logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Ilmu Gizi dan Kesehatan

Sekilas Tentang Protein dan Manfaat Protein


Ilustrasi manfaat protein
Sebelum mengetahui manfaat protein, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu apa itu protein. Protein itu merupakan komponen utama yang membentuk rangkaian kehidupan dalam tubuh. Pentingnya protein ini membuat keberadaannya di dalam tubuh harus ada. Bila kekurangan protein maka pertumbuhan juga bisa terganggu. Bila pertumbuhan terganggu, artinya kehidupan itu menjadi berkurang. Tidak mengherankan kalau ketika masa kehamilan ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi protein cukup tinggi.

Protein

Secara etimologis, protein berasal dari bahasa Yunani yakni protos yang berarti “yang paling utama”. Protein memang menjadi salah satu penyusun utama makhluk hidup. Protein juga menjadi unsur penting dalam menyampaikan informasi-informasi genetik yang ada di makhluk hidup. Sebegitu pentingnya, protein menjadi salah satu objek penelitian yang paling sering dilakukan pada riset-riset biokimia. Manfaat protein juga tidak luput dari perhatian para peneliti. Jaringan dan beberapa bahan pengganti makanan yang mempunyai kandungan protein cukup tinggi.

Bukti dari perkembangan tentang protein ini adalah berubahnya pola makan dan konsep tentang makanan. Misalnya apa yang sekarang terjadi di Indonesia. Dahulu bangsa ini mengenal istilah Empat Sehat Lima Sempurna, tapi kini istilah itu sudah tidak lagi cocok dengan perkembangan zaman. Istilah yang melekat pada asupan makan ini adalah gizi seimbang. Konsep Empat Sehat Lima Sempurna yang menekankan bahwa kecukupan gizi itu makan semua yang dianjurkan dalam konsep tersebut.

Kenyataanya untuk orang-orang tertentu dia tidak perlu minum susu sapi atau susu lainnya. Asupan kalsiumnya bisa didapatkan dari sumber bahan makanan lainnya, seperti susu kedelai. Tingkat gizi yang dibutuhkan oleh masing-masing orang juga berbeda. Sehingga terkadang ada orang yang bisa bertahan hidup hanya dengan secangkir kopi dan nasi dengan sepotong tempe kecil dan semangkuk buah-buahan. Makanan tersebut dibutuhkannya untuk menunjang aktivitasnya dari pagi hingga siang hari.


Ada orang yang hanya minum teh dan sepotong kue untuk sarapannya. Dua buah telur mata sapi dengan segelas susu sudah cukup mengganjal perut dan membuat aktivitas pagi berjalan lancar. Kondisi ini bisa dipahami karena setiap jenis pekerjaan membutuhkan asupan makanan yang berbeda-beda. Begitu juga dengan asupan protein. Contohnya, seorang tukang atau supir, tentu saja sarapan hanya dengan sebuah apel, telur dadar 2 buah, dan sekeping roti tidak akan cukup. Ia membutuhkan tenaga yang besar agar bisa menjalankan tugasnya sebagai tukang atau supir.

Kalau jenis makanan itu dikonsumsi oleh seorang penulis yang pekerjaanya lebih banyak berfokus pada otak, maka makanan itu cukup bagis. Karbohidrat yang rendah dan protein yang tinggi, membuat otak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Inilah salah satu contoh bahwa setiap tubuh itu membutuhkan asupan makanan berbeda-beda sesuai dengan apa yang akan dilakukannya. Bahkan bagi seseorang yang lebih banyak bekerja dengan otaknya, sarapannya hanya segelas susu coklat, madu, sup buah dan sereal. Itu pun sudah cukup.

Siang hari ia bisa mengkonsumsi karbohidrat sedikit dan beberapa buah serta minuman seperti jus. Untuk orang-orang yang menjaga penampilannya, ia malah cenderung untuk diet tinggi protein. Berbagai macam protein baik dari hewan maupun dari tumbuhan digabungkan sehingga membentuk konsumsi makanan yang cukup baik bagi tubuhnya. Orang-orang seperti ini malah terlihat lebih muda dari usianya. Berat badan mereka tetap terjaga. Olahraga yang teratur menambah performa mereka dalam beraktivitas sehari-hari.

Pengetahuan tentang gizi ini akan membuat orang sangat paham apa yang boleh ia makan ada apa yang tidak boleh ia makan. Ia tahu kondisi tubuhnya sehingga sangat tahu makanan apa yang akan membuatnya sembelit dan makanan apa yang akan membuatnya lebih sehat. Asupan tinggi protein hewani terkadang malah membuat tubuh tidak mudah menyerapnya. Itulah mengapa banyak orang yang cenderung mengkonsumsi protein nabati yang lebih lembut dan lebih mudah dicerna.

Pencernaan yang baik ditandai dengan jenis kotoran atau feses yang lembut dan tidak terlalu lembek. Bukti feses dalam keadaan sempurna inilah yang menunjukkan bahwa asupan makanan itu benar dan sesuai dengan tubuh. Kalau ternyata apa yang dimakan malah membuat sembelit dan kotoran berbentuk keras, itu artinya ada yang salah dengan apa yang telah dimakan walaupun penuh dengan nilai dan kadar protein yang bagus.

Diet tinggi protein bisa juga dilakukan oleh ibu hamil. Kandungan protein akan membuat perkembangan otak bayi akan bagus. Tubuh bayi pun nantinya akan terlihat mulus dan semakin menggemaskan. Tetapi tentu saja bahwa ibu hamil tetap harus berkonsultasi dengan dokternya. Jangan sampai diet tinggi protein ini malah mengganggu pencernaan ibu. Biasanya diet tinggi protein ini dipandang baik karena selain baik untuk bayi, juga baik untuk ibu sang bayi sendiri. Tubuh ibu tidak akan melar terlalu lebar.

Tentu saja hal ini akan membuat ibu senang. Kenaikan berat badan akan kurang dari 10 kilogram tetapi tidak mengganggu pertumbuhan sang bayi dalam kandungan. Dalam waktu tiga bulan, sang ibu akan mendapatkan berat badan idealnya lagi. Apalagi kalau sang ibu menyusui dan merawat anaknya sendiri. Perut ibu juga tidak akan terlihat terlalu besar sehingga seperti hamil abadi. Bila berat badan ibu tetap bagus, suasana hati ibu juga bisa bagus. Banyak wanita yang mengalami baby blues dan salah satunya karena perubahan drastis dari berat badannya.

Hakikat Protein

Protein merupakan senyawa makromolekul dengan bobot yang cukup besar. Layaknya karbohidrat yang tersusun atas monosakarida-monosakarida, protein juga dibentuk dari molekul-molekul dasar asam amino. Molekul-molekul tersebut tersusun dan membentuk sebuah ikatan peptida. Umumnya, senyawa protein disusun atas unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan terkadang ditambah dengan sulfur dan fosfor.

Lalu apa sebenarnya yang membuat protein begitu penting bagi kehidupan. Protein mempunyai fungsi yang beragam tergantung di mana protein tersebut berada.  Misalnya pada batang dan sendi, protein berguna untuk memperkuat dan memberi nutrisi di daerah sekitar batang dan sendi tersebut. Pada aspek genetik, protein berfungsi untuk menurunkan informasi-informasi genetis kepada keturunan selanjutnya. Informasi-informasi tersebut sangat penting agar menjaga kelangsungan dari makhluk hidup itu sendiri.

Hakikat protein yang sangat penting inilah yang membuat tubuh manusia membutuhkan protein cukup besar. Bila diabaikan, maka manusia akan mengalami beberapa hal yang tidak akan menyenangkan. Penyakit mudah masuk dan gangguan kesehatan lainnya. Anak-anak yang kekurangan protein akan tumbuh menjadi anak yang kurang cerdas.

Sumber Protein

Secara umum, sumber-sumber protein dapat dibagi dua yakni protein yang bersumber dari hewan dan protein yang bersumber dari tanaman. Untuk sumber pertama sering disebut dengan istilah protein hewani, sementara itu protein nabati digunakan untuk sumber protein kedua.  Protein hewani umumnya mempunyai kandungan asam amino esensial yang lebih lengkap dibandingkan protein nabati. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak bisa dibentuk sendiri di dalam tubuh, namun sangat penting fungsi dan keberadaannya di dalam tubuh.

Sumber protein hewani umumnya berasal dari daging-dagingan dan susu. Sumber-sumber protein tersebut di antaranya susu sapi, telur, ikan, daging, dan unggas. Susu merupakan sumber protein yang cukup penting. Bahkan para ahli menilai kesempurnaan makanan ada, jika susu ada dalam menu makanan kita. Selain protein, susu juga menjadi sumber kalsium, fosfor dan vitamin D.

Sementara itu, protein hewani umumnya terdapat pada kacang-kacangan. Sumber protein nabati di antaranya umbi-umbian, gandum, jagung, kacang-kacangan, sereal, dan legume. Salah satu sumber protein yang cukup terkenal adalah kedelai. Kedelai mengandung sekitar 40% protein. Kacang tanah tercatat memiliki kandungan protein yang lebih besar dibandingkan dengan kedelai, yakni sekitar 50-55%.

Seperti telah dijelaskan di muka, protein sangat vital terhadap fungsi tubuh. Sistem otot rangka dan sistem kekebalan tubuh manusia tidak dapat berfungsi dengan baik jika kekurangan protein.  Metabolisme akan terganggu jika protein tidak hadir dalam metabolisme tersebut. Protein membentuk hemoglobin yang berfungsi untuk mengikat oksigen yang kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.

Protein juga tercatat sebagai pembentuk sel. Selain itu, protein merupakan sumber energi yang cukup penting bagi tubuh. Dari segi fungsi metabolisme tubuh, protein berperan dalam proses katabolisme dan anabolisme. Itulah hal-hal yang harus diketahui tentang hakikat dan manfaat protein bagi tubuh.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Hati-hati Formalin dalam Makanan!
  • Makanan Manis dari Palembang
  • Warna Jingga dan Kekayaan Kandungan Wortel
  • Kandungan Kacang Tanah dan Manfaatnya
  • Kandungan Anggur dan Manfaatnya
  • Jurnal Kesehatan - Kehebatan Lumbricus Rubellus dan Anemia
  • Komposisi Makanan bagi Penderita Hepatitis
  • Miris: Keracunan Makanan di Sekolah
  • Kelezatan Aneka Jenis Roti di Dunia - ANNEAHIRA.COM
  • Kandungan Pepaya yang Kaya dan 'Masalah Kecil' nya
  • Kandungan Jeruk Nipis dan Manfaatnya
  • Mengenal Zat Aditif dalam Makanan
  • Peyimpanan Bahan Makanan dalam Wadah Plastik
  • Manfaat Pohon Belimbing
  • Proses Katabolisme Karbohidrat dalam Tubuh
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA