logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Sejarah Islam

Makna Tahun Baru Hijriyah


Ilustrasi makna tahun baru hijriyah

Selama ini, dan pada umumnya, meskipun mengaku sebagai umat muslim, takjarang diantara umat muslim tersebut nyatanya kurang begitu paham ketika ditanya mengenai makna tahun baru Hijriyah. Memahami makna tahun baru Hijriyah rasanya masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Bila ditanyakan kepada anak muda zaman sekarang mengenai nama-nama bulan dalam kalender hijriyah, bisa diduga sebagian besar dari mereka banyak yang bingung karena tidak tahu. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Faktor lingkungan menjadi salah satu faktor terbesar dalam “menghambat” anak-anak khususnya untuk lebih memahami makna tahun baru Hijriyah yang sesungguhnya.

Masa muda, adalah masa yang tepat untuk memberikan pengajaran tentang nilai-nilai atau ajaran-ajaran agama. Lalu apa jadinya jika ajaran tentang nilai-nilai keagamaan “kalah saing” dengan pelajaran yang sifatnya lebih duniawi? Hasilnya adalah, anak-anak tersebut akan tumbuh dengan bekal agama yang tidak mumpuni. Hanya sebatas tahu dan tidak dapat memaknai.

Makna tahun baru Hijriyah menjadi satu pelajaran yang seolah tertinggalkan. Tertutupi oleh hingar bingar perayaan tahun baru Masehi yang memang sudah tradisi untuk dirayakan secara meriah. Berbeda jauh dengan perayaan tahun baru Hijriyah yang notabene adalah tahun baru bagi umat muslim. Ini merupakan sebuah fenomena menyedihkan yang terjadi di kalangan umat muslim itu sendiri.

Perayaan tahun baru Hijriyah hampir selalu dirayakan dengan sederhana. Sebenarnya, Islam pun tidak menyarankan untuk merayakannya secara berlebih-lebihan. Perayaan tahun baru Hijriyah serta makna tahun baru Hijriyah pun akhirnya tetap bisa sampai meskipun dengan segala keterbatasan.

Untuk menyambut hadirnya tahun baru Hijriyah, umat muslim memiliki sebuah tradisi. Dalam perayaan tahun baru umat muslim itu, makna tahun baru Hijriyah seringkali menjadi satu tema yang seolah tidak pernah habis dibahas. Terkesan membosankan, tapi nyatanya hal itulah yang dibutuhkan agar nilai-nilai dari perayaan tahun baru Hijriyah tetap terjaga dengan baik.

Makna Tahun Baru Hijriyah – Menuju Tegaknya Integritas Islam

Makna tahun baru Hijriyah berawal dari peristiwa hijrah agung yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. dan para sahabat. Mereka berhijrah dari Mekah ke Madinah. Dalam berbagai kitab sirah, baik dalam kitab klasik seperti Sirah Ibnu Hisyam atau yang lebih kontemporer, seperti Sirah Nabawiah Ramadhan al Buthi, disebutkan bahwa hijrah nabawiyah merupakan babak baru perjuangan dakwah Islam.

Sebelum hijrah, kondisi dakwah Islam dan para pengembannya dalam keadaan tertindas. Agamanya didustakan, sementara para pemeluknya ditindas, baik secara fisik maupun psikis. Keadaan seperti itu berlangsung selama 10 tahun sejak Rasul menyebarkan Islam secara terbuka di Kota Mekah. Cerita perjalanan Rasul ini menjadi makna tahun baru Hijriyah yang paling hakiki.

Lalu, datanglah nashrullah (pertolongan Allah) yang dibawa oleh sahabat beliau, Mushab bin Umair, yang diutus untuk berdakwah ke Yatsrib, yang sekarang dikenal dengan Madinah. Melalui tangan Mushab r.a., banyak penduduk dan tokoh masyarakat Madinah yang masuk Islam. Cerita tentang sahabat Nabi pun ikut melengkapi bagaimana dan apa makna tahun baru Hijriyah yang sesungguhnya.

Makna tahun baru Hijriyah dimaknai dengan berbagai cerita perjalanan Rasul. Pada tahun ke-12 sejak beliau diutus sebagai Nabi, yang bertepatan dengan tahun 622 M, rombongan kaum Muslim hasil binaan Mushab r.a. dari Madinah datang ke Mekah untuk menunaikan haji dan bertemu dengan Rasulullah Saw. Mereka terdiri dari 73 orang laki-laki dan dua orang wanita. Peristiwa pertemuan mereka dengan Rasul itu dikenal dengan Bai’at Aqabah Kedua.

Makna Tahun Baru Hijriyah – Baiat Aqabah

Cerita perjalanan Rasul dari Mekkah ke Madinah menjadi inti dari makna tahun baru Hijriyah. Dalam perjalanan itu, Rasulullah mendapatkan banyak sekali cobaan yang memang diperuntukkan baginya. Potongan-potongan peristiwa tersebut justru semakin menjadikannya sosok yang kuat. Keimanannya sebagai Rasul mendapat ujian dari Allah.

Ada fragmen yang menarik dalam peristiwa Bai’at Aqabah Kedua tersebut, yaitu saat detik-detik kaum Muslim Madinah hendak membaiat Rasul sebagai tanda ketaatan dan ketundukannya pada kepemimpinan Rasul. Cerita ini juga menjadi bagian cerita tentang makna tahun baru Hijriyah.

Ketika kaum Muslim Madinah hendak membaiat Rasulullah, ‘Abbas bin ‘Ubadah berkata, “Wahai kaum Khazraj (salah satu suku di Madinah), apakah kalian menyadari makna membai’at laki-laki ini (Muhammad)? Sesungguhnya kalian membai’atnya untuk memerangi manusia baik yang berkulit putih maupun hitam. Jika kalian menyaksikan harta benda kalian habis diterjang musibah, dan tokoh-tokoh kalian mati terbunuh, apakah kalian akan menelantarkannya? Maka, mulai sekarang, demi Allah, jika kalian melakukannya itu adalah kehinaan dunia dan akhirat. Namun, jika kalian melihat bahwa diri kalian akan memenuhinya dengan segala hal yang telah kalian janjikan kepadanya walau harus kehilangan harta dan terbunuhnya para pemuka, maka ambillah dia, dan demi Allah hal itu merupakan kebaikan dunia dan akhirat!” Kaum Khazraj pun menjawab, “Sesungguhnya, kami akan mengambilnya meski dengan risiko musnahnya harta benda dan terbunuhnya para pemuka.” Kemudian mereka berkata, “Wahai Rasulullah, apa bagian kami bila kami memenuhi hal itu?” Rasul menjawab dengan tenang, “Surga.”

Setelah peristiwa Bai’at Aqabah Kedua itulah kaum muslim berbondong-bondong melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah, meninggalkan semua yang mereka miliki di tanah airnya: harta, benda, dan keluarga. Sungguh sebuah pengorbanan yang sangat besar, hingga Allah sendiri mengabadikan pengorbanan mereka tersebut dalam Al Quran.

Pengorbanan yang dilakukan Rasul dan para sahabatnya selama melakukan perjalanan itulah yang menjadi makna tahun baru Hijriyah yang harus diresapi betul oleh umat muslim agar, perjalanan penuh pengorbanan itu sendiri menjadi sebuah pelajaran hidup bagi umat manusia.

"Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan, sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui, (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakal." (QS. An-Nahl [16]: 41-42)

Makna Tahun Baru Hijriyah - Hijrah Menuju Kemajuan Peradaban Dunia

Pengorbanan mereka nyatanya memang tidak sia-sia. Karena, Madinah akhirnya menjadi cikal bakal berdirinya pemerintahan Islam yang membentang dari Spanyol sampai daratan Cina, dari benua Afrika hingga Asia Tenggara, yang menebarkan cahayanya ke seluruh penjuru dunia. Sebuah makna tahun baru Hijriyah yang harusnya menjadi kebanggaan bagi umat muslim.

Hingga, semua orang termasuk nonmuslim turut merasakan rahmatnya, yaitu dalam bentuk kemajuan akhlak, adab, budaya, sastra, seni, sains, teknologi, dan yang lainnya, yang turut memajukan peradaban dunia hingga lebih dari 1300 tahun. Makna tahun baru Hijriyah ini pun pada nyatanya turut membawa kebaikan bagi seluruh umat.

Demikianlah rahmat Allah yang dijanjikan kepada Rasulullah Saw. dan para sahabatnya, sebagai balasan atas perjuangan dan pengorbanan mereka yang selama 23 tahun menyebarkan dan mengokohkan dakwah Islam. Sebuah perjuangan yang sepantasnya dimaknai sebagai sebuah pelajaran hidup.

"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Taubat." (QS. An-Nashr [110]: 1-3)

Makna Tahun Baru Hijriyah – Hijrah Rasul dan Tonggak Penanggalan Tahun Hijriyah

Peristiwa hijrah yang sangat agung itulah yang menginspirasi Sayyidina Ali karamallahu wajhah untuk mengusulkan supaya kalender Islam dimulai dari saat tahun hijrahnya Rasul Saw. Dari Mekah ke Madinah, ketika Imam Ali dimintai pendapatnya oleh khalifah saat itu, Umar bin Khattab ra.

Usulan Imam Ali tersebut tentu saja bukan sekadar usulan kosong tanpa makna. Tapi, sebagaimana yang telah diuraikan bahwa makna tahun baru hijriyah itu lebih dari sekadar pergantian tahun, tahun baru hijriyah pada hakikatnya merupakan pergantian kondisi kaum Muslim dari ketertindasan menuju tegaknya integritas Islam dan kaum Muslim.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Memaknai Kilas Sejarah Dakwah Rasulullah
  • Pengertian Islam yang Terasingkan
  • Sejarah Agama Islam - Sebuah Peradaban yang Cemerlang
  • Tentang Muhammad saw dan Sejarah Islam di Arab
  • Menguak Peninggalan Islam di Nusantara
  • Sejarah Perkembangan Agama Islam di Wilayah Nusantara
  • Bagaimana Sejarah Islam di Nusantara?
  • Sejarah Islam di Malaysia
  • Mekah dan Kisah Kejayaan Umat Islam
  • Peninggalan Sejarah Islam dari Luar dan Dalam Negeri
  • Perkembangan Islam di Afrika - Perjuangan Benua Hitam Memelajari Islam
  • Wasiat Muhammad Tentang Khalifah Islam
  • Jejak Sejarah Khalifah Islam Bani Umayyah
  • Islam Liberal sebagai Salah Satu Metode Pencarian Kebenaran
  • Peta Penyebaran Islam di Indonesia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA