang terbuat dari bahan yang tidak halal. Untuk menghindari keragu-raguan, sebaiknya gunakan make up yang sudah mendapatkan sertifikat halal dari BPOM MUI.

 

4. Make up tidak menghalangi air wudhu. Hal ini banyak dilakukan oleh kalangan wanita yang menggunakan make up. Istilah yang lebih terkenal adalah make up water proof yaitu yang tak hilang walaupun terkena air. Make up jenis ini memang sebaiknya tak banyak dipakai karena memang akan menghalangi aiw wudhu sehingga membuat wudhu itu sendiri menjadi tak sah.

 

Memang dalam melakukan segala sesuatunya seorang muslim harus didasarkan pada apa yang telah ditentukan oleh Allah. Yaitu dengan melakukan apa yang diperbolehkan dan juga menghindari untuk tidak melakukan apa yang dilarang. Inilah inti perbuatan dari seorang msulim.

 

Demikian dengan pemakaian jilbab itu sendiri yang merupakan sebuah kwajiban yang harus dilakukan. Dan bermake up atau menghias diripun memiliki aturan atau batasan akan hal mana saja yang boleh dilakukan dan hal mana saja yang tak boleh dilakukan.

 

Terutama bagi wanita di mana di dalam dirinya terkandung begitu banyak godaan. Dan terutama juga bahwa Rasul telah melihat sebagian besar penduduk neraka adalah dari kalangan kaum wanita.

 

Lebih khususnya ada kalangan wanita yang dilihat Rasul mendapatkan siksa berupa wanita yang digantung rambutnya sedangkan keadaan dari otaknya menggeledak. Siksaan ini diterima karena semasa hidupnya banyak wanita yang tak menutupi auratnya atau mengumbar auratnya untuk lebih mudah dilihat kalangan pria yang bukan mahramnya.

 

Memakai jilbab terkadang terlihat sebagai sebuah hal yang sangat sepele untuk dilakukan. Namun ternyata hal ini akan memberikan pengaruh terhadap bagaimana keadaan dari si wanita itu ketika berada di alam kahirat nantinya.

 

Maka dari itulah, sudah waktunya untuk memakai jilbab. Dan pemakaian make up jilbab pun harus sesuai dengan aturan Islam pula.

 

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Ciri-Ciri dan Penanganan Depresi Post Partum
  • Menjaga Kesehatan bagi Ibu Menyusui
  • 5 Sifat Wanita yang Disukai dan Dibenci Pria
  • Eksplorasi dalam Permainan Berdandan
  • Kasih Sayang Ibu Seluas Lautan, Selapang Dunia
  • Adanya Istri Boongan
  • Hati-hati Tergiur Iklan Kecantikan
  • Cara Membujuk Wanita Agar Lebih Berani
  • Beautiful Girl – Menginspirasi Terciptanya Berbagai Karya Seni
  • Accessories Wanita untuk Menunjang Penampilan
  • Menyoal Masalah Menyusui Orang Dewasa dan Bayi
  • Cara Make Up Sendiri - Mempercantik Diri oleh Diri Sendiri
  • Kriteria Wanita Tercantik
  • Tips Menjadi Wanita Menarik
  • Menilik Sifat Wanita Berzodiak Scorpio
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA