logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Artikel Umum Islam    Manusia Sebagai Khalifah

Kisah Penciptaan Manusia sebagai Khalifah dalam Al-Quran

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Allah Swt. menciptakan manusia bukan main-main, melainkan ada maksudnya. Dalam surah al-Mu’minun ayat 115 disebutkan: Apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Allah Swt. menciptakan manusia sebagai Khalifah.

Penciptaan Manusia

Sejarah manusia diawali dengan penciptaan Adam, manusia pertama dan bapak sekalian manusia. Dalam Al-Quran, bahan baku penciptaan Adam disebut dalam beragam istilah, yakni shalshal (tanah kering), fakhkhar (tanah tembikar), hama’in (lumpur hitam), thin (saripati tanah), dan turab (tanah).

Keturunan Adam tercipta dari ma’ (air) seperti yang tercantum dalam surah al-Furqan ayat 54. Adapun yang dimaksud dengan ma’ dalam ayat tersebut adalah air mani atau sperma, yang juga dinamakan nuthfah (surah an-Nahl ayat 4).

Proses penciptaan manusia tercantum dalam surah al-Mu’minun ayat 12 – 14.

"Dan sungguh, Kami menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.

Kejadian penciptaan manusia menjadi sempurna ketika Allah Swt. meniupkan ruh ciptaan-Nya (surah al-Hijr ayat 29) dan jadilah manusia yang terdiri atas dua jenis kelamin (surah Yasin ayat 36).

Penugasan Manusia sebagai Khalifah

Manusia diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya (surah at-Tin ayat 4) dan Allah Swt. melebihkan manusia di atas makhluk lain dengan kelebihan yang sempurna (surah al-Isra’ ayat 70). Allah Swt. menciptakan manusia untuk berperan sebagai khalifah, wakil atau pengganti-Nya di muka bumi.

Kisah tentang penciptaan manusia sebagai khalifah antara lain dituturkan dalam surah al-Baqarah ayat 30.

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

Khalifah bermakna pengganti, pemimpin, dan penguasa. Makna pengganti di sini tentu bukan dalam kedudukan sebagai pengganti Allah Swt. untuk disembah, melainkan sebagi makhluk yang bertanggung jawab dalam memimpin, mengatur, dan mengelola bumi ini sesuai dengan aturan Allah Swt. yang diturunkan melalui para nabi dan Rasul-Nya.

Allah Swt. menjadikan manusia dari bumi (tanah) dan menugasi mereka untuk memakmurkan bumi ini (surah Hud ayat 61). Sebabnya, hanya manusialah yang bersedia mengemban amanah dengan menginsafi risiko yang akan ditanggungnya setelah Allah menawarkan amanah itu kepada makhluk lain, yakni langit, bumi, dan gunung-gunung (surah al-Ahzab ayat 72).

Bagi manusia, tugas mengemban amanah ini merupakan ibadah kepada Khaliq atau Penciptanya (surah az-Zariyat ayat 56).

Manusia Golongan Kanan dan Golongan Kiri

Tidak semua manusia memiliki sikap istiqamah (teguh pendirian) dalam mengemban amanah Allah Swt. Sepanjang sejarah, sejak zaman Nabi Adam as banyak manusia yang berkhianat terhadap amanah yang dipikulnya tersebut.

Pada akhirnya, manusia  terbagi dalam dua golongan besar, yakni golongan kanan (ashhabul maymanah atau ashhabul yamin) dan golongan kiri (ashhabul masy’amah atau ashhabusy syimal).

Golongan kanan adalah golongan orang-orang yang istiqamah melaksanakan amanah atau golongan orang-orang yang bersyukur. Adapun golongan kiri adalah orang-orang yang tidak melaksanakan amanah atau golongan orang-orang yang kufur.

Kelak di akhirat, oleh Allah Swt. golongan kanan akan ditempatkan di dalam jannah (surga) dan mendapat sebutan ashhabul jannah (para penghuni surga). Sementara golongan kiri akan mendapatkan nar (neraka) dan disebut ashhabun nar (para penghuni neraka).

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Matahari, Sebuah Pelajaran bagi Aktivis Dakwah
  • Beberapa Keistimewaan Bulan Ramadhan
  • Manfaat Mempelajari Sejarah Dakwah Islam
  • Saatnya Kembali pada Syariat Islam
  • Ingin Memiliki Property di Surga? Lakukan Tiga Ibadah Ini
  • Berserah Diri Hanya kepada Allah Swt.
  • Kekuatan Istighfar yang Dahsyat
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA