logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Isra Miraj

Memahami Makna Isra Mi'raj


Ilustrasi makna isra mi raj

Peristiwa Isra Mi’raj dinilai sebagai tonggak sejarah peradaban baru manusia. Kejadian itu tidak hanya menceritakan kebesaran Allah Swt. saat memperjalankan nabi-Nya dari Mekah ke Yerusalem sekaligus mengangkatnya ke atas langit dan kembali lagi ke tempatnya semula dalam satu malam, tetapi juga bagaimana Nabi Muhammad saw. dan umat Islam diperintahkan untuk menunaikan ibadah shalat lima waktu, yang menjadi makna Isra Mi’raj yang paling utama.

Setelah sesampainya Rasulullah di kota Mekah, maka beliau menyampaikan peristiwa ini kepada kaum muslimin dan juga kepada penduduk Mekah secara luas. Banyak diantara penduduk Mekah yang masih musyrik langsung menuduh nabi Muhammad berdusta, karena menurut akal mereka tidak akan mungkin seseorang dapat melakukan perjalanan ribuan kilometer ditempuh hanya semalam saja.

Namun berita tentang israj mi’raj ini semakin mengokohkan keimanan para muslimin yang masih berjumlah sedikit di kota Mekah. Keyakinan mereka akan perkataan nabi Muhammad tidak dapat diukur dengan logika yang terbatas. Iman kepada yang ghaib disertai dengan bukti yang kuat berupa mukjizat alqur’an memantapkan aqidah para sahabat.

Pengertian Isra dan Mi’raj

Secara bahasa, isra berarti berjalan pada malam hari. Dalam kajian sejarah Islam, isra berarti perjalanan Nabi Muhammad saw. pada malam hari dari Masjid Haram ke Masjid Al-Aqsa.

Sedangkan mi’raj secara bahasa berarti tangga untuk naik ke atas. Dalam istilah Islam, mi’raj berarti perjalanan Nabi Muhammad saw. naik dari bumi ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke sidratulmuntaha hingga menerima wahyu di hadirat Allah Swt.

Dalam perjalanan ini, Rasulullah saw. mendapat perintah mendirikan shalat lima waktu sehari semalam. Karena peristiwa isra bersamaan dengan mi’raj, maka kedua kata itu senantiasa digabungkan pemakaiannya menjadi Isra Mi’raj.

Peristiwa yang sangat penting dan bersejarah itu terjadi pada 27 Rajab, setahun sebelum Nabi Muhammad saw. hijrah ke Madinah. Peristiwa maha dahsyat itu diterangkan Allah Swt. dalam surah Al-Isra (Bani Israil) ayat 1.

“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjid Haram ke Masjid Al-Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Peristiwa Isra Mi’raj

Ada beberapa peristiwa yang melingkupi Isra Mi’raj itu, selain hanya sekadar perjalanan dari Mekah ke Yerusalem dilanjutkan ke langit dengan kendaraan Buraq, tetapi tidak banyak orang yang mengetahuinya, yaitu:

  • Pembelahan dada Nabi Muhammad saw. yang kemudian disucikan dengan air zamzam oleh Malaikat Jibril di samping Ka’bah sebelum berangkat ke Yerussalem.
  • Nabi Muhammad saw. menjadi imam atas nabi-nabi terdahulu ketika shalat sunnah dua rakaat di Masjid Al-Aqsa.
  • Malaikat Jibril datang membawa dua gelas minuman yang berisi susu dan arak. Nabi Muhammad saw. memilih susu yang mengisyaratkan bahwa umat Islam tidak akan tersesat.
  • Di langit pertama, Nabi Muhammad saw. bertemu Nabi Adam as. Di langit kedua bertemu Nabi Isa as dan Nabi Yahya as. Di langit ketiga bertemu Nabi Yusuf as. Di langit keempat bertemu Nabi Idris as. Di langit kelima bertemu Nabi Harun as. Di langit keenam bertemu Nabi Musa as. Dan di langit ketujuh bertemu Nabi Ibrahim as.
  • Saat mendapatkan perintah shalat, Nabi Muhammad saw. selalu berdiskusi dengan Nabi Musa as di langit keenam tentang bilangan shalat dalam sehari.

Makna Isra Mi’raj

Beberapa pakar agama Islam di Indonesia menjelaskan makna Isra Mi’raj sebagai berikut:

  • Isra Mi’raj adalah momentum bagi setiap Muslim untuk bermuhasabah dan meneguhkan komitmen dalam beragama, baik pada tataran individu maupun keumatan dan kemanusiaan secara umum.
  • Isra Mi’raj mengingatkan setiap Muslim bahwa Allah Mahakuasa untuk memberi jalan keluar bagi setiap persoalan yang kita hadapi.
  • Isra Mi’raj mengajarkan bahwa keunggulan Nabi Muhammad saw. dan umatnya dibanding nabi dan umat lainnya tidak untuk dibanggakan, tetapi harus bisa diwujudkan dalam bentuk pengayoman.
  • Isra Mi’raj menuntut setiap Muslim untuk meningkatkan kualitas dan meningkatkan kegiatan untuk membangun kemaslahatan umat.
  • Namun, hikmah yang paling utama para peristiwa Isra Mi’raj adalah perintah shalat lima waktu. Oleh karena itu umat Islam harus mengintrospeksi shalat yang telah dilakukannya. Shalat adalah simbol ketaatan dan loyalitas seorang hamba kepada Allah Swt. Shalat merupakan pengakuan diri seorang hamba atas keagungan dan kebesaran Allah Swt.

Hikmah Shalat

Ibadah shalat adalah paling utama, sehingga Nabi Muhammad pun menerima perintah ini langsung di sidratulmuntaha dan berhadapan langsung dengan Allah Swt.

Shalat juga harus dilakukan lima waktu dalam sehari, sangat berbeda misalnya dengan puasa yang hanya setahun sekali. Sedangkan hikmah di balik perintah shalat, beberapa di antaranya adalah terletak pada gerakan-gerakannya, yaitu:

  • Dengan mengangkat kedua tangan saat takbir, seorang hamba menghormat penuh khidmat kepada Allah Swt. dengan segala kepasrahan, menjunjung tinggi dengan mengucapkan Allahu Akbar, tidak ada yang lebih besar lagi di dunia ini kecuali Allah Swt.
  • Meletakkan kedua tangan di atas dada, merupakan tanda kepatuhan, kepasrahan total seorang hamba kepada Allah Swt.
  • Gerakan ruku adalah tanda kepasrahan dan kepatuhan seorang hamba kepada Sang Khalik.
  • Gerakan sujud adalah bukti ketaatan seorang hamba kepada Allah Swt. Sekaligus mengingatkan diri kita bahwa kita sesungguhnya berasal dari tanah dan akan kembali lagi ke tanah.

Dari peristiwa israj dan mi’raj ini dapat diambil kesimpulan betapa pentingnya perintah shalat di dalam Islam. Sebab nabi Muhammad menerima perintah ini langsung di hadapan Allah SWT, berbeda dengan perintah lainnya yang melalui perantaraan malaikat Jibril. Seharunya kaum muslimin saat ini menyiarkan shalat sebagai ibadah yang penting dan membahagiakan di dalam Islam.

Seruan shalat setiap hari lima kali sepatutnya mendapatkan sambutan hangat dari kaum muslimin, yakni berbondong-bondong pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah. Shalat berjamaah lebih utama daripada seseorang shalat sendirian di rumah atau tempat lainnya, sehingga pahala yang didapatkan pun akan berlipat-lipat.

Bagi orang tua di rumah, cukup penting juga untuk menyampaikan cerita israj dan mi’raj kepada anak-anak. Agar mereka tahu sejarah tentang turunnya ibadah shalat yang wajib dilaksanakan muslimin yang telah baligh. Biasakanlah anak-anak untuk shalat berjamaah di masjid, bila ada uzur yang syar’ie maka berjamaah bersama anggota keluarga lain di rumah.

Selain shalat lima waktu yang wajib, ada shalat lain yang dapat dilakukan muslimin untuk menggapai keridhoan Allah SWT. Misalnya shalat sunat tahajud di malam hari, atau dikenal dengan shalat malam. Shalat tahajud dapat mendekatkan seseorang dengan Rab, keheningan malam akan menjadi shalat menjadi lebih khusyu’ daripada shalat di siang hari yang penuh dengan keramaian dan kesibukan.

Demikianlah paparan singkat tentang sejarah israj dan mi’raj serta makna yang dapat diambil sebagai pelajaran. Semoga bermanfaat dan mari shalat berjamaah!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Isra Mi'raj, Keajaiban Allah Swt. untuk Muhammad SAW
  • Mendalami Pengertian Isra Miraj
  • Peristiwa Isra Mi raj yang Menakjubkan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA