logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Komunikasi

Manfaat Jurnalistik dalam Membangun Peradaban


Ilustrasi manfaat jurnalistik

Manfaat jurnalistik dalam membangun peradaban cukup banyak. Tanpa publisitas dalam dunia jurnalistik, akan sulit untuk membuat orang-orang di luar komunitas kita tahu tentang apa yang terjadi dengan kita dan dunia sekitar. Kemerdekaan Indonesia pun ditunjang oleh dunia jurnalistik.

Dunia Jurnalistik

Di zaman sekarang, media itu terangkai dalam berbagai macam bentuk produk jurnalistik. Macam-macam media tersebut adalah media cetak, media elektronik, dan media internet. Surat kabar, tabloid, dan buletin terangkai dalam bentuk produk jurnalistik yang dinamakan dengan media cetak.

Sementara itu, untuk media elektronik ada stasiun televisi dan radio, dan yang terakhir tentu saja media internet yang sekarang sedang berkembang dengan hadirnya portal-portal berita berbentuk website. 

Media informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat, semakin bertambahnya kemajuan teknonologi informasi, maka semakin canggih pula media yang dapat menunjang informasi tersebut, sehingga para jurnalistik pun semakin bersaing untuk mendapatkan informasi.

Di Indonesia juga mengalami perkembangan media informasi. Dahulu, media informasi di dapatkan dari media cetak, itu pun hanya ada beberapa saja yang terbit. Media cetak yang ada berupa koran dan majalah. Media tersebut berisi berita-berita politik, ekonomi, dan informasi lainnya yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Waktu itu, media cetak masih jarang ditemui karena perusahaan media cetak masih sedikit, sehingga beredarnya pun hanya di kota-kota besar saja. Selain itu, konsumen media cetak waktu itu hanya orang-orang kalangan ekonomi menengah ke atas. Jadi, media cetak waktu itu masih bersifat ekslusif.

Selain media cetak, media elektronik waktu itu yang dapat dijadikan media informasi adalah radio dan televisi. Orang-orang yang ingin mengetahui informasi mengenai keadaan negara Indonesia, mereka mendapatkan informasi melalui berita nasional yang disiarkan oleh kantor berita nasional.

Masyarakat yang tinggal di pedesaan atau jauh dari perkotaan, biasanya mendapatkan informasi dari radio atau televisi. Akan tetapi, televisi waktu itu masih sedikit yang mempunyainya. Radio juga hanya orang-orang yang mampu membelinya yang mempunyai radio.

Memang keadaan ekonomi di Indonesia waktu itu masih belum maju. Barang-barang elektronik masih terbilang mahal, sehingga hanya orang-orang yang mampu membelinya saja yang mempunyai barang tersebut.

Seiring dengan perkembangan zaman, media informasi mengalami perkembangan juga. Kebutuhan manusia akan informasi juga semakin meningkat dan keadaan ekonomi di Indonesia semakin meningkat.

Media cetak mengalami perkembangan juga. Perusahaan media cetak mulai banyak yang berdiri dan melebarkan pemasarannya sampai pedesaan. Orang-orang yang berada jauh dari perkotaan dapat menikmati media cetak tersebut.

Jenisnya pun menjadi bermacam-macam. Mulai dari koran harian sampai bulanan, tabloid, majalah, dan buletin. Informasi yang diberikan pun bukan hanya sekadar tentang politik atau ekonomi yang sedang terjadi, tapi juga ada bidang hiburannya yang tercantum dalam media tersebut.

Konsumen media cetak ini pun bukannya hanya dari kalangan ekonomi mengah ke atas saja, tapi kalangan ekonomi mengengah ke bawah juga sudah dapat menikmati informasi dari media cetak tersebut. Harga yang terjangkau oleh semua kalangan tersebut, membuat semua kalangan mampu untuk membeli dan menikmati informasi yang diberikan oleh media tersebut.

Jenis media cetak pun sudah bermacam-macam. Semua usia mempunyai media cetak masing-masing. Dari anak-anak sampai orang tua pun punya jenisnya. Media cetak berupa tabloid merupakan media informasi yang dikonsumsi oleh kalangan anak-anak dan remaja.

Majalah mancanegara dan koran dari luar negeri pun ada yang beredar di Indonesia. Ada juga masyarakat yang membutuhkan informasi dari luar tersebut. Meskipun hanya segelintir orang saja yang mengonsumsi majalah dan koran luar tersebut.

Media elektronik pun tidak kalah menariknya dengan media cetak. Bahkan media cetak menjadi terlupakan karena perkembangan media informasi berupa elektronik dan digital yang semakin canggih.

Informasi yang didapat melalui media elektronik dan digital sangat mudah dan cepat, serta up to date. Sarana yang mendukung untuk media elektronik dan digital tersebut juga mudah didapatkan.

Kemudahan tersebut menjadikan media cetak dan media elektronik dan digital semakin bersaing. Akan tetapi, masing-masing media mempunyai kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Hal tersebut membuat seorang jurnalistik dituntut untuk memberikan berita atau informasi yang menarik bagi para penikmat media tersebut. Informasi yang diberikan oleh produk-produk jurnalistik tersebut memiliki beberapa hal yang menjadi dasar, yaitu sebagai berikut.

1. Bersifat tentang kebiasaan dan kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari.

Sebagai contoh kita bisa melihat, apa yang dibutuhkan masyarakat sekarang, harga handphone, jadwal bioskop, berita-berita bencana alam, informasi olahraga, dan lain-lainnya.

2. Informasi yang bersifat memerlukan perhatian dari masyarakat.

Seperti misalnya kondisi ekonomi, politik, sosial yang sedang terjadi. Sebagai contoh, kita tentunya sering kali melihat adanya berita di berbagai media seperti bencana alam, berita tentang naiknya harga kebutuhan dan lain-lainnya.

3. Menyampaikan hal-hal baru.

Biasanya ini terkait dengan konten dari masing-masing produk jurnalistik. Contohnya adalah sekarang ini ada beberapa berita yang menampilkan tentang lifestyle, kesehatan, bahkan berita yang mengajak dan memotivasi kita untuk mampu mengelola keuangan sendiri.

Informasi dari kegiatan-kegiatan jurnalistik tersebut mempunyai kandungan yang dapat merubah sikap, pendapat serta membujuk masyarakat untuk menanggapi informasi tersebut. Dan kategori pemberitaan yang diberikan dari beberapa produk jurnalistik yang tersaji saat ini selain mengambarkan berita, bisa juga menampilkan komentar atau ulasan.

Komentar atau ulasan di media cetak biasanya terjadi pada rubrik-rubrik opini, sementara itu dalam media elektronik, seperti televisi atau radio disampaikan dalam bentuk sesi tanya jawab yang ditampilkan secara visual.

Sementara itu, dalam media internet, melalui sebuah rubrik yang dikenal dengan citizen journalism, di mana masyarakat yang bukan jurnalis atau wartawan pun bisa memberikan berita mereka sendiri.

4. Bersifat advetorial.

Di mana produk jurnalistik ini memberitakan sebuah informasi dari beberapa perusahaan tentang produk-produk mereka, berupa berita atau informasi yang dibutuhkan mereka.

Tetapi, apa yang paling penting adalah tampilan pemberitaan yang akan dipaparkan dalam produk-produk jurnalistik. Setiap tulisan yang dibuat haruslah selalu mengandung konsep dasar jurnalistik yaitu, 5W+1H, yaitu what, who, where, when, why dan how. Semua terapan tersebut wajib digunakan oleh para wartawan dalam setiap penyajian beritanya. Bahkan masyarakat yang ingin menyampaikannya dalam bentuk citizen journalism.

Jasa Jurnalisme dalam Kemerdekaan Indonesia

Kemerdekaan adalah awal dari peradaban baru yang membebaskan belenggu keterkungkungan jiwa dan raga. Kehebatan pena para pahlawan kemerdekaan Indonesia, seperti gores pena Bung Karno, Bung Hatta, Bung Adam Malik, Haji Agus Salim, dan para penulis hebat lain, membuat hati pembaca bergetar menahan emosi dan bergelora untuk melakukan sesuatu bagi negeri tercinta.

Goresan pena itu pun membuat hati para petinggi Belanda bergejolak menahan amarah dan rasa khawatir yang sangat berlebihan. Hasilnya adalah masyarakat Indonesia semakin sadar akan hak dan kekayaan mereka. Namun, imbas yang kurang menyenangkan didapatkan oleh para penulis ulung tersebut. Mereka dibuang ke tanah-tanah nan jauh.

Sejarah tentu tidak akan mencatat perjalanan kisah perjuangan negeri ini bila tidak ada dunia jurnalistik. Tidak akan tersebar catatan maut itu bila tidak didukung oleh tata kelola dunia jurnalistik.

Jasa Jurnalisme dalam Membangun Budaya Keterbukaan

Perjalanan hidup Julian Assange, pendiri WikiLeaks, dapat dijadikan contoh bahwa dunia jurnalistik, dalam hal ini dunia penyebaran berita, telah membuat Julian berprinsip bahwa dunia ini harus penuh dengan keadilan dan transparansi. Tanpa keterbukaan, akan sulit untuk mendapatkan keadilan.

Berkembangnya gaya tutur WikiLeaks membuat orang semakin ingin adanya keterbukaan bagi banyak wilayah abu-abu tahu wilayah hitam yang selama ini terus-menerus ditutupi demi kepentingan tertentu. Fenomena ini pun terus berlanjut. IndoLeaks yang baru membukakan dokumen otopsi para pahlawan revolusi, membawa pandangan terhadap orde baru pimpinan Soeharto semakin miring.

Walaupun sebagian orang sudah tahu tentang hal tersebut dari berbagai sumber, misalnya majalah Intisari yang pernah mewawancarai salah satu dokter yang melakukan otopsi, tetap saja dokumen IndoLeaks tersebut dapat bermanfaat bagi generasi muda yang sepertinya semakin jauh dari percaturan pendidikan sejarah bangsa ini.

Dunia di Ujung Jari

Dunia jurnalistik membuat dunia benar-benar di ujung jari. Misalnya, membaca berita-berita di koran akan membuat wawasan bertambah. Pengetahuan tentang banyak hal bisa didapatkan hanya dengan harga Rp2.000,- hingga Rp6.500,-. Tidak harus pergi ke daerah tertentu secara langsung untuk mengetahui apa dan bagaimana bentuk daerah tersebut.

Cukup dengan mencari berita dan berselancar sejenak di internet, semua data dan informasi sudah bisa didapatkan dengan mudah. Keberadaan dunia jurnalistik ini juga membuat banyak orang mempunyai pekerjaan. Ratusan lowongan pekerjaan dapat disediakan oleh bidang jurnalistik ini.

Misalnya, penulis lepas, wartawan, karesponden, fotografer, editor, hingga janitor dan penjual koran di lampu merah, bisa menghidupi keluarga mereka dengan cara mencemplungkan diri ke dunia jurnalistik ini. Itulah manfaat jurnalistik bagi kehidupan masyarakat untuk menjadikan negara ini maju dan berkembang.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pengertian Pers Menurut Para Ahli - Pers di Indonesia
  • Sejarah Perkembangan Jurnalistik
  • Ke Manakah Pers dan Jurnalistik Sunda?
  • Pengertian Komunikasi Pemasaran
  • Perkembangan Jurnalistik Olahraga
  • Singkatan Gaul, Bahasa Gaul
  • Pengertian dan Efektivitas Komunikasi Kelompok
  • Huruf Gaul, Unik Tetapi...
  • Komunikasi Interpersonal, Bukan Omong Kosong
  • Definisi Komunikasi Organisasi - Definisi, dan Teori Komunikasi Organisasi
  • Teori Humas Pemerintah Salah Alamat
  • Membuat Silabus Jurnalistik
  • Teori Komunikasi Interpersonal dalam Lingkup Komunikasi
  • Sejarah Perkembangan Jurnalistik
  • Referensi Iklan Baris yang Efektif
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA