logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Pengetahuan Umum    Artikel Umum Umum    Makna Hidup

Pencarian Makna Hidup dalam Kisah Jenaka Nasruddin Hoja

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Banyak orang menganggap bahwa makna hidup adalah kebahagiaan dunia atau kekayaan. Padahal, makna hidup sebenarnya hanyalah rasa syukur seperti dalam kisah Nasruddin Hoja berikut.

Kisah Kaya dan Miskin

Seorang pemuda baru saja mewarisi kekayaan orang tuanya. Ia langsung terkenal sebagai orang kaya. Banyak orang yang mau menjadi kawannya. Karena ia tidak cakap mengelola kekayaan, tidak lama kemudian, seluruh uangnya habis. Satu per satu kawan-kawannya pun menjauhinya. Ketika ia benar-benar miskin dan sebatang kara, sang pemuda mendatangi Nasruddin.

“Uang saya sudah habis dan kawan-kawan saya meninggalkan saya. Apa yang harus saya lakukan?” keluh pemuda itu.

“Jangan khawatir,” jawab Nasrudin.

“Segalanya akan normal kembali. Tunggu saja beberapa hari ini. Kau akan kembali tenang dan bahagia.”

Pemuda itu gembira bukan main. “Jadi, saya akan segera kembali kaya?”

“Bukan begitu maksudku. Kalu salah tafsir. Maksudku, dalam waktu yang tidak terlalu lama, kau akan terbiasa menjadi orang yang miskin dan tidak mempunyai teman.”

Penjelasan

Percayakah Anda bahwa masalah miskin dan kaya, susah dan senang, tidak lebih daripada sekadar “cara seseorang dalam menilai hidup?" Permasalahan utamanya adalah cara kita memandang kehidupan orang lain. Kebanyakan, kita selalu menganggap hidup orang lain lebih baik daripada hidup kita. Mereka bisa begini dan begitu, sedangkan kita tidak bisa melakukannya.

Sadarkah Anda bahwa orang terbiasa menampilkan yang baik-baik saja di depan umum? Demikian pula, dengan orang yang Anda cemburui tadi. Permasalahan hidupnya tak lebih sedikit daripada Anda. Bisa jadi pula sebenarnya orang yang Anda cemburui itu menilai Anda dalam pandangan yang mirip. Anda dianggap berkehidupan lebih layak. Jadi, Anda dan orang tersebut sebenarnya sama-sama mencemburui hal-hal yang tak layak dicemburui.

Jika keadaannya tidak demikian, mungkin pula orang yang Anda cemburui itu sebenarnya memiliki masalah yang lebih banyak. Akan tetapi, dia mampu mengendalikan diri di depan umum. Baginya, masalah pribadi bisa diselesaikan di rumah. Akan tetapi, kalau sudah menginjakkan kaki di luar pintu, sebisa mungkin masalah itu tidak dibawa serta. Jadi, Anda lagi-lagi mencemburui hal yang salah.

Cobalah sekali waktu merenung dan menghitung berapa banyak orang yang Anda cemburui. Logikanya, satu orang yang Anda cemburui menambah satu beban lagi dalam hidup: ingin seperti Si A, Si B, atau Si C. Jika keadaannya demikian, bagaimana mungkin Anda tidak lelah? Lalu, kapan waktu Anda untuk bersyukur mengingat yang sudah diberikan Tuhan? Kapan Anda menilai, misalnya, “Ah, dibanding Si A, saya memiliki istri yang lebih baik hati!” atau “Ah, dibanding Si B, anak saya lebih penurut!"

Jangan sampai kecemburuan yang tidak jelas tersebut malah membuat Anda melupakan harta-harta tak ternilai yang mengelilingi Anda. Jika Anda tak kunjung sadar, bukan tidak mungkin Tuhan mengambil harta-harta tak ternilai tersebut karena Anda terbukti tak layak menjaganya. Bahkan, tak bisa mengurusnya sama sekali seperti yang terjadi dalam kisah Nasruddin tersebut.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Kilas Balik Trend Rambut 2011
  • Simbol Facebook - Chatting Jadi Lebih Seru
  • Memahami Jenis Gerak dan Contohnya di Sekeliling Kita
  • Aturan Nama-nama Jepang yang Unik dan Khas
  • Kejadian Aneh di Dunia dalam Kitab Suci
  • Pin - Sarana Promosi dan Cara Pembuatannya
  • Menu Makanan Sehat untuk Anak - Kreativitas Ibu adalah Kuncinya
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA