Manga-Manga Terbaik

Manga (komik) Jepang terkenal karena keberagaman temanya. Misalnya, Detective Conan yang bertema detektif, One Piece dan Naruto yang bertema petualangan, Shoot! yang berlatarkan sepak bola, dan Samurai X yang mengisahkan “sejarah yang terlupakan” pada masa sebelum dan sesudah Restorasi Meiji.
Namun, ada beberapa manga yang meski tidak terlalu terkenal seperti manga-manga yang sudah disebutkan di atas, layak dicermati oleh penggemar manga. Berikut adalah beberapa di antaranya.
Kekkaishi
Kekkaishi berkisah tentang Yoshimori dan Tokine, yang berasal dari dua keluarga penguasa Kekkai yang tak pernah akur, dan harus menghadapi monster-monster yang datang silih berganti. Yoshimori yang memiliki Kekkai kuat berpadu dengan Tokine yang punya Kekkai tepat (Yoshimori tidak bisa mengontrol kekuatannya dan Tokine tidak sekuat Yoshimori).
Kisah cinta mereka yang tersirat sepanjang manga (termasuk ketika Tokine menampar Yoshimori karena takut Yoshimori mati, lantas memeluknya) membuat manga ini sangat menarik; tidak hanya sekadar petualangan melawan monster yang biasa.
Get Backers
Secara singkat, Get Backers mengisahkan hidup Ban dan Ginji, duo yang tugasnya mengembalikan barang (get back dalam bahasa Inggris). Meskipun usaha mereka kerap berhasil, Ban dan Ginji selalu bernasib apes berkaitan dengan uang bayaran mereka.
Lambat laun, kisah dalam manga ini berkisar pada masa lalu tokoh-tokohnya terutama Ginji dan misteri Mugenjou. Satu hal yang perlu dicatat, Hevn, tokoh seksi dalam manga ini, yang mungkin berguna untuk “penghibur ketegangan”, kadang dipaksakan untuk muncul.
Shanaou Yoshitsune
Dalam manga ini dikisahkan ada seorang pengamen jalanan bernama Hyota yang diminta menggantikan Ushiwaka, seorang anak bangsawan yang kelak akan menggulingkan pemerintahan yang dipimpin oleh Kiyomori. Setelah beberapa perjalanan, ketika mereka sama-sama 16 tahun, Ushiwaka dan Hyota sama-sama memanah ibu kota (Rokuhara) sebagai perjanjian agar kelak Hyota akan menemani Ushiwaka dalam hal apa pun.
Sayangnya, Ushiwaka meninggal dan Hyota menggantikan posisinya sebagai “Ushiwaka baru”. Dalam surat terakhirnya, Ushiwaka meminta Hyota mengumpulkan lima orang yang akan membawanya menaklukkan Kiyomori. Dari sinilah kisah perjalanan perang Ushiwaka, yang bukan Ushiwaka, dimulai.
Kunimitsu
Kunimitsu adalah anak penjual mie soba yang datang berkunjung ke rumah seorang calon walikota untuk belajar politik. Kunimitsu yang tolol, egois, polos, sekaligus memiliki ide-ide cemerlang menjadi sekretaris, yang artinya berdampingan dengan sosok Azuma yang sama sekali bertentangan dengannya (Azuma sangat cerdas dan cermat).
Kehidupan Kunimitsu yang dekat dengan geng-geng motor (bahkan Yakuza) menjadi parodi sekaligus ironi politik di Jepang. Bagi siapa pun yang tertarik dengan politik, manga ini sangat layak dibaca karena mampu membuat suasana politik yang berat dan licik menjadi lebih segar. Kunimitsu juga dipenuhi kritik terhadap perpolitikan Jepang.






