Manfaat Riset Bagi Penulis
Ilustrasi manfaat riset
Riset merupakan penelitian terhadap suatu hal untuk tujuan tertentu. Manfaat riset bagi penulis merupakan hal sangat penting. Riset merupakan hal mutlak yang wajib dilakukan. Penulis tanpa riset tak akan ada artinya.
Media Riset
Para penulis biasanya akan meriset beberapa hal berikut ini.
- Pangsa pasar. Penulis perlu meriset pangsa pasar atau target pemasaran sebelum membuat buku. Kira-kira, buku yang akan dibuat tersebut akan dinikmati oleh siapa? Remaja, anak-anak, ataukah dewasa.
- Buku atau topik yang sedang hangat di pasaran. Penulis juga harus mengetahui tema atau topik apa yang sedang ramai dibicarakan. Apakah orang-orang sedang ramai membicarakan tokoh tertentu atau ramai membicarakan bola. Bahkan, mungkin ramai membicarakan isu kiamat. Setidaknya, dengan mengetahui tren yang sedang ada di pasar, kita bisa mengetahui buku apa yang akan dibuat.
- Buku atau tema yang disukai. Penulis melakukan riset terhadap buku-buku apa yang disukai oleh pembaca. Apakah buku bertema cinta, sejarah, atau fantasi.
- Buku sejenis. Tak bisa dipungkiri bahwa penulis memiliki banyak pesaing. Itu sebabnya, penulis harus tahu tentang buku-buku sejenis yang sudah terbit lebih dulu. Sekadar untuk perbandingan dan juga perbaikan.
- Sumber menulis. Tentunya, penulis akan meriset materi penulisan. Tak mungkin penulis menulis sesuatu tanpa adanya sumber, sekalipun itu fiksi dan fantasi.
Kelima hal tersebut bisa dilakukan dengan riset. Ya, penulis memang wajib melakukan riset terhadap kelima hal penting tersebut.
Manfaat Riset Bagi Penulis
Setelah membaca kelima poin tersebut, kita bisa menyimpulkan manfaat riset bagi penulis, yaitu sebagai berikut.
- Mengetahui buku apa yang akan ditulis. Apakah penulis akan mengikuti tren ataukah penulis yang akan menciptakan tren baru. Semua keputusan tersebut bisa dilakukan setelah melakukan riset.
- Tulisan yang dihasilkan akan lebih bergizi dan kaya. Bandingkan antara penulis yang tidak pernah melakukan riset dengan penulis yang sering melakukan riset. Tentu akan terlihat jelas perbedaannya.
- Penulis tidak akan buta informasi karena semuanya dilakukan dengan dasar riset. Tulisan dari penulis tersebut juga bisa dipertanggungjawabkan.
Riset Murah Meriah
Meski manfaat riset bagi penulis sangat banyak, ternyata tak semua penulis mau melakukan riset. Alasan mereka rata-rata adalah karena biaya dan waktu. Ya, memang riset akan menghabiskan waktu dan biaya. Itu dulu. Sekarang, penulis bisa melakukan riset secara online yang biayanya sangat murah.
Bila membutuhkan literatur berupa buku, penulis juga bisa meminjam buku di perpustakaan yang fasilitasnya sudah mulai bagus. Jadi, tak ada alasan bagi penulis untuk tidak melakukan riset, bukan?
Riset sangat penting. Manfaat riset bagi penulis bisa dirasakan setelah buku tersebut lahir dan dinikmati oleh para pembaca. Oleh sebab itu, mulailah meriset apa yang akan kita tulis.
Beda Penulis Kacangan dangan Penulis Profesional
Dewasa ini, cukup banyak penerbitan yang muncul. Sehingga muncul beragam penulis yang terkadang menulis bukan di bidangnya. Jika yang ditulis hanya artikel, sebagian kita mungkin masih bisa memakluminya. Namun munculnya penulis kacangan yang menulis buku-buku yang berat tapi bukan berdasarkan spesifikasinya.
Sehingga kepakaran dan keprofesionalan pada materi yang khusus menjadi tak kelihatan. Dan semua ini terjadi karena tidak adanya riset yang dilakukan oleh penulisnya. Buku yang ditulis, jika pun tebal, hanya terpusat pada teori yang dikutip dari beragam sumber.
Seharusnya, penulis yang profesional akan melakukan riset yang memang diakui akuntabilitas data yang diungkapkannya. Misalnya saja dalam menulis tentang buku bahasa Indonesia. Maka penulis buku bukan saja sarjana pendidikan bahasa Indonesia atau sastra Indonesia, tapi juga memang aktif dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
Ketika ia menuliskan tentang sejarah dan ragam bahasa Indonesia memang cenderung mendalam, bukan sekedar informasi. Di samping itu, ia pun harus pintar dalam menulis artikel dan karya ilmiah. Pasalnya, materi karya tulis ilmiah juga menjadi topik bahasan dalam materi bahasa Indonesia.
Kepakaran dan keprofesionalnya dalam bidang bahasa memang dapat diakui. Sehingga ketika menulis buku ajar Bahasa Indonesia, ia mampu menulis dengan referensi yang akurat serta berdasarkan riset yang dilakukannya. Yaitu dengan pengalaman yang dialaminya sendiri.
Inilah yang terjadi. Banyak sekali penulis kacangan yang terbentuk dalam hitungan hari belajar menulis, sudah menerbitkan buku. Boleh menerbitkan buku, namun akan lebih baik bila memang berdasarkan kemampuan dan disiplin ilmu yang dimiliki. Sehingga ketika ia melakukan riset, ia menjadi lebih mudah. Karena sudah pernah mengalami apa yang bakal dilakukan pengkajian.
Jadi tampak sekali perbedaan antara penulis profesional dengan penulis kacangan. Terletak pada kemampuannya dalam melakukan riset.
Tapi penting menjadi catatan, riset akan sangat penting dilakukan ketika menulis tentang suatu disiplin ilmu yang khusus. Jika mengkaji tentang motivasi, tentu saja siapa pun boleh untuk menuliskannya. Tak mesti harus melakukan riset. Anda bisa menuliskan pengalaman pribadi Anda, lalu disempurnakan dengan referensi yang bisa memperkuat atau mendukung pengalaman yang Anda rasakan.
Contoh Penulisan Buku Berdasarkan Riset
Untuk memberi gambaran lebih jelas tentang manfaat riset bagi penulis, maka ditampilkan contohnya.
1. 99 Masalah dalam Keluarga
Masalah keluarga kerap menjadi topik pembahasan yang menarik dan selalu menjadi perbincangan banyak orang. Khususnya, bagi yang baru saja menikah. Jika Anda ingin menulis tentang masalah ini, maka yang Anda lakukan adalah mengumpulkan beragam kasus dalam rumah tangga.
Kasus-kasus dalam rumah tangga dapat Anda kumpul dengan cara melakukan wawancara, baik langsung maupun tidak langsung. Dapat juga dilakukan dengan menggunakan angket. Bahkan, Anda bisa mengumpulkannya melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pembaca di majalah atau surat kabar dalam rubrik konsultasi yang berhubungan dengan masalah keluarga.
Untuk penyelesaian masalahnya, Anda bisa menggunakan buku-buku yang mengupas tentang rumah tangga. Anda juga bisa menyelipkan pesan-pesan agama, jika segmen pembacanya Anda batasi pada agama tertentu. Atau, jika Anda alumnus fakultas psikologi, maka Anda bisa langsung memberikan tanggapan dengan berdasarkan materi kuliah yang didapat ataupun berdasarkan observasi yang pernah dilakukan. Jika observasi tersebut sealur dengan topik yang dikupas.
2. 101 Alasan Kenapa Datang ke Jakarta
Jika Anda ingin menuliskan buku dengan tema seperti ini, Anda mesti melakukan riset. Anda bisa melakukannya dengan wawancara langsung ataupun tak langsung. Tentu saja, yang menjadi sumber data Anda adalah masyarakat yang bukan asli penduduk Jakarta dan bukan juga lahir di Jakarta.
Lalu jawaban-jawaban yang diberikan mereka, Anda klasifikasi. Anda bagi berdasarkan hasil jawaban yang sama ataupun mendekati. Bila Anda merasa perlu untuk mengungkap tentang saran-saran terbaik tentang hidup di Jakarta, Anda bisa mencantumkannya.
Saran-saran tersebut, bisa bersumber dari buku maupun dari pengalaman sukses orang-orang yang sudah lama hidup di Jakarta. Sehingga buku yang digagas benar-benar memiliki nilai jual. Khususnya bagi yang kini ingin tinggal di Jakarta.
Anda juga bisa menggunakan data riset hasil liputan para wartawan yang dimuat di media, baik cetak maupun elektronik. Yaitu, setelah lebaran usai, Jakarta selalu dibanjiri oleh para pendatang baru yang ingin hidup di Jakarta. Para pendatang baru tersebut datang dari propinsi luar pulau jawa.
Selain itu, agar buku ini benar-benar berkualitas, tampilkan kisah kehidupan orang-orang yang berasal dari propinsi lain yang tinggal di Jakarta. Kisahnya dari mereka yang susah hingga yang sukses.
Anda memang sedikit kerja keras dalam menulis naskah buku ini. Namanya juga buku yang bermodal riset, yang membutuhkan data-data akurat. Namun, buku seperti ini yang selalu ada di hati pembaca. Buku seperti bukan saja menarik bagi yang ingin tinggal di Jakarta, yang di luar Jakarta juga tertarik untuk membacanya.
3. Daftar Sinetron Dambaan Pemirsa
Ini juga bisa dijadikan buku yang bersumber dari riset. Anda tinggal mendata masyarakat sekitar lingkungan. Jika Anda malas melakukan wawancara, Anda bisa meminta mereka untuk mengisi angket yang Anda buat. Dan jangan lupa, minta pendapat mereka tentang aktor siapa yang paling disukai pemirsa.
Selain itu, Anda juga bisa mengutip data dari forum-forum yang ada di Internet. Plus, Anda juga bisa mencarinya dari facebook dan twitter. Lihat dan catat apa saja komentar anggota forum tersebut.
Setelah data terkumpul, Anda tinggal mencari data di internet siapa saja pemain sinetron yang diminati oleh pemirsa. Sekaligus anda juga bisa menceritakan di dalam buku tersebut tentang sinopsisnya. Pasalnya, banyak juga pemirsa yang menonton sinetron namun tak memahami akhir ceritanya bakal seperti apa.
Untuk menemukan sinopsisnya, Anda bisa menelusurinya dengan bantuan searching Google. Segala hal yang berhubungan dengan sinetron tersebut akan Anda temukan.
Inilah seputar tentang manfaat riset bagi penulis. Semoga bermanfaat bagi sobat Ahira.

