Apa Saja Mudharat dan Manfaat Internet Bagi Siswa?
Ilustrasi manfaat internet bagi siswa
Internet bukanlah hal asing lagi di zaman penuh teknologi sekarang ini. Berbagai kegunaanya pun sudah cukup banyak dirasakan oleh masyarakat. Lalu adakah manfaat internet bagi siswa sekolah?
Internet sendiri adalah suatu teknologi yang memang diciptakan dengan tujuan untuk mempermudah kehidupan manusia. Teknologi yang satu ini seperti sebuah buku raksasa yang memuat berbagai informasi apapun dan dari belahan dunia manapun.
Hanya dengan internet, kita pun bisa mengetahui negara lain tanpa harus susah-susah terbang dengan pesawat. Bahkan, kita bisa langsung berhubungan dengan orang asing bila memang mau.
Saat ini, keberadaan internet memang memiliki pengaruh cukup besar bagi masyarakat Indonesia khususnya siswa sekolah, baik yang masih duduk di bangku SD sampai perkuliahan. Apalagi saat ini sekolah-sekolah dan universitas sudah menerapkan pengajaran dengan memanfaatkan media internet.
Manfaat Internet Bagi Siswa
Apakah internet benar-benar memberikan manfaat yang signifikan bagi para siswa sekolah di Indonesia? Mungkin iya, karena sudah cukup banyak siswa yang merasakaan manfaatnya. Berikut ini beberapa contoh manfaat internet bagi siswa sekolah.
- Hampir sama seperti buku, teknologi internet memberikan informasi yang begitu melimpah. Hal ini tentu sangat membantu para siswa sekolah dalam melaksanakan proses belajar.
- Siswa mungkin akan merasa bosan ketika belajar hanya dengan tumpukan buku. Internet merupakan salah satu alternatif media pembelajaran yang bisa membuat siswa lebih semangat belajar.
Apalagi, internet menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Misalnya, adanya gambar bergerak atau animasi yang menunjang suatu artikel yang menjadi materi pelajaran. Animasi tertentu (misal peredaran darah manusia atau arah medan magnet) tentu akan mempermudah siswa untuk membayangkan apa yang sedang mereka pelajari.
- Kecepatan mendapatkan informasi juga merupakan salah satu manfaat internet bagi siswa. Kadang siswa mungkin agak kesulitan saat harus mencari suatu materi di sebuah atau beberapa buah buku.
Dengan adanya internet, siswa bisa menggunakan mesin pencari (misalnya Google) dan langsung mengetikkan kata kunci. Dalam sekejab, informasi yang dibutuhkan pun akan muncul. Sangat menghemat waktu belajar, bukan?
- Dengan adanya internet, siswa bisa dan guru bisa saling tetap berhubungan walau di luar jam sekolah.
Misalnya, guru ingin memberikan tugas atau suatu materi tambahan pada siswa, ia bisa menggunakan media email (surat elektronik) untuk mengirim tugas pada murid-muridnya.Umumnya yang menggunakan metode seperti ini adalah mahasiswa yang duduk di bangku kuliah. Para dosen biasanya sering memberi tugas lewat email bila kebetulan dosen tersebut tidak bisa hadir saat jam kuliah.
- Tak hanya dalam masalah pelajaran sekolah, manfaat internet bagi siswa juga meliputi masalah pergaulan. Banyaknya jejaring sosial yang ada di internet juga memiliki pengaruh positif bagi siswa. Siswa akan terlatih untuk berhubungan atau bersosialisasi dengan orang lain, baik yang sudah dikenal maupun orang asing.
Jika terbiasa bersosialisasi, tentu hal ini akan menambah kepercayaan diri siswa di sekolah dalam berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya, termasuk para guru. Sehingga diharapkan proses belajarnya bisa menjadi lebih baik.
Itu adalah beberapa manfaat internet bagi siswa yang ternyata sangat menunjang proses belajar mereka. Namun, bagaimanapun juga penggunaan internet tetap harus diawasi bahkan dibatasi agar siswa tetap berada di jalur positif dan tidak terjebak pada hal-hal negatif internet yang bisa menurunkan prestasi belajarnya di sekolah.
Pengaruh Negatif Internet Bagi Siswa
Guru dan setiap pendidik di seluruh dunia telah dengan suara bulat berdiri untuk mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan. Hal ini karena fakta bahwa sama seperti siswa, guru bahkan merasa lebih mudah untuk mengedarkan materi belajar dengan menggunakan internet sebagai alat komunikasi. Perkembangan teknologi telah membuat hidup lebih mudah bagi guru dan siswa. Namun, dari semua poteknsi itu, juga tidak sedikit mudharatnya, antara lain :
1. Hubungan Siswa-Guru Memburuk Banyak guru memiliki keluhan umum bahwa kebiasaan negatif siswa lebih diperburuk karena penggunaan teknologi. Misalkan siswa yang cenderung hantam tata krama, di mana tugas dan pekerjaan rumah yang wajib disampaikan secara online, siswa cenderung melupakan etiket email umum seperti salam dan kadang-kadang, bahkan menambahkan teks dalam lampiran!
Selain itu, tren pengiriman hari terakhir kini telah berubah menjadi jam terakhir, pengajuan menit terakhir. Siswa menyerahkan tugas mereka bahkan jam setelah waktu untuk penyerahan selesai dan email mereka tidak mengandung penjelasan atau catatan permintaan maaf.
Selain itu, pertanyaan-pertanyaan, pertanyaan dan masalah mengenai setiap topik dalam tugas yang seharusnya mencapai guru dalam waktu 24 jam dari pengajuan pekerjaan rumah, tetap jatuh tempo hari. Tidak banyak siswa yang bahkan repot-repot untuk melakukan permintaan maaf. Juga interaksi siswa adalah sesuatu yang sangat penting untuk memahami topik yang rumit. Kecenderungan di mana guru memposting catatan online, kuliah, tugas dan informasi lainnya telah dibudidayakan dan menjadi kebiasaan yang membuat siswa kurang mendapat sentuhan fisik yang lebih personal dari gurunya.
Keyakinan bahwa Google akan selalu ada, telah membuat siswa tidak teratur dan sabar. Mereka hanya ingin copy dan paste setiap informasi, sehingga mereka dapat menyelesaikan semua tugas. Pergi ke perpustakaan perguruan tinggi, mencari informasi dari buku-buku atau bahkan fasilitas perpustakaan online tampaknya menjadi tugas yang menakutkan bagi siswa.
Guru telah menyatakan kekhawatiran bahwa tidak banyak siswa yang produktif memanfaatkan teknologi untuk pertumbuhan intelegensia mereka. Guru juga menjadi prihatin tentang fakta bahwa siswa tidak memperbaiki janji dengan mereka untuk mencari jawaban atas pertanyaan atau mengetahui sesuatu yang lebih baik tentang subjek elajaran yang tengah dipelajari.
2. Meningkatkan Insiden Kecurangan Perkembangan teknologi seperti kalkulator grafik, jam tangan berteknologi tinggi, kamera mini dan peralatan serupa telah menjadi sumber besar para siswa untuk menipu dalam ujian. Karena memanfaatkan teknologi ini lebih mudah bagi siswa untuk menulis rumus dan catatan pada kalkulator grafik, dengan kemungkinan kecil untuk tertangkap.
Sementara itu adapula isu plagiarisme dan 'cut-copy paste' akan ditangani. Siswa mengambil setiap situs satu dan isi dengan cara yang tepat, seperti yang diberikan dalam website.
3. Kurangnya Fokus main main SMS atau pesan teks telah menjadi hobi favorit sekian banyak siswa. Siswa terlihat bermain dengan ponsel mereka, iPhone atau android lah siang dan malam, dalam setiap kegiatan langsung, dari menyeberang jalan, atau mengemudi dan sangat sering di ruang kelas.
Menjadi selalu terhubung ke dunia online telah mengakibatkan kurangnya fokus dan konsentrasi di bidang akademik dan sampai batas tertentu, bahkan dalam olahraga dan kegiatan ekstra kurikuler. Hal ini tentu tidak mungkin untuk membaca pelajaran yang sulit dan pada saat yang sama, chatting dengan teman, dan tetap login ke facebook.
Ini adalah gangguan yang sangat jelas bahwa telah mengikis rasa kemampuan fokus, dan konsentrasi mental dari kehidupan siswa.
Video game misalnya telah menjadi gangguan terbesar bagi siswa. Remaja yang mudah dipengaruhi oleh gadget baru dan teknologi yang diperkenalkan di pasar juga membuat pelajaran menjadi sia sia.
4. Buruknya Kemampuan Membaca dan Keterampilan Menulis Membaca tampaknya menjadi hobi yang kian hilang di zaman ini. Sementara ada banyak informasi dalam bentuk ebooks gratis yang tersedia di Internet, siapa saja yang suka membaca akan setuju bahwa membaca buku online dan membaca bentuk cetakan buku pasti memiliki beberapa perbedaan yang menonjol.
Jika siswa masih mau membaca buku secara online, itu akan menjadi adil lah dalam proses pendidikan tetapi kenyataannya Siswa lebih suka bermain game online. So pasti mudarat ini harus lebih di perhatikan dibandingkan dengan manfaat internet bagi siswa.

