Mengupas Manfaat Televisi - ANNEAHIRA.COM
Ilustrasi manfaat televisi
Dulu, orang berbondong-bondong menonton televisi yang dipasang di salah satu bagian di kompleks rumah atau desa. Itupun hanya berupa kotak yang berlayar hitam putih. Setelah zaman itu berlalu, beberapa orang mulai mampu membeli televisi. Sedangkan mereka yang tidak mempunyai televisi bisa ikut menonton di rumah tetangga.
Lain dulu, lain lagi sekarang. Di zaman kemajuan teknologi ini, televisi dianggap sebagai barang wajib yang harus dimiliki. Bahkan, tak jarang satu rumah bisa punya lebih dari satu televisi. Jenisnyapun bermacam-macam, mulai dari flat tv, tv dengan layar super lebar, hingga tv 3D yang semakin canggih.
Dengan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi dan hiburan di televisi, berbagai stasiun televisi berlomba-lomba memberikan tayangan yang menarik. Lihat saja, jika salah satu stasiun televisi punya ide kreatif membuat suatu tayangan tertentu, pasti stasiun televisi lainnya tak lama kemudian akan ikut membuat acara serupa. Begitu juga dalam hal konsep cerita dalm sinetron atau ajang pencarian bakat.
Namun, belakangan ini terdengar di dunia maya, sebagian masyarakat Inonesia yang mengimbau agar masyarakat tak menonton televisi dalam sehari. Bahkan media pun kerap kali mengait-ngaitkan pengaruh perilaku anak yang buruk dengan tayangan-tayangan di televisi. Padahal jika dikaji betul, ada hal-hal lain yang sebenarnya membuat si anak melakukan tindak negatif. Jadi, kalau hanya televisi saja yang disalahkan, rasanya terlalu berlebihan.
Sebenarnya jika dikelola dengan baik, kegiatan menonton televisi sangat bermanfaat bagi siapa saja. Dengan banyaknya tayangan televisi yang semakin bervariasi, penonton harus cermat dan pandai memilih-milih acara yang tepat. Bahkan, orang tua tidak perlu takut televisi akan merusak mental anak jika dapat mengatur frekuensi dan tayangan yang bermanfaat. Lalu seperti apakah manfaat televisi sebenarnya? Ini dia, informasinya.
Televisi, Si Kotak Ajaib
Kotak Ajaib, begitu televisi sering diberi julukan. Ya, televisi adalah sebuah kotak ajaib yang dengan cepat bisa mengubah pola pikir, gaya hidup, atau bahkan peradaban pada masyarakat dunia. Tak heran, jika orang di semua usia betah duduk berlama-lama di depan tv. Apalagi, pada jam-jam penanyangan acara kesukaannya.
Sebagaimana kita tahu, bahwa belum ada teknologi selain televisi yang mudah diakses dan murah dibeli. Tuduhan negatif kepada si kotak ajaib ini memang tak bisa dielakkan. Meski ada lembaga sensor, rupanya televisi masih disebut-sebut sebagai salah satu faktor negatif, khususnya untuk anak.
Hal ini disebabkan oleh semakin manjamurnya stasiun televisi di Indonesia. Kondisi ini semakin diperburuk dengan tayangan-tayangan yang tidak mematuhi kode etik penyiaran. Mereka bersaing membuat program yang bisa mendongkrak rating karena menarik bagi penonton. Apalagi, penayangan acara-acara yang tidak dibatasi oleh usia.
Jika sudah demikian, maka pemasang produk iklan pun akan berduyun-duyun. Ini artinya, televisi akan tetap hidup. Masa bodoh dengan imbas tayangan yang mereka siarkan. Meski demikian, masih ada televisi yang memang secara konten bermanfaat. Meski konten tidak bermanfaat, tetapi menjadi bermanfaat ketika penonton dalam hal ini adalah anak dan ibu melakukan dialog-dialog pelurusan program yang mereka tonton.
Televisi hanya sebuah alat. Ibarat pisau, baik buruknya akibat yang dihasilkan tentu saja bergantung pada siapa penggunanya. Begitu juga dengan televisi. Jangan kita menjadi budak televisi, tetapi kitalah yang memilih tayangan televisi yang sesuai dengan kebutuhan yang tentunya membawa manfaat.
Manfaat Televisi
Manfaat televisi sebenarnya dapat dirasakan berdasarkan perspektif masing-masing orang. Jika selama ini televisi hanya dianggap sebagai hiburan, tentu saja penonton tersebut hanya akan mendapat hiburan. Jika si penonton menganggap televisi sebagai salah satu media untuk memperoleh pengetahuan, maka manfaat yang dirasakanpun akan menjurus pada hal tersebut.
Perspektif ini tampak pada pilihan tayangan yang lebih dominan disukai oleh penonton. Memang, acara yang ditonton tidak dapat dipatok itu-itu saja. Namun, penonton akan cenderung menyukai jenis-jenis tayangan yang sama, sesuai dengan kesukannya. Walaupun di luar tayngan tersebut, ia menonton jenis tayangan lain.
Di sisi lain, baik sebagai hiburan, media untuk memperoleh pengetahuan, maupun lainnya, televisi memberikan manfaat. Manfaat-manfaat tersebut dapat dirasakan secara langsung, maupun tidak langsung. Manfaat tersebut antara lain :
1. Sebagai penambah wawasan terkini
Wawasan mengenai apapun ada di televisi, mulai dari berita, hobby, gaya hidup, hingga dunia. Wawasan ini dirangkum dalam sebuah konsep acara tertentu. Program yang memberikan wawasan bermanfaat terlaris adalah berita. Berita mulai dari politik, ekonomi, pendidikan, seni, hingga olahraga memberikan manfaat untuk penonton.
2. Wahana pertemuan keluarga setelah sibuk dengan rutinitasnya di luar rumah
Berkumpul bersama keluarga tentu tak lengkap rasanya tanpa menonton televisi. Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai wahana untuk mempererat hubungan keluarga. Bahkan, stress akibat rutinitas kerja maupun sekolah bisa berkurang.
3. Menambah pemahaman perbedaan budaya di Indonesia dan Dunia
Televisi setiap harinya menayangkan lokasi maupun masyarakat dari seluruh penjuru dunia. Hal ini bisa dijadikan sebagai ajang untuk menambah pemahaman perbedaan budaya Indonesia maupun dunia. Perbedaan budaya tersebut mulai dari bahasa, pakaian, adat istiadat, tradisi, hingga sikap yang tidak bisa dilihat secara langsung.
4. Memberikan solusi pada permasalahan tertentu
Program tertentu bisa menjadi solusi untuk siapa saja. Manfaat ini terutama untuk program yang memberikan inspirasi untuk penonton. Program tersebut bisa berupa pencarian bakat, autobiografi, maupun program lain yang bermanfaat dalam kehidupan.
5. Televisi Sebagai Jendela Dunia
Orang sudah biasa mendengar buku sebagai jendela dunia. Rupanya, televisi juga bisa menjadi jendela dunia. Dengan menonton televisi, semua orang bisa melihat seluruh tayangan dari belahan dunia manapun, sesuai dengan yang ditayangkan. Informasi dari mancanegarapun bisa diakses dengan mudah. apalagi dengan munculnya smart tv dan tv berlangganan.
Mengoptimalkan Manfaat Televisi untuk Seluruh Anggota Keluarga
Si kotak ajaib yang satu ini nyatanya bisa memberikan manfaat yang besar tetapi juga bisa menjadi pengganggu jika tidak digunakan dengan bijaksana. Manfaat-manfaat yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya tentu saja berlaku pada mereka yang bisa memanage kegiatan menonton televisi dengan baik. Agar televisi tidak menjadi ancaman, khususnya bagi anak-anak, Anda perlu mengoptimalkan manfaat televisi tersebut dengan tips di bawah ini.
1. Pilih program yang tepat
Pilihan program televisi yang tepat mejadi langkah awal mengoptimalkan manfaat televisi. pilihlah program yang mengandung inspirasi dan memberikan informasi yang menambah pengetahuan. Kebanyakan orang memilih tayangan yang isinya hiburan saja, tanpa memperhitungkan bobot atau kualitas tayanga tersebut. Hiburan memang perlu, tetapi alangkah lebih baiknya diimbangi dengan menonton tayangan yang menambah pengetahuan.
2. Jangan letakkan televisi di kamar pribadi anak
Kebanyakan orang tua mencurahkan kasih sayang anak dengan cara memberikan apa yang mereka mau, salah satunya memberikan televisi pribadi untuk anak. Meski anak Anda akan jadi lebih betah di rumah karena ada hiburan, jangan dulu merasa aman. Televisi memang memberikan tanda untuk batasan usia sasaran tayangannya. Namun, pengontrol utama batasan apa yang layak ditonton anak adalah orang tuanya sendiri.
Jika orang tua memutuskan untuk memberikan televisi pribadi untuk anak, hendaknya pikirkan kembali. Jangan sampai televisi malah menjadi pengganggu aktivitas lain. Parahnya lagi, beberapa program tv bisa memberikan dampak negatif dari tayangan yang seharusnya tidak boleh ditonton anak-anak. Justru, menonton televisi bersama di satu ruangan membuat orang tua lebih mudah mengawasi apa yang ditonton oleh anak dan rumah tidak akan sepi karena menonton bersama.
3. Hindari anak-anak menonton sinetron atau film dewasa
Sinetron Indonesia tayang pada jam-jam ketika semua orang istirahat setelah lelah beraktivitas. Tentu saja, sinetron merupakan hiburan yang cocok untuk seluruh anggota keluarga. Namun, jika menonton bersama anak-anak, pastikan sinetron yang ditonton adalah bukan sinetron dengan tema orang dewasa.Dalam sinetron dewasa, banyak adegan dan konflik terlalu berat di mata anak. Hal ini akan memicu keingintahuan terlalu cepat. Bahkan, juga dapat membuat perkembangan anak tidak sesuai dengan tingkat usianya.
Amannya, pilihlah film kartun atau kartun berseri yang mengandung nilai-nilai kehidupan anak seperti Upin dan Ipin, Doraemon, Little Kresna, dan Boboi boy atau film-film garapan Walt Disney. Selain menjadi hiburan yang pas untuk anak, film atau kartun semacam itu juga bisa membuka jendela pemahaman anak mengenai berbagai budaya yang ada di dunia. Anak akan berkembang sesuai dengan tingkat usianya.
4. Biasakan Menonton Berita Setiap Hari
Luangkan waktu paling tidak satu jam sehari untuk menyimak berita terkini. Program berita akan menjadi suatu media agar Anda dan keluarga tidak ketinggalan informasi. Sedangkan pada anak-anak, biasakan menonton berita sejak dini agar ia terbiasa menyukai tayangan berita. Tentu saja, pilihlah tayangan berita yang cocok untuk anak.
5. Ajak anak berbincang ringan mengenai tayangan televisi
Cari tahu pemahaman anak mengenai tayangan yang dia tonton. Caranya dengan mengajaknya mengobrol ringan seputar tayangan tersebut. Jika perlu, ajak anak melakukan diskusi kecil agar anak paham manfaat tayangan yang ia tonton.

