Manajemen Sumber Daya Manusia
Ilustrasi manajemen sdm
Bagi sebuah perusahaan, sumber daya manusia merupakan aset yang tak ternilai. Sumber daya manusia (pegawai) merupakan subjek-subjek yang menjalankan roda sebuah perusahaan. Oleh karena pentingnya sumber daya manusia tersebut, setiap perusahaan memiliki manajemen SDM dan menerapkan kualifikasi tersendiri terhadap proses rekruitmen pegawai baru.
Dasar Manajemen Sumber Daya Manusia
Di sektor manapun, tidak hanya di perusahaan, sumberdaya manusia memegang peranan penting akan maju mundurnya sebuah lembaga. Sumber daya manusia yang potensial dan memiliki etos kerja yang tinggi biasanya menjadi tumpuan harapan perusahaan untuk mengembangkan dan membantu mengarahkan perusaaan ke arah dan ke tingkat yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Sumber daya manusia merupakan manusia yang bekerja pada lingkungan sebuah organisasi. Kita mengenalnya dengan istilah pekerja, tenaga kerja, personil atau karyawan. Untuk mengatur sumber daya manusia tersebut diperlukan sebuah manajemen yang memberikan aturan akan berbagai hal yang berhubungan dengan sumberdaya manusia.
Sebenarnya apa manajemen sumberdaya manusia tersebut? Manajemen sumber daya manusia, selanjutnya disebut manajemen SDM, sebagaimana yang didefinisikan oleh Edwin B. Flippo adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian komponsasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercipta berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat.
Mary Parker Follet memberikan definisi tersendiri. Menurutnya, manajemen SDM adalah suatu seni untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
Manajemen SDM adalah sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasan jasa dan pengelolaan terhadap idnvidu anggota organisasi atau kelompok bekerja. Manajemen ini juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan personalia, pengembangan karyawan, pengelolaan karir, evaluasi kerja, kompensasi karyawan, dan hubungan perburuhan yang mulus. Definisi ini dikemukakan oleh Henry Simamora.
Dari beberapa pengertian tersebut jelas bahwa manajemen SDM merupakan serangkaian kegiatan dalam yang disusun sedemikian rupa untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan.
Pendekatan Masalah Sumber daya Manusia
Mengurus pegawai bukan perkara yang mudah. Banyak sedikitnya jumlah pegawai akan berpengaruh pada pengelolaannya. Jumlah pegawai sedikit tentu akan sedikit pula permasalahannya, tetapi semakin banyak jumlah karyawan maka jumlah permasalah akan semakin banyak pula.
Setidaknya, terdapat tiga pendekatan untuk mengetahui permasalahan pegawai.
1. Pendekatan Mekanis
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat sekarang ini dirasakan pula pada sektor industri. Sekarang ini, perusahaan berlomba-lomba menerapkan berbagai mesin elektronis untuk memperbesar kapasitas produksi dan membawa kemajuan dalam hal efisiensi kerja.
Akan tetapi, pada perusahaan yang tadinya menerapkan pegawai padat karya, pemakaian alat-alat elektronis mengancam keberlangsungan dirinya sebagai karyawan perusahaan. Selanjutnya, bisa ditebak muncul berbagai permasalahan muncul.
Pendekatan mekanis digunakan dalam manajemen SDM untuk menanggulangi munculnya masalah yang diakibatkan oleh alih fungsinya teknologi, yaitu:
- Munculnya pengangguran teknologis yang disebabkan karena penggunaan teknologi dan mesin-mesin baru yang lebih efisien dan efektif sehingga mengurangi penggunaan manusia dalam menghasilkan produk.
- Kehilangan pekerjaan berarti kehilangan sumber mata pencaharian.
- Perlindungan terhadap hak-hak pegawai dari berbagai aturan yang merugikan pegawai. Biasanya organisasi pegawai atau serikat buruh akan menaungi kepentingan pegawai dari perlakuan manajemen yang menyalahi aturan.
- Pegawai akan demotivation akibat kurang adanya penghargaan dari pihak manajemen perusahaan akan prestasi dan kecerdasan pegawai dalam melakukan kewajibannya.
2. Pendekatan Paternalisme
Konsep pendekatan ini menekankan pada hubungan yang dinamis seperti hubungan ayah dalam melindungi karyawan sebagai anaknya.
Pendekatan paternialisme memiliki ciri:
- Penyelenggaraan dan pelaksaan sebuah program yang disusun oleh manajemen terhadap pegawai tidak didasarkan pada manfaat dari diselenggarakannya program tersebut.
- Pelaksanaan program disusun dan penyelenggaraanya semata-mata berada pada pihak manajemen sebagai penentu kebijakan.
3. Pendekatan Sistem Sosial
Perusahaan merupakan sistem sosial yang kompleks dan beroperasi pada sistem yang kompleks pula dengan segala tata aturan yang menjadi dasar berjalannya sistem perusahaan. Ketiga bentuk pendekatan tersebut bisa diaplikasikan sesuai dengan keadaan dan kebijakan dari pihak manajemen.
Tentu setiap perusahaan memiliki manajemen SDM berbeda yang didasarkan pada karakteristik perusahaan dan pegawai yang dimilikinya.
Tantangan Manajemen SDM
Mengatur manusia dalam hal ini mengatur pegawai memang bukan merupakan perkara gampang. Setiap perusahaan memiliki peraturan yang telah disusun agar bisa berjalan sesuai koridornya. Masalahnya, apakah semua pegawai dapat mematuhi aturan tersebut? Itu baru satu masalah.
Bagaimana dengan munculnya permasalahan dari luar yang sedikit banyak mengganggu pada stabilitas perusahaan? Itu cerita lain, dan keduanya harus memiliki jalan keluar yang sama. Karena permasalahan tersebut akan menjadi sebuah tantangan serius manakala tidak bisa diselesaikan dan berlarut-larut.
Tantangan yang harus dihadapi dalam manajemen ini terdiri atas tiga kategori, yaitu tantangan intern, tantangan personal, dan tantangan ekstern.
1. Tantangan Intern
Tantangan ini berasal dari struktur organisasi perusahaan dari mulai pihak manajemen sampai pada pihak pegawai sebagai pelaksana produksi. Untuk mengatasi tantangan intern ini, manajemen SDM yang handal sangat diperlukan. Berbagai langkah yang bisa diambil yaitu:
- Meningkatkan pengawasan sebagai upaya pencegahan munculnya permasalahan dan mengusahakan agar setiap persoalan dapat diselesaikan secepatnya dan tidak dibiarkan berlarut-larut dan bisa berkembang menjadi persoalan besar.
- Bertindak aktif dan segera mengambil langkah-langkah pengamanan. Hal ini dilakukan agar masalah yang timbul tidak melebar ke mana-mana dan lepas kendali.
- Perusahaan memerlukan manajer yang bisa bekerja dalam menghadapi kompetisi dan bisa mengungguli pesaing-pesaing bisnisnya.
2. Tantangan Personal
Tantangan personal lebih menitikberatkan pada segi profesionalitas pegawai dalam bekerja. Perusahaan menuntut agar pekerjanya mampu memberikan prestasi terbaiknya sehingga perusahaan akan mendapatkan manfaat sebesar-besarnya. Untuk itu, tanggung jawab personal pegawai dituntut sedemikian rupa oleh aturan perusahaan. Sebaliknya, perusahaan harus dapat memberikan feedback positif sesuai dengan tuntutannya pada pegawai.
3. Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal merupakan kekuatan yang berasal dari luar yang memengaruhi kegiatan bisnis atau perusahaan yang berdampak langsung pada manajemen SDM, baik langsung maupun tidak langsung. Untuk menghadapi berbagai tantangan eksternal, perusahaan dapat melakukan beberapa hal:
- Melakukan pengawasan terus menerus perkembangan bisnis dari sumber-sumber informasi media cetak dan media televisi yang banyak mengungkap dan menyiarkan berita bisnis yang bisa dijadikan sebagai arah pengembangan bisnis perusahaan ke depannya.
- Respon cepat pada setiap informasi bisnis dengan menganalisisnya yang kemudian menghasilkan tanggapan dan hasil yang paling tepat untuk mengembangkan, mempertahankan dan/atau menghentikan kegiatan bisnis dan kebijakan manajemen SDM yang sedang berjalan.
Selain dari ketiga tantangan di atas, terdapat tantangan lain yang tak kalah pentingnya untuk keberlangsungan pengelolaan manajemen ini bagi sebuah perusahaan. Misalnya:
- Masih banyak top manajer dan manajer pembantunya yang belum memahami tujuan dan fungsi dari manajemen SDM dalam mengembangkan organisasi perusahaan untuk berkembang ke tingkat yang lebih baik.
- Masih banyak top manajer yang kurang bisa mengelola, tidak memahami dan tidak menyadari bahkan tidak melaksanakan tanggung jawabnya di tempat kerjanya masing-masing. Sebuah pengelolaan manajemen SDM yang baik, tentu akan memiliki pengaruh yang positif bagi terlaksananya fungsi dan tujuan perusahaan.
Sikap profesionalitas harus ditegakkan baik dari pihak top manajer, manajer bawahannya, sampai pegawai untuk mencapai target-target bisnis perusahaan. Dengan demikian, manajemen SDM ini bukan hanya teori semata tetapi lebih bisa diaplikasikan dalam struktur organisasi perusahaan.

