Manfaat Minyak Hati Ikan Hiu
Tahukah Anda bahwa ikan hiu (Pomacanthus navarthus) begitu berarti bagi kesehatan manusia? Ya, squalene atau minyak hati ikan hiu ternyata memiliki banyak manfaat. Berikut beberapa manfaat minyak ikan hiu:
Penambah Semangat
Kolesterol yang selama ini didengung-dengungkan sebagai sesuatu yang harus dihindari, ternyata tak sepenuhnya harus ditakuti. Tubuh memerlukan kolesterol dalam jumlah cukup, sebagai “alat” untuk membantu proses metabolisme.
Selain itu, kolesterol juga dapat diubah menjadi vitamin D dan pembentukan hormon. Yang harus diperhatikan, minyak ikan hiu itulah yang sangat diperlukan dalam pembentukan kolesterol.
Apabila jumlah minyak hati ikan hiu (yang biasa disebut squalene) mencukupi, pembentukan kolesterol pun dapat dilakukan. Selanjutnya, kebutuhan hormon juga dapat terpenuhi.
Selama ini telah diketahui bahwa hormon membuat manusia dapat melakukan aktivitasnya. Bila kekurangan hormon, maka berkurang pula gairah dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, baik kegiatan fisik, maupun kegiatan seksual. Selain itu, kekurangan hormon membuat mental berubah, seperti rendah diri, tidak bersemangat, dan sebagainya.
Obat Penyakit Hati
Di Jepang telah dilakukan penelitian mengenai obat untuk penyakit pada hati (lever). Mereka melakukan penelitian dengan menggunakan tanaman yang bernama Glycyrrhiza radix. Tanaman tersebut diambil airnya.
Ternyata, air tanaman tersebut mengandung zat aktif yang dapat menyembuhkan penyakit lever. Yang lebih menakjubkan, zat aktif yang disebut Glycyrrhizin tersebut memiliki senyawa yang banyak terdapat di dalam ekstrak hati ikan hiu. Dengan kata lain, ekstrak hati ikan hiu ampuh untuk menyembuhkan lever.
Obat Diabetes
Pada penderita diabetes, tubuh kekurangan hormon yang disebut insulin. Squalene yang merupakan bahan untuk memproduksi hormon, otomatis juga akan memproduksi insulin. Karena itu, kebutuhan insulin pada tubuh penderita diabetes dapat terpenuhi.
Selain itu, squalene juga berguna untuk perbaikan kelenjar pankreas (organ tubuh yang berfungsi sebagai alat untuk menghasilkan hormon).
Meningkatkan Sistem Imun
Dahulu, di Jepang, ketika antibiotik belum ditemukan, squalene digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Mulai dari penyakit ringan seperti flu dan masuk angin, hingga penyakit yang agak berat seperti TBC dan hepatitis.
Hal ini dikarenakan squalene mengandung zat yang bisa meningkatkan jumlah sel, juga bisa meningkatkan aktivitas sel, terutama sel limfosit jenis T dan B, juga sel makrofag. Karena itulah, hingga saat ini squalene terbukti dapat meningkatkan sistem kekebalan (imun) dan juga daya tahan tubuh.
Bersifat Disinfektan
Tahukah Anda, bahwa apabila bagian tubuh yang terluka terasa sakit, itu disebabkan karena kurangnya oksigen pada luka tersebut? Ya, squalene yang memiliki sifat sebagai pensuplai oksigen, dapat berfungsi untuk mensterilkan luka.
Selain itu, cukupnya oksigen yang disuplai oleh squalene membuat luka tidak terasa sakit dan menjadi lebih cepat sembuh.
Membuat Tubuh Terasa Segar
Tubuh yang kurang fit ditandai dengan rasa lesu dan pegal. Itu berarti asam laktat yang berada di dalam otot mengalami pengendapan. Untuk menetralisir, diperlukan oksigen yang dialirkan ke seluruh tubuh agar dapat mengoksidasi asam laktat menjadi energi.
Squalene kaya akan oksigen. Karena itu, squalene terbukti ampuh untuk membuat otot pulih, dan tubuh terasa segar kembali.
Penghalus Kulit
Squalene memiliki daya serap yang sangat tinggi. Squalene hanya memerlukan waktu selama setengah detik untuk dapat menyerap ke permukaan kulit yang luasnya 1 mm, dan hanya memerlukan waktu kurang dari satu menit untuk dapat mencapai pembuluh darah kapiler.
Konstituen squalene yang merupakan getah sebum, dapat membuat kulit menjadi lebih lembab dan halus.
Mencegah Kanker
Sel kanker merupakan substansi yang miskin oksigen. Karena itu, sel kanker bekerja dengan cara merampas kadar oksigen dari organ-organ tubuh. Sebenarnya, dengan menghindari kekurangan oksigen, kita bisa menghindari kanker.
Oleh sebab itu, squalene yang kaya akan oksigen mampu memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh, sekaligus membunuh sel kanker.






