logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Cerita    Cerita Rakyat

Malin Kundang - Cerita Masyarakat Minangkabau yang Sarat Pesan


Ilustrasi malin kundang

   Daftar Isi
  1. Cerita Malin Penuh Pelajaran
  2. Fakta Seputar Malin Kundang

Tahukah Anda cerita rakyat Malin Kundang? Sebelum membahas mengenai Malin Kundang, kita bahas dahulu mengenai kebudayaan.

Sebuah negara multikultural seperti Indonesia, memiliki ragam budaya adalah bukan hal yang aneh. Ragam budaya tersebut meliputi hasil cipta karsa dan karya masyarakatnya sendiri. Disesuaikan dengan adat istiadat, masyarakat tersebut melahirkan hal-hal yang menggambarkan kebudayaannya.

Perbedaan budaya disetiap wilayah Indonesia membuat negara ini semakin beragam. Produk kebudayaan yang tidak bisa lepas dari sejarah wilayah di Indonesia adalah cerita rakyat. Harus diakui bahwa cerita rakyat adalah gambaran dari kebudayaan sebuah masyarakat di suatu daerah. Di antara sekian banyak cerita rakyat Indonesia, cerita rakyat Malin Kundang adalah salah satu yang cukup terkenal.

Malin Kundang adalah kaba atau sastra tradisional dari tanah Minangkabau. Istilah Kaba datang dari bahasa Arab khabar. Dillihat dari segi cerita, kaba hampir sama dengan hikayat atau cerita. Perbedaannya terletak pada bentuknya. Hikayat terbentuk dari paduan kalimat dan paragraf sedangkan Kaba terbentuk dari sajak, pantun ataupun nyanyian.

Cerita Malin Kundang sudah menjadi kekayaan tersendiri bagi masyarakat Padang. Mereka memiliki cerita yang akan terus abadi diturunkan secara turun temurun oleh beberapa generasi. Pelajaran yang tersimpan dalam cerita Malin Kundang menjadi salah satu faktor yang membuat cerita ini terus bertahan hingga sekarang.

Cerita Malin Kundang Penuh Pelajaran

Cerita Malin Kundang sudah menjadi kekayaan tersendiri bagi masyarakat Padang.

Cerita Malin Kundang dimulai dari cerita sedih dan kemiskinan yang dimiliki oleh para tokoh di dalamnya.

Alangkah harta dapat membuat seseorang lupa terhadap asal mulanya, bahkan ibu yang melahirkan dengan pertaruhan nyawa. Keimanan seseorang yang rapuh dengan gamblang diceritakan dalam cerita Malin Kundang ini.

Zaman dahulu, di daerah pesisir pantai yang terletak di Sumatera Barat, Padang, hiduplah sebuah keluarga nelayan lengkap dengan penderitaan dan kemiskinannya. Keluarga itu terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak lelaki bernama Malin Kundang.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, sang ayah menjadi seorang nelayan. Suatu hari sang ayah pergi berlayar untuk menangkap ikan.

Melepas kepergian suami dan ayah, kedua anggota keluarga lainnya tentu sangat sedih. Mereka menunggu kepulangan tulang punggung mereka dari hari ke hari, bulan ke bulan, hingga tahun ke tahun. Hasilnya, sang ayah belum juga kembali.

Malin Kundang tumbuh tanpa seorang ayah. Malin Kundang anak yang pintar tetapi sedikit nakal. Kenakalannya membuat banyak anggota tubuhnya dihiasi luka, salah satunya luka pada bagian lengan kanan yang didapatnya ketika mengejar ayam. Luka itu pun tidak bisa hilang hingga ia dewasa.

 

Sebagai seorang lelaki, Malin Kundang tentu tidak ingin hanya berdiam diri menyaksikan ibunya hidup kekurangan.

Dengan niat yang kuat, Malin Kundang dewasa pun memutuskan untuk berlayar dan meninggalkan ibunya seorang diri.

Ketika melepas Malin Kundang di dermaga, Ibu Malin Kundang berpesan pada Malin agar tidak lupa terhadap ibunya. Ibu Malin berujar dengan linangan air mata “Malin, jika engkau berhasil, jangan lupa dengan ibu dan kampung halamanmu, ya Nak.”

Kapal yang membawa Malin pun mulai bergerak meninggalkan dermaga. Berkat kegigihan dan kecerdasannya, Malin Kundang menjadi orang yang kaya raya.

Berita mengenai kesuksesan Malin Kundang sampai ditelinga Ibu Malin. Mendengarnya saja sudah membuat ibu Malin gembira. Ibu Malin pun taksabar ingin bertemu.

Mendengar berita kesuksesan anaknya, hampir setiap hari Ibu Malin Kundang berdiri di pinggir dermaga menantikan kedatangan anaknya.

Harapannya hanya satu, melihat anak tersayangnya pulang dan memeluknya. Penantian panjang Ibu Malin Kundang pun berbuah manis.

Suatu hari ia melihat sebuah kapal besar merapat ke dermaga. Naluri keibuannya yakin bahwa pemilik kapal itu adalah anaknya, Malin Kundang.

Keyakinan Ibu Malin semakin pasti ketika melihat luka yang terdapat di lengan kanan Malin Kundang. Dengan keyakinan, Ibu Malin menghampiri Malin dengan sukacita, namun apa yang terjadi, Malin Kundang sama sekali tidak mengangap kehadiran Ibu kandungnya.

Malin menampik pelukan dari wanita yang telah mengandung dan melahirkannya. Harta telah membuat Malin silau. Ibu yang telah mengandung dan melahirkan hanya dianggap sebagai pengemis tua yang renta.

Diperlakukan saperti itu, hati Ibu Malin sangat sedih. Ia berucap pada Tuhan, dengan suar parau menahan tangis Ibu Malin Kundang berucap “Oh Tuhan, jika dia memang benar anakku, aku kutuk ia untuk berubah menjadi batu.”

Ucapan Ibu Malin Kundang bertuah. Sesaat kemudian terjadilah hujan badai bergemuruh. Kapal mewah milk Malin tersapu ombak. Malin yang masih dengan kepongahannya tiba-tiba berubah mengeras. Tubuh Malin berubah menjadi batu. Sembari bersujud, Malin Kundang berubah menjadi seonggok batu dengan sempurna.

Fakta Seputar Malin Kundang

Malin Kundang merupakan sebuah legenda yang diceritakan turun temurun dan telah menjadi cerita rakyat Indonesia. Kita semua tentunya bertanya-tanya apakah cerita Malin Kundang itu sebuah fakta atau hanya sebuah dongeng. Fakta-fakta tentang Malin Kundang adalah sebagai berikut.

Pertama
Malin Kundang adalah cerita rakyat tentang seorang anak durhaka yang tidak mengakui ibunya sehingga ia dikutuk oleh ibunya menjadi batu. Cerita ini berasal dari Sumatera Barat.
Kedua
Cerita serupa banyak beredar di Asia Tenggara. Di Malaysia, kisah Malin Kundang populer dengan nama Si Tenggang yang ditulis oleh Walter William Skeat dan dicetak oleh The Macmillan Company, New York.
Ketiga
Ditemukannya batu yang mirip manusia dengan posisi sedang bersujud dan diyakini sebagai wujud membatunya si Malin Kundang. Batu ini berada di Pantai Air Manis, sekitar 30 menit dari Kota Padang. Fakta ini juga menimbulkan lelucon bahwa seorang ilmuwan asing sudah mengidentifikasi zat yang dipakai mengawetkan jasad Malin Kundang, yaitu formalin (for malin).
Keempat
Belum pernah ada yang membuktikan bahwa batu tersebut adalah Malin Kundang. Jika melihat lebih dekat batu yang ada di Pantai Air Panas itu, yang terlihat yaitu sebuah batu pahatan menyerupai manusia dengan posisi membungkuk. Selain itu, di sekitar patung tersebut juga terdapat rongsokan kapal dan pecahan-pecahannya yang berantakan.
Kelima
Cerita rakyat Malin Kundang sarat dengan pesan moral. Pesan moral berupa perkataan ibu yang berbakti dan rela berkorban untuk kebahagiaan anak adalah ampuh adanya. Pesan ini berkaitan dengan surga berada di telapak kaki ibu. Malin Kundang mengisahkan betapa hebatnya seorang ibu. Dengan menghormati ibu yang sudah melahirkan dan menjaga kita, pasti Tuhan pun akan mendengar doa ibu tentang anaknya.
Keenam
Malin Kundang merupakan contoh perilaku manusia pada umumnya. Banyak orang sukses melupakan jasa perjuangan orang di sekitarnya yang turut andil dalam kesuksesannya. Malin Kundang merasa gengsi untuk mengakui tempat asal dan ibunya, bagai kacang yang lupa kulitnya. Sifat yang dimiliki Malin Kundang ini dapat dijadikan refleksi agar kita tetap rendah hati dan tidak sombong seperti apa yang ditunjukkan oleh Malin Kundang, si anak durhaka.

Itulah tadi beberapa pesan moral dari cerita Malin Kundang. Semoga Bermanfaat!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Naskah Cerita Rakyat Indonesia
  • Dongeng Binatang: Dongeng Si Kancil yang Terkenal
  • Inspirasi Motivasi dari Katak Tuli
  • Kisah Ramayana dengan Tokoh Wayang dan Karakternya
  • Legenda Tangkuban Perahu - Legenda Terkenal dari Jawa Barat
  • Tips Mencari Sumber Cerita untuk Tulisan
  • Contoh Cerita Dongeng Dunia
  • Inspirasi Hidup dari Seorang Anak Kecil
  • Membangun Karakter Bangsa melalui Cerita Rakyat Indonesia
  • Legenda Putri Duyung - Si Wanita Ikan yang Mendunia
  • Memilih Cerita Rakyat Bergambar untuk Balita
  • Menariknya Kumpulan Cerita Seru
  • Cerita Islam - Kenalkan pada Anak Sejak Dini
  • Dongeng Raja dan Kerajaan Hutan Hujan
  • Harta Karun yang Selalu Menggiurkan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA