Ardi, Manusia Purba Peruntuh Teori Darwin

Pernah dengar manusia purba bernama Ardi? Dialah salah satu manusia zaman prasejarah yang penemuan fosilnya telah meruntuhkan teori yang sangat terkenal di kalangan ahli sains, yakni Teori Evolusi Darwin.
Teori Darwin yang Kontroversial
Masih ingatkah Anda tentang sejarah asal-usul manusia yang pernah kita pelajari saat duduk di bangku sekolah? Berbagai literatur menerangkan bahwa manusia adalah keturunan kera. Semua literatur itu merujuk pada satu sumber, yaitu Teori Evolusi Darwin.
Seorang ilmuwan asal Inggris bernama Charles Darwin pernah mempublikasikan secara luas temuan ilmiahnya dalam sebuah makalah yang judulnya sangat panjang. Akhirnya, judul makalah itu sering disingkat orang menjadi “The Origin of Species” saja atau “Asal-usul Spesies”.
Pada intinya, literatur tersebut mengemukakan sebuah teori ilmiah bahwa populasi makhluk hidup berevolusi dari generasi ke generasi melalui proses seleksi alam. Teori Darwin menimbulkan banyak kontroversi karena bertentangan dengan teori penciptaan berdasarkan ajaran agama.
Semula, mayoritas ilmuwan menganggap teori Darwin mengenai evolusi yang terjadi karena seleksi alam sebagai teori terbaik yang menerangkan kejadian evolusi. Namun seiring dengan bertambahnya penemuan fosil-fosil makhluk purba di berbagai belahan dunia, para ilmuwan mulai kebingungan dan goyah.
Darwin vs Harun Yahya
Harun Yahya adalah nama pena seorang alim yang mendedikasikan hidupnya untuk menggali bukti-bukti keesaan Allah swt sebagai pencipta alam semesta beserta segala isinya. Ia mulai berdakwah pada tahun 1979. Waktu itu, tujuan utamanya adalah membongkar teori evolusi yang jelas-jelas menentang adanya penciptaan makhluk. Hasil-hasil riset tentang kebohongan Teori Evolusi Darwin dibeberkan dalam bentuk tulisan yang kemudian dibukukan dengan judul “Makhluk Hidup dan Evolusi”.
Ada sejumlah fakta yang dikemukaan Harun Yahya terkait fiktifnya Teori Darwin. Salah satunya, bahwa ribuan fosil manusia purba yang ditemukan di pelbagai belahan dunia memiliki semua ciri yang justru mengarah pada bukti-bukti adanya penciptaan makhluk.
Kampanye intelektual menentang Teori Darwin dilakukan Harun Yahya dan para pendukungnya pada tahun 1998. Ribuan buku karya Harun Yahya berjudul “Kebohongan Teori Evolusi” disebar secara gratis kepada khalayak Turki. Kemudian disusul dengan serentetan seminar bertajuk “Runtuhnya Teori Evolusi dan Fakta Penciptaan” yang diadakan di seluruh Turki.
Sebagaimana jalan dakwah pada umumnya, dakwah Harun Yahya sejak awal pun tidak berjalan mulus dan penuh kerikil-kerikil tajam yang menyandungnya. Harun Yahya bahkan sempat mendekam di penjara karena ulah mereka yang tak menyukai aktivitasnya. Penentang Harun Yahya kebanyakan berasal dari kalangan atheis yang tak menginginkan tumbuh suburnya ajaran tentang keberadaan Allah sebagai pencipta.
Runtuhnya Teori Darwin
Teori Darwin yang telah terpatahkan oleh temuan Harun Yahya semakin diperkuat dengan publikasi terkait penelitian dan penemuan penting tentang manusia purba pada 31 Desember 2009.
Berdasarkan hasil riset selama bertahun-tahun, seluruh tim peneliti yang diketuai Tim White dari University of California mengungkap sebuah bukti bahwa manusia dan simpanse berevolusi secara terpisah. Secara tak langsung, temuan ini telah menggulingkan Teori Darwin yang berpendapat bahwa manusia berasal dari kera!
Ardi si Nenek Moyang Manusia
Fosil manusia prasejarah berjenis kelamin wanita tersebut ditemukan pada tahun 1994 di Ethiopia. Inilah kerangka primata tertua yang kabarnya menerbitkan titik terang dalam penyelidikan tentang evolusi manusia.
Para ilmuwan menamai fosil itu Ardi, kependekan dari Ardipithecus ramidus. Berikut hasil temuan para ilmuwan mengenai fosil manusia purba ini:
- Ardi disimpulkan sebagai nenek moyang manusia yang sebenarnya. Jadi, nenek moyang kita bukanlah kera seperti kata Darwin.
- Ardi hidup sekitar 4,5 juta tahun lalu. Ia tinggal di sebuah wilayah di Ethiopia yang kini bernama Aramis.
- Ardi berumur satu abad lebih tua dibanding Lucy, kerangka primata tua lainnya yang juga pernah ditemukan di Afrika pada tahun 1974.
- Ardi memiliki tinggi empat kaki atau sekitar 1,2 meter.
- Fosil Ardi terdiri dari 125 potongan rangka yang mencakup tengkorak kepala, gigi, tulang panggul, tulang tangan, dan tulang kaki.
- Ardi diperkirakan memiliki berat badan sekitar 110 pon atau 49 kilogram.
- Tangan dan jari-jemari Ardi berbentuk panjang-panjang.
- Gigi Ardi besar-besar, digunakan untuk memudahkan dirinya meraih dahan saat tubuhnya bergerak ke sana-sini di antara pepohonan.
- Otak Ardi diperkirakan berukuran sama dengan otak simpanse. Namun kemampuan berdiri tegak dengan dua kaki merupakan ciri yang menyebabkan spesies ini lebih mendekati manusia.






