logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Legalitas    Peraturan Pemerintah Daerah    Manajemen Keuangan Daerah

8 Prinsip Manajemen Keuangan Daerah

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Era otonomi daerah yang memberi wewenang kepala daerah dan jajaran untuk mengelola keuangan daerah membuat peluang sekaligus ancaman. High risk high return, bunyi prinsip wisdom keuangan. Keuangan daerah yang sedang berbenah pun berisiko tinggi gagal ketika diberi peran yang luas. Manajamen keuangan daerah bisa berbasiskan keterbukaan atau justru tertutup. Perlu guidance (pedoman) yang menunjukkan do’s and don’ts, boleh atau tidak, benar dan salah.

Oleh karena itu, 8 prinsip manajemen keuangan daerah menjadi penting.

1.    Akuntabel

Sesuai kaidah akuntasi yang menghendaki akuntabilitas, manajemen keuangan daerah harus mengelola akuntabel keuangan daerah. Artinya, aliran dana, kas masuk keluar, budgeting, dan seterusnya harus mengacu kepada akuntabilitas publik.

2.    Reliabel

Mampu dipercaya. Manajemen keuangan daerah harus memastikan mendapat suntikan rasa kepercayaan dari publik. Sistem yang dikelola harus mewujudkan rasa kepercayaan paripurna, tidak setengah setengah. Bahkan mendapat cibiran publik.

3.    Fairness

Keuangan daerah tidak akan berjalan lancar tanpa perilaku adil. Manajemen pemerintahan harus memastikan terselanggara sistem yang jujur, adil, dan kredibel mencakup semua lini, seperti rekrutmen, birokrasi, etika, dan sebagainya.

4.    Sumber Daya Manusia Andal

Persoalan sumber daya manusia selalu jadi hal klasik. Tanpa orang yang teruji, manajemen keuangan daerah akan terjerembap jatuh ke lubang kegagalan. Makanya penting untuk membuat korupsi, kolusi, dan nepotisme tersingkir dalam rekrutmen anggota.

5.    Antikorup

Nuansa mark up, korupsi, suap, dan sejenisnya sering mewarnai manajemen keuangan pemerintah daerah. Pemerintah harus punya komitmen yang jelas mengenai garis korupsi. Bagaimana penggelembungan dana harus bisa diatasi. Belum lagi godaan suap dan korupsi untuk melanggengkan kekuasaan.

6.    Orientasi Publik

Nah, kita melihat anggota dewan pelesiran ke luar negeri memakai uang rakyat. Miris nurani kita. Pemerintah daerah pun sering ikut keblinger pelesiran ke luar negeri dengan memakai nama studi banding, kunjungan kerja, atau apalah. Hakikatnya, kepentingan publik jadi nomor satu. Sekiranya dana anggaran ke luar negeri lebih bermanfaat bagi alokasi rakyat, lakukan!

7.    Payung Hukum

Tumpang tindih legislasi kita membuat kiblat manajemen keuangan daerah ikut kalang kabut. Payung hukum sering menjadi polemik karena berbeda satu sama lain. Lebih baik mempunyai payung hukum tunggal sehingga tidak terjadi perdebatan hukum di kemudian hari. Terutama menyangkut uang anggaran daerah yang sensitif. Salah sedikit bisa dipolitisir.

8.    Akses Informasi

Keterbukaan bukan manis di bibir semata. Akses informasi menyangkut keuangan daerah harus bisa dilihat di aksi nyata. Semisal birokrasi yang tidak berbelit, bisa diunduh di situs pemerintah daerah, sampai turun ke lingkup kecil semisal kecamatan, kelurahan, dan desa.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Peraturan Pemerintah - Bukti Kinerja Pemerintah
  • Kewenangan Daerah pasca UU Otonomi Daerah
  • UU Pemerintahah Daerah Dan Evaluasi Sistem Pemilihan Gubernur
  • UU Pemerintah Daerah - Perda Minuman Keras
  • Yuk, Ikut Meningkatkan Ekonomi Daerah!
  • Sumbangan UKM dalam Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
  • Kinerja Keuangan Daerah di Era Otoda
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA