logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Bisnis dan Manajemen

Menerapkan Manajemen Risiko dalam Usaha Anda


Ilustrasi manajemen resiko

Tahukah Anda manajemen risiko? Manajemen risiko berkaitan dengan pengelolaan ketidakpastian. Mengelola ketidakpastian merupakan hal yang penting dalam menjalankan sebuah usaha. Ketidakpastian yang mungkin terjadi dalam suatu bisnis/usaha berkaitan dengan kurangnya informasi yang dimiliki oleh pengelola mengenai apa yang akan terjadi.

Ketidakpastian ini memang tidak selalu merugikan, bahkan kadang bisa menguntungkan. Ketidakpastian yang menguntungkan bisa disebut sebagai peluang atau opportunity, sedangkan ketidakpastian yang merugikan biasa disebut risiko atau risk.

Manajemen risiko fokus terhadap jenis ketidakpastian yang kedua, yaitu risiko. Risiko adalah suatu situasi yang harus dihadapi para pengelola usaha, di mana di dalamnya terdapat kemungkinan yang dapat merugikan perusahaan. Sekecil apa pun kemungkinan merugikannya, hal tersebut tetap dianggap sebagai risiko yang harus dikelola dengan baik agar tidak berdampak negatif bagi perusahaan.

Apa Itu Manajemen Risiko?

Sebelum mengaplikasikannya, Anda hendaknya memahami terlebih dahulu makna dari manajemen risiko itu sendiri. Manajemen risiko merupakan suatu metodologi atau pendekatan terstruktur yang digunakan untuk mengelola risiko (ketidakpastian yang cenderung merugikan atau bekaitan dengan ancaman) dengan melibatkan segala cara yang memungkinkan.

Manajemen risiko dalam sebuah perusahaan bertujuan untuk mengurangi bermacam-macam risiko yang berkaitan dengan bidang usaha Anda. Risiko yang mungkin harus ditanggung oleh sebuah perusahaan dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti teknologi, organisasi, lingkungan politik, maupun sumber daya manusia.

Dalam manajemen risiko, ada beberapa rangkaian prosedur yang dilakukan untuk mengelola risiko dalam usaha. Rangkaian prosedur tersebut adalah menilai risiko, mengembangkan strategi untuk mengelola risiko, serta memitigasi risiko dengan memanfaatkan pengelolaan atau pemberdayaan sumber daya yang dimiliki.

Strategi-strategi yang umum digunakan dalam mengelola risiko ada bermacam-macam, mulai dari menghindari risiko, memindahkan risiko ke orang atau pihak lain, hingga menerima sebagian atau seluruh akibat dari risiko tersebut.

Manajemen Risiko dari Masa ke Masa

Penerapan manajemen risiko telah ada sejak dahulu kala. Sejarah mencatat bahwa Piagam Hammurabi yang dibuat pada 2100 SM berisi peraturan yang menyebutkan bahwa para pemilik kapal diperbolehkan meminjam sejumlah uang untuk membeli kargo, tetapi apabila kemudian kapalnya tenggelam atau hilang selama perjalanan di lautan luas, sang pemilik kapal tidak perlu mengembalikan uang yang telah ia pinjam. Manajemen risiko dalam Piagam Hammurabi hanya menekankan risiko keamanan, yang termasuk ke dalam risiko non-entrepreneurial.

Pada 1970-an hingga 1980-an, manajemen risiko banyak diaplikasikan oleh perusahaan-perusahaan asuransi. Perusahaan-perusahaan tersebut memotivasi pengusaha-pengusaha untuk menjaga barang mereka dengan cara mengasuransikannya. Setelah itu, berkembanglah berbagai jenis manajemen risiko di dunia, mulai dari jaminan mutu (quality assurance) yang dipopulerkan oleh British Standards Institution hingga munculnya profesi Chief Risk Office pertama di dunia pada tahun 1993.

Pada puncaknya, di tahun 1995, Standards Australia of the World’s Risk Management Standar menerbitkan AS/NZS 4360:1995. Manajemen risiko pun mulai banyak memiliki inovasinya, tidak semata berpaku pada konsep manajemen risiko konvensional yang fokus pada risiko-risiko yang disebabkan oleh penyebab fisik atau hukum, misalnya bencana alam, kematian, dan tuntutan hukum.

Risiko yang Bisa Dikelola dengan Manajemen Risiko

Dalam pelaksanaan manajemen risiko, risiko dapat dibagi ke dalam beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.

  • Risiko Murni. Sering disebut juga sebagai pure risk atau insurable risk, risiko murni merupakan risiko yang memang hanya memberi akibat negatif alias merugikan, tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh dari risiko murni adalah peristiwa kebakaran bangunan kantor. Kebakaran tentunya sangat merugikan perusahaan, kecuali jika kebakaran tersebut merupakan peristiwa yang disengaja untuk mencapai maksud tertentu. Dalam manajemen risiko, risiko jenis ini dapat dikelola dengan cara menghindari dan meminimalkan kerugian dengan asuransi.
  • Risiko spekulatif. Dikenal juga dengan nama risiko bisnis (business risk), risiko spekulatif adalah suatu keadaan di mana perusahaan bisa mendapatkan keuntungan dan kerugian. Contohnya adalah investasi. Seorang pengusaha yang menginvestasikan uangnya memiliki dua kemungkinan, yang pertama adalah jika investasinya menguntungkan dan yang kedua adalah jika investasinya menguntungkan.

Kiat Menerapkan Manajemen Risiko

Langkah manajemen risiko dalam perusahaan dimulai dari mengidentifikasi risiko secara aktif hingga menilai dan meneliti tingkat risiko-risiko yang mungkin timbul. Dengan demikian, pengusaha bisa membuat prioritas pengelolaan dan menentukan prosedur-prosedur yang bisa dilakukan untuk menangani risiko tersebut agar kerugian dapat ditekan semaksimal mungkin.

Pelaksanaan manajemen risiko yang maksimal tidak hanya akan menekan kerugian dan menghindari kejadian-kejadian tidak terduga yang dapat merugikan perusahaan, tetapi juga meningkatkan keyakinan dan kepercayaan diri pengusaha dalam menjalankan usahanya.

Ada kalanya manajemen risiko tidak diterapkan secara efektif. Penyebab dari kurang efektifnya manajemen risiko adalah kurangnya pengetahuan mengenai manajemen risiko, sistem yang belum sempurna, sumber daya manusia yang kurang mengindahkan manajemen risiko, serta kurangnya komitmen dari pengusaha untuk mengaplikasikan manajemen risiko sebaik mungkin.

Untuk menghindari kekurang-efektifan penerapan manajemen risiko, berikut ini adalah kiat-kiat yang dapat dicoba oleh pengusaha.

1. Membaurkan Konsep Manajemen Risiko Sejak Awal

Ini adalah satu langkah awal yang penting. Apabila manajemen risiko tidak diterapkan segera setelah perusahaan atau suatu proyek direncanakan, proyek atau perusahaan akan menghadapi bahaya kerugian serta kehilangan keuntungan potensial. Oleh karena itu, manajemen risiko harus membaur dengan manajemen proyek atau perusahaan dalam setiap tahap, sejak dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penutupan.

2. Identifikasi Manajemen Risiko Sedini Mungkin

Langkah manajemen risiko ini bermanfaat untuk memberikan gambaran mengenai risiko apa yang akan Anda hadapi sehingga Anda memahami cara mengendalikannya. Dalam melakukan identifikasi risiko, libatkanlah sumber daya manusia, misalnya anggota tim proyek, karena setiap individu memiliki keahlian khusus, pengalaman yang berbeda, dan pengetahuan sehingga keterlibatan mereka akan menyumbangkan sudut pandang yang berbeda dalam mengidentifikasi dan menerapkan manajemen risiko.

Selain itu, pengalaman dan pelajaran dari proyek sebelumnya bisa menjadi tolok ukur dalam mempelajari risiko yang mungkin terjadi dalam proyek yang hendak dilaksanakan. Lakukan observasi secara cermat mengenai hal-hal yang terkait pengerjaan dan perencanaan usaha Anda, seperti dokumen-dokumen.

3. Manajemen Risiko - Sadari Bahwa Tidak Semua Ketidakpastian Merugikan

Satu hal yang penting diingat dalam manajemen risiko adalah bahwa ketidakpastian tidak selalu berdampak buruk. Suatu ketidakpastian yang Anda hadapi bisa saja menciptakan peluang, bukannya risiko, dan memberi keuntungan yang signifikan bagi perusahaan Anda atau bagi pelaksanaan proyek. Misalnya faktor cuaca, ketidakpastian cuaca justru bisa jadi peluang untuk mendapatkan perpanjangan waktu pelaksanaan proyek.

4. Bertukar Informasi Mengenai Manajemen Risiko dan Risiko

Saat risiko berada di depan mata, kadang tim pelaksana, yang merupakan ujung tombak pelaksanaan proyek, lebih mengetahuinya. Dalam posisi seperti ini, penting bagi tim pelaksana untuk memberi informasi kepada pengusaha sesegera mungkin.

Ada kalanya pengusaha yang merupakan tim perencana, lebih dahulu mengetahui risiko yang ada, maka ia pun harus memberi informasinya kepada tim pelaksana. Intinya, risiko harus disampaikan sesegera mungkin melalui rapat-rapat terjadwal agar penanganannya jauh lebih maksimal.

Banyak pemilik perusahaan menganggap risiko sebagai bahaya atau ancaman kerja yang dapat diminimalisasi atau dihilangkan dampaknya. Manajemen risiko tradisional memang hanya fokus kepada meminimalisasi dan menghilangkan kerugian atas risiko yang dihadapi.

Meski demikian, perlu disadari bahwa risiko bisa diputar balik menjadi peluang oleh pengusaha yang cerdas dan kreatif. Alih-alih berpikir untuk meminimalisasi atau menghilangkan kerugian, pengusaha cerdas berusaha untuk mengubah risiko menjadi peluang melalui perencanaan-perencanaan strategis, sehingga memberi dampak baik dan sehat bagi perusahaan yang dikelolanya. Maka dari itu, seorang pengusaha sebaiknya memiliki penerapan manajemen risiko yang proaktif, terukur, dan terkelola dengan baik.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Riset Pasar dan Perilaku Konsumen
  • Pengantar Manajemen - Entry Poin Umum dalam Pengantar Manajemen
  • Pengembangan Karyawan di Perusahaan Penerbitan Buku
  • Teori Kepemimpinan: Beberapa Sudut Pandang Teoritis
  • Membaca Maunya Konsumen - ANNEAHIRA.COM
  • Perencanaan Strategis, Langkah Strategis Menuju Masa Depan
  • Logo Perusahaan - Identitas Utama, bahkan Hoki
  • Semua Orang Harus Mempunyai Pengetahuan Bisnis
  • Charity Invitation, Kegiatan Pengumpulan Dana Secara Cepat
  • Manfaat Sistem Penggajian Karyawan
  • Memahami Model Perilaku Konsumen
  • Barang Ekspor, Outsourcing, dan Pemasaran
  • MLM, Strategi Marketing Dahsyat Yang Sedang Populer
  • Prosedur Ekspor: Individu Versus Negara
  • Profil Bank Perkreditan Rakyat
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA