Mengenal Gangguan dalam Manajemen Waktu
Overplanning
Dalam manajemen waktu, membuat perencanaan itu adalah hal yang mutlak dilakukan. Ketika kita memutuskan untuk tidak membuat rencana, maka sebenarnya kita sedang mengatakan bahwa kita tidak memerlukan manajemen waktu. Namun demikian, kegiatan perencanaan ini ternyata memerlukan dosis yang cukup. Artinya, kita tidak boleh terlalu berkutat dengan rencana dan gagal dalam menindaklanjuti rencana tersebut.
Harus diingat bahwa membuat perencanaan adalah awal dari siklus manajemen waktu, dan bukan akhirnya. Selain tidak itu ada gejala bahwa beberapa orang mempunyai kecenderungan untuk menjadikan semua kegiatan sebagai obyek rencana. Membuat perencanaan harus mempertimbangkan realita bahwa hidup kita diliputi olah banyak sekali kejadian yang tidak pasti.
Missplanning
Missplanning mengandung arti salah perencanaan. Kesalahan ini meliputi:
- Salah informasi, karena informasi yang dikumpulkan kurang lengkap dan tidak benar.
- Salah sasaran, yaitu sasaran rencana yang tidak tepat
- Salah penempatan,. Karena sasarannya tidak tepat, maka alokasi sumber daya juga akan salah
- Salah waktu, biasanya disebabkan karena kesalahan informasi sehingga penentuan waktu yang tepat tidak dapat dilakukan.
Akibat dari missplanning ini adalah kegagalan.
Overdetail
Dalam manajemen waktu, hal-hal detil sangat diperlukan. Kegiatan yang direncanakan harus logis, konkrit, dan detil. Namun demikian, detail yang terlalu berlebihan akan membuat sebuah urusan menjadi lebih kompleks dari sesungguhnya. Hal-hal yang terlalu detil akan menyulitkan kita untuk membedakan mana hal yang pokok dan mana yang sampingan. Overdetail menyebabkan rencana yang dibuat menjadi terlalu kaku dan tidak fleksibel.
Overschedulling
Overschedulling berarti terlalu anyak menjadwalkan kegiatan. Hal ini menjadi sesuatu yang berlebihan karena kita memiliki keterbatasan dalam waktu dan kemampuan. Untuk menyiasati overschedulling ini, kita dapat melakukan hal – hal berikut ini:
- Memberi batasan dengan memilih kegiatan dengan hati-hati. Pertimbangkan kepentingannya
- Perbaiki hubungan Anda dengan keluarga dan orang lain, jangan memiliki cita-cita menjadi orang yang supersibuk.
- Beristirahatlah
- Sadarilah bahwa tidak ada manusia yang super segalanya.
Kurang Disiplin
Perhatikanlah, dalam sejarah manusia, kebanyakan manusia yang gagal adalah manusia yang tidak disiplin. Disiplin adalah taat pada komitmen dan tujuan hidup. Ketidakdisiplinan adalah perusak dari semua kemungkinan perbaikan diri.
| Beri rating untuk artikel di atas |








