logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Artikel Umum Islam    Manusia Menurut Agama Islam

Potensi Manusia Menurut Agama Islam

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Manusia menurut agama Islam adalah makhluk Allah yang berpotensi. Dalam Al-quran, ada tiga kata yang digunakan untuk menunjuk kepada manusia. Kata yang digunakan adalah basyar, insan atau nas, dan bani Adam.

Kata basyar diambil dari akar kata yang berarti 'penampakan sesuatu dengan baik dan indah'. Dari kata itu juga, muncul kata basyarah yang artinya 'kulit'. Jadi, manusia disebut basyar karena kulitnya tampak jelas dan berbeda dengan kulit binatang.

Manusia dipilih Allah sebagai khalifah di muka bumi. Alasan dipilih sebagai khalifah karena manusia memiliki berbagai potensi. Di antaranya ruh, akal, dan jasmani.

Potensi Akal

Manusia memiliki potensi akal yang dapat menyusun konsep-konsep, mencipta, mengembangkan, dan mengemukakan gagasan. Dengan potensi ini, manusia dapat melaksanakan tugas-tugasnya sebagai pemimpin di muka bumi. Namun, faktor subjektivitas manusia dapat mengarahkan manusia pada kesalahan dan kebenaran.

Potensi Ruh

Manusia memiliki ruh. Banyak pendapat para ahli tentang ruh. Ada yang mengatakan bahwa ruh pada manusia dalah nyawa. Sementara sebagian yang lain memahami ruh pada manusia sebagai dukungan dan peneguhan kekuatan batin. Soal ruh ini memang bukan urusan manusia karena manusia memiliki sedikit ilmu pengetahuan. Biarlah urusan ruh menjadi urusan Tuhan.

Allah swt berfirman:

Katakanlah, “Ruh adalah urusan Tuhan-Ku, kamu tidak diberi ilmu kecuali sedikit”. (QS. Al-Isra: 85)

Potensi Qalbu

Qalbu di sini tidak dimaknai sekadar ‘hati’ yang ada pada manusia. Qalbu lebih mengarah pada aktivitas rasa yang bolak-balik. Sesekali senang, sesekali susah. Kadang setuju kadang menolak.

Qalbu berhubungan dengan keimanan. Qalbu merupakan wadah dari rasa takut, cinta, kasih sayang, dan keimanan. Karena qalbu ibarat sebuah wadah, ia berpotensi menjadi kotor atau tetap bersih.

Potensi Fitrah

Manusia pada saat lahir memiliki potensi fitrah. Fitrah tidak dimaknai melulu sebagai sesuatu yang suci. Fitrah di sini adalah bawaan sejak lahir. Fitrah manusia sejak lahir adalah membawa agama yang lurus. Namun, kondisi fitrah ini berpotensi tercampur dengan yang lain dalam proses perkembangannya.

Potensi Nafs

Dalam bahasa Indonesia, nafs diserap menjadi nafsu yang berarti 'dorongan kuat untuk berbuat kurang baik'. Sementara nafs yang ada pada manusia tidak hanya dorongan berbuat buruk, tetapi berpotensi berbuat baik. Dengan kata lain, nafs ini berpotensi positif dan negatif.

Hakikatnya, nafs pada diri manusia cenderung berpotensi positif. Namun, potensi negatif daya tariknya lebih kuat daripada potensi negatif. Oleh karena itu, manusia diminta untuk menjaga kesucian nafsnya agar tidak kotor.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Azab Allah dan Kisah Nabi
  • Peringatan Hari Besar Islam
  • Saatnya Kembali pada Syariat Islam
  • Ash Shiddiq - Salah satu Akhlak Nabi Muhammad SAW
  • Keajaiban Islam - Mukjizat Nabi Muhammad dan Al-Quran
  • Mengenal Macam-Macam Akhlak Tercela
  • Makna Maulid Nabi Bagi Umat Islam
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA