Mempersiapkan Malam Pertama Pernikahan
Malam pertama pernikahan adalah malam yang paling ditunggu-tunggu, sekaligus yang paling mendebarkan. Malam pertama pernikahan ditunggu karena terbayang keindahannya dan mendebarkan karena bingung menghadapinya.
Keindahan malam pertama pernikahan tentu sudah banyak yang tahu sehingga tidak perlu diceritakan lagi. Perkara penting malam pertama pernikahan yang harus dibahas lebih dalam adalah bagaimana mempersiapkannya sehingga pasangan pengantin baru nantinya tidak ada lagi yang kebingungan dalam menghadapi malam pertama pernikahan.
Dalam hal malam pertama pernikahan, Islam telah mengatur persoalan yang berkaitan dengan hubungan suami istri, bukan saja dalam tataran global, tapi sampai pada persoalan yang sifatnya pribadi, yaitu hubungan jima’ (seks/senggama). Dengan aturan ini, Allah Swt. berkehendak menjadikan kebahagiaan suami istri lebih sempurna dan berkah.
Menurut M. Syafi’ie el-Bantanie, dalam bukunya Sukses Meraih Berkah dan Indahnya Malam Pengantin, persiapan untuk menghadapi malam pertama pernikahan dibagi menjadi 4 (empat) tahap.
- Persiapan Fisik
- Persiapan Mental
- Persiapan Pengetahuan
- Persiapan Tempat
Malam Pertama Pernikahan - Persiapan Fisik
Menjaga kesehatan fisik dan penampilan sehari-hari sebetulnya merupakan keutamaan dalam Islam, sebagaimana yang disabdakan Rasul saw.,“Lima perkara dari fitrah; mencukur bulu kemaluan, berkhitan, menggunting kumis, mencukur bulu ketiak, dan memotong kuku.” (H.R. Jama’ah)
Melakukan perkara sunnah tersebut tentu saja menjadi lebih utama bila dilakukan oleh pengantin baru yang akan menghadapi malam pertama pernikahan. Hal itu dikarenakan, akan menimbulkan kesan pertama yang lebih dalam, selain manfaatnya yang sangat besar.
Kesan pertama sangat penting untuk membangkitkan perasaan cinta dan hasrat seksual. Jangan sampai mood melakukan jima’ hilang hanya karena kebersihan fisik yang tidak diperhatikan saat malam pertama pernikahan. Oleh karena itu, sebelum masuk malam pertama pernikahan, ada baiknya kedua pasangan memerhatikan penampilan fisiknya.
Mencukur bulu kemaluan bagi pengantin perempuan sangat bermanfaat agar ia lebih terbangkitkan gairahnya untuk menikmati hubungan seksual pertama kali bersama suaminya. Sementara itu, bagi pengantin pria, bersihnya kemaluan istri akan membuat gairah dan berahinya semakin meningkat saat malam pertama pernikahan.
Memotong kuku, khususnya jari tangan juga sangat bermanfaat terutama bagi pengantin perempuan karena ketika mencapai puncak orgasmenya dalam berhubungan intim, istri biasanya sering mencengkeramkan jari-jemarinya kepada suaminya.
Begitupun kebersihan gigi dan mulut, penting diperhatikan sebelum memasuki malam pertama pernikahan agar pasangan Anda merasa nyaman saat berciuman dengan Anda. Apalagi hal ini dicontohkan oleh Rasul saw., setiap kali beliau memasuki rumahnya.
“Syuraih bin Hani berkata, “Saya pernah bertanya kepada Aisyah, apa yang mula-mula dilakukan Rasulullah saw. ketika hendak memasuki rumahnya?” Aisyah menjawab, “Dengan bersiwak (membersihkan mulut dan gigi).” (H. R. Muslim)
Memakai parfum termasuk hal yang juga sama pentingnya saat malam pertama pernikahan karena aroma wewangian bisa membangkitkan gairah seksual, menambah keintiman, dan suasana romantis. Wewangian ini terutama dipakai pada lipatan telinga, sela-sela jari-jemari, leher, kening, belahan payudara, dan kemaluan.
Berkaitan dengan mengharumkan kemaluan, ada keterangan khusus berkenaan dengan ini.
Aisyah menerangkan bahwa Asma’ bertanya kepada Rasul saw. tentang mandi haid. Rasul menjawab, “Hendaklah seseorang di antara kamu mengambil air beserta daun bidara, lalu bersuci dengan sebaik-baiknya. Kemudian sesudah itu, hendaklah menyiramkan air pada kepalanya dan menggosok-gosokannya hingga sampailah air pada pangkal rambutnya. Sesudah itu, baru menuangkan air ke badannya. Sesudah itu, hendaklah ia mengambil sepotong kapas yang sudah dikasturikan (diberi minyak wangi), lalu ia membersihkan diri dengan itu.”
Waktu itu Asma’ bertanya lagi, “Bagaimana membersihkan diri dengan kapas yang dikasturikan itu, ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “subhanallah, kau bersuci dengan itu.” Saat itu Aisyah dengan suara yang halus berkata, “Kau menggosok-gosokkan kapas itu pada tempat-tempat bekas darah (pada dinding vagina) yang kotor dengan darah haid.” (H.R. Muslim)
Maka dari itu, demi sempurnanya malam pertama pernikahan, tidak ada salahnya untuk memakai parfum. Bila seandainya tidak suka menggunakan parfum pada tubuh Anda, solusinya bisa menggunakan pewangi ruangan berupa aroma terapi, baik itu yang dibakar, disemprotkan, atau dalam bentuk lainnya.
Sekali lagi, ini penting demi sempurnanya malam pertama pernikahan Anda. Apalagi Rasul saw. sendiri menganjurkannya.
“Empat perkara yang merupakan sunnah para Rasul; khitan, memakai parfum, bersiwak, dan menikah.” (H.R. Ahmad dan Baihaqi)
Malam Pertama Pernikahan - Persiapan Mental
Masalah utama yang sering dihadapi oleh pengantin baru saat malam pertama pernikahan adalah perasaan tegang, canggung, malu, dan takut, apalagi bagi pengantin perempuan. Oleh karena itu, sangat penting sekali membuat suasana nyaman dan rileks di malam tersebut, supaya proses hubungan intim terasa indah dan mengesankan.
Pada umumnya, laki-laki lebih berani mengambil inisiatif dalam urusan cinta dan seks. Oleh sebab itu, pengantin pria harus pandai memulainya dan menciptakan suasana yang kondusif. Mulailah dengan obrolan ringan dan santai, diselingi dengan candaan dan rayuan. Bisa juga dengan menonton bersama atau makan bersama.
Rasul saw. sendiri melakukan beberapa hal yang bisa membuat mental lebih siap menjalani malam pertama pernikahan, di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Malam Pertama Pernikahan - Mengucapkan Salam
Ucapan salam bisa menciptakan suasana akrab, dengan begitu perasaan tegang dan malu akan perlahan hilang.
“Ummu Salamah berkata bahwa ketika Rasulullah saw. menikahinya dan hendak menggaulinya, beliau mengucapkan salam terlebih dahulu.” (H.R. Abu Syaikh dengan Sadan Hasan)
2. Malam Pertama Pernikahan - Berdoa Bersama
Berdoa akan memberikan ketenangan jiwa dan menenteramkan hati bagi kedua pasangan saat malam pertama pernikahan.
“Apabila salah seorang di antara kamu menikahi seorang perempuan, maka hendaklah ia memegang ubun-ubunnya, membaca basmalah, dan berdoa memohon barakah dengan mengucapkan doa, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu kebaikannya dan kebaikan wataknya. Dan waku mohon perlindunganMu dari kejahatannya dan kejahatan wataknya.” (H.R. Bukhari, Ibnu Majah, dan Abu Dawud)
3. Malam Pertama Pernikahan - Sholat Sunat Bersama
Malam pertama pernikahan Anda akan semakin penuh berkah bila Anda awali dengan sholat sunat bersama.
“Sesungguhnya rasa kasih itu dari Allah, sedangkan kebencian itu dari setan yang berkeinginan menumbuhkan kebencian di antara kalian pada apa yang telah Allah halalkan bagimu. Maka apabila istrimu datang kepadamu, maka perintahkanlah ia agar shalat di belakangmu dua rakaat dan berdoa, “Ya Allah berkahilah bagiku dalam keluargaku, dan berilah berkah mereka padaku. Ya Allah kumpulkanlah antara kami apa yang Engkau kumpulkan dengan kebaikan, dan pisahkanlah antara kami jika Engkau (berkehendak) memisahkan menuju kebaikan.” (H.R. Ibnu Syaibah dengan sanad shahih)
4. Malam Pertama Pernikahan - Makan Bersama
Makan bersama akan menghilangkan rasa canggung dan kaku di antara kedua mempelai. Apalagi makan satu piring berdua, minum dengan gelas yang sama, dan saling menyuapi. Maka niscaya, malam pertama pernikahan Anda akan lebih lancar.
“Dari Asma’ binti Yazid berkata, “Aku menghias Aisyah untuk Rasulullah saw., lalu aku datang kepadanya. Kemudian aku memanggil beliau (Rasul) supaya memandang Aisyah secara jelas. Beliau kemudian datang dan duduk di sampingnya. Selanjutnya didatangkan sebuah cangkir besar berisi susu. Beliau meminumnya lalu memberikannya kepada Aisyah. Ketika itu Aisyah menundukkan kepalanya dan merasa malu. ‘Asma berkata, “Kemudian aku membentaknya dan berkata kepada, “Terimalah dari tangan Nabi saw.” ‘Asma berkata lagi, “Lalu ia menerimanya dan meminumnya sedikit.” (H.R. Ahmad)
Malam Pertama Pernikahan - Persiapan Pengetahuan
Berikutnya adalah mempersiapkan pengetahuan seputar hubungan intim dan anatomi seksual masing-masing. Pengetahuan ini penting supaya kedua mempelai mengetahui bagaimana mencapai kepuasan seks dengan baik dan benar.
Pengantin pria harus mengetahui zona erotis pasangannya dan apa yang harus dilakukan supaya bisa memberikan kepuasan kepadanya, begitupun juga sebaliknya. Kedua pasangan pun harus mengetahui pentingnya foreplay (pemanasan) sebelum berhubungan intim karena hal itu akan menciptakan kepuasan seks yang optimal dan berkualitas.
“Janganlah salah seorang dari kalian menggauli istrinya sebagaimana hewan menggauli sesamanya. Hendaklah ia mengadakan perantara (pemanasan) terlebih dahulu dengan jalan ciuman dan kata-kata mesra.” (H.R. Turmudzi)
Kedua mempelai juga harus mengetahui adab hubungan intim dalam Islam sehingga keduanya mengetahui apa yang boleh dan apa yang dilarang ketika melakukan jima’.
Malam Pertama Pernikahan - Persiapan Tempat
Hal terakhir yang harus dipersiapkan saat malam pertama pernikahan adalah menyiapkan tempat. Hendaknya kedua mempelai menyiapkan kamar yang terjaga privasinya dan bebas dari gangguan. Selain itu, hendaknya tempat dibuat senyaman mungkin dengan suasana yang romantis sehingga menumbuhkan hasrat dan membangkitkan gairah cinta di antara kedua pasangan.
Itulah empat persiapan yang harus disiapkan oleh pengantin baru untuk menghadapi malam pertama pernikahan. Semoga dengan persiapan yang baik, indahnya malam pertama pernikahan Anda bisa dinikmati bersama.
Baarakallaahulaka wabaaraka’alaika wajama’a bainakumaa fii khair.






